Advertisement
Source : pixabay.com/id/users/bayutaufani-15885204/

Ringkasan Materi Sejarah Kelas 10 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Dalam artikel ini, Mamikos menyediakan ringkasan materi sejarah kelas 10 semester 1. Yuk, baca materinya!

13 Juli 2026 Zuly Kristanto

Keuntungan utama sumber primer adalah keasliannya, tetapi mereka dapat terbatas oleh sudut pandang pembuatnya.

Sumber sekunder, di sisi lain, adalah interpretasi atau analisis sumber primer. Ini mencakup buku sejarah, artikel, dan dokumenter.

Sumber sekunder memberikan konteks dan penafsiran, tetapi keterbatasan terletak pada kemungkinan bias atau pandangan subjektif seseorang yang mempelajari sejarah.

Penting untuk menggabungkan kedua jenis sumber ini agar mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang suatu peristiwa sejarah.

Selain itu, kritis dalam mengevaluasi keandalan dan motivasi di balik setiap sumber merupakan keterampilan yang penting dalam penelitian sejarah.

4 Contoh Peralatan Pada Zaman Neolitikum dan Fungsinya, Cek Penjelasannya

Langkah penelitian sejarah secara sistematis terdiri dari 5 langkah yakni:

  • Identifikasi Topik: Pilih topik sejarah yang ingin diteliti dengan jelas. Pastikan topik tersebut dapat dirumuskan dengan spesifik dan dapat dijelaskan.
  • Kumpulkan Sumber-Sumber: Cari dan kumpulkan sumber-sumber sejarah yang relevan dengan topik Anda. Sumber-sumber ini dapat berupa dokumen asli, catatan harian, buku, artikel, dan materi arkeologis.
  • Evaluasi Sumber-Sumber: Lakukan evaluasi kritis terhadap keandalan dan relevansi setiap sumber. Tinjau aspek keberpihakan, motivasi pembuat, dan konteks sejarah di sekitar sumber tersebut.
  • Analisis dan Interpretasi: Analisislah sumber-sumber tersebut secara sistematis. Buat interpretasi tentang peristiwa atau periode tertentu berdasarkan bukti yang Anda temukan. Perhatikan perbedaan sudut pandang dan kemungkinan kontradiksi antara sumber-sumber.
  • Penulisan Sejarah: Susun hasil analisis dan interpretasi kamu dalam bentuk tulisan sejarah yang koheren dan logis. Pastikan untuk menyertakan rujukan yang memadai ke sumber-sumber yang kamu gunakan.

Ringkasan Materi Sejarah Kelas 10 Semester 1 Bab 4

Dalam bab 4 siswa akan mempelajari tentang masa prasejarah di Indonesia atau kedatangan leluhur orang-orang nusantara berdasarkan peninggalan yang ditemukan para peneliti.

Para peneliti berpendapat datangnya leluhur orang Indonesia ini terjadi sebanyak dua gelombang yakni datangnya Gelombang Proto Melayu (Melayu Tua) yang kemudian dilanjutkan oleh Gelombang Deutro Melayu (Melayu Muda).

Kehidupan Manusia di Nusantara di Masa Pra Sejarah Dapat Dibagi Menjadi Beberapa Tahapan

Masa Berburu dan Meramu atau Mengumpulkan Makanan

Pada masa ini manusia sangat tergantung pada alam. Zaman ini terjadi pada masa batu tua.

Mereka memakai alat dari batu untuk memburu binatang. Dan mereka hidup secara berpindah-pindah.

Selain berburu hewan, manusia juga mengumpulkan buah-buahan, umbi-umbian, daun, dan hasil hutan lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena sumber makanan di suatu tempat dapat habis, mereka terus berpindah mencari wilayah baru yang memiliki persediaan makanan lebih banyak. Tempat tinggal yang dipilih umumnya berada di dekat sungai, hutan, atau gua yang dapat memberikan perlindungan.

Masa Bercocok Tanam dan Berternak

Pada masa ini manusia sudah mampu menghasilkan teknologi perkakas dari batu yang memiliki bentuk halus karena diasah. Contohnya adalah Kapak Persegi dan Kapak Lonjong.

Selain itu di masa ini manusia sudah hidup dengan berkelompok, mengenal sistem pembagian kerja, dan sudah mengenal perdagangan dengan cara barter.

Bukan itu saja manusia sudah memiliki kemampuan astronomi untuk bermigrasi ke daerah lain.

Perkembangan bercocok tanam membuat manusia mulai menetap di suatu wilayah sehingga terbentuk permukiman sederhana.

Mereka menanam berbagai jenis tanaman pangan dan memelihara hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kehidupan yang menetap juga mendorong munculnya kerja sama antarmasyarakat, pembagian tugas berdasarkan kemampuan, serta berkembangnya tradisi dan kebudayaan.

Masa Perundagian

Di masa ini manusia sudah memiliki kemampuan untuk mengolah logam perunggu dan besi.

Beberapa manusia ada yang membuat kelompok dengan keahlian khusus.

Perdagangan antar daerah sudah dilakukan dan kehidupan antar manusia sudah jauh lebih teratur apabila dibandingkan dengan zaman sebelumnya.

Pada masa ini, kemampuan mengolah logam menghasilkan berbagai peralatan yang lebih kuat dan tahan lama, seperti kapak, tombak, pisau, hingga perhiasan. Kehadiran para perajin atau undagi menunjukkan bahwa masyarakat telah mengenal pembagian profesi berdasarkan keahlian.

Kemajuan teknologi dan perdagangan tersebut turut mendorong terbentuknya kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya yang semakin berkembang di Nusantara.

Ringkasan Materi Sejarah Kelas 10 Semester 1 Bab 5

Teori masuknya agama dan kebudayaan Hindu Buddha di Indonesia bisa dibagi menjadi dua yaitu masyarakat nusantara berperan aktif dan masyarakat nusantara berperan pasif.

Masyarakat Nusantara Berperan Aktif

Teori ini salah satunya diungkapkan oleh F. D. K. Bosch, ia memiliki keyakinan kaum terpelajar di nusantara memiliki keinginan untuk berguru langsung ke India mempelajari ajaran Hindu Buddha.

Setelah itu mereka kembali dan menyebarkan agama Hindu Buddha di tanah air

Masyarakat Nusantara Berperan Pasif

Teori ini dipelopori oleh beberapa ilmuan salah satunya J. C. Moens. Ia berpendapat bahwa raja dari daratan India dan China banyak yang melakukan pelayaran ke nusantara karena kalah perang.

Selain itu ada pula yang menyatakan bahwa agama Hindu Buddha menyebar di tanah air berkat peran para pedagang dari India dan Cina. Teori ini mendapat dukungan dari N. J. Krom.

Teori lain ada yang menyatakan bahwa raja di nusantaralah yang mengundang kaum brahmana dari India dan Cina karena tertarik dengan agama Hindu Buddha

Halaman:

Advertisement