Advertisement
Source : id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara#Data_arkeologi

7 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara beserta Penjelasannya Lengkap

Penelusuran sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara mengenalkan kita pada warisan budaya yang mengesankan. Yuk, pelajari 7 sumber sejarah kerajaan Tarumanagara di sini!

16 November 2023 Adara

3. Prasasti Kebonkopi

Prasasti Kebonkopi I, yang juga dikenal sebagai Prasasti Tapak Gajah, merupakan artefak bersejarah yang menyiratkan keberadaan Kerajaan Tarumanagara.

Penemuan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini terjadi di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor, pada abad ke-19, saat hutan di daerah tersebut ditebang untuk perkebunan kopi.

Tempat penemuannya memiliki koordinat 106°41’25,2″ Bujur Timur dan 06°31’39,9″ Lintang Selatan, serta ketinggian 320 m di atas permukaan laut.

Prasasti Kebonkopi I menghadirkan pahatan tapak kaki gajah, diperkirakan sebagai tunggangan Raja Purnawarman yang diidentifikasi dengan gajah Airawata, kendaraan Dewa Indra.

Keberadaan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini memiliki signifikansi penting dalam konteks sejarah Kerajaan Tarumanagara.

Sebagai salah satu dari tiga prasasti penting di kawasan Ciaruteun bersama dengan Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Muara Cianten, Prasasti Kebonkopi I memberikan gambaran tentang kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Untuk menjaga nilai sejarahnya, prasasti ini telah diatur dan dilindungi dengan cungkup.

Meskipun terdapat Prasasti Kebonkopi II yang ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi ini, sayangnya prasasti tersebut telah hilang dari catatan sejarah.

Rangkuman Sejarah Kerajaan Kutai Singkat, Letak, Raja, dan Masa Kejayaan

4. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu, merupakan satu dari sekian banyak peninggalan bersejarah yang dapat ditelusuri hingga ke Kerajaan Tarumanagara.

Cerita yang terkandung dalam prasasti ini membahas penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan Sungai Gomati oleh Raja Purnawarman, peristiwa yang terjadi pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.

Inisiatif untuk menggali kedua sungai tersebut dipicu oleh keinginan untuk mengatasi ancaman bencana alam, baik dalam bentuk banjir pada musim hujan maupun masalah kekeringan yang kerap muncul pada musim kemarau.

Penemuan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara Prasasti Tugu dilakukan di Kampung Batutumbuh, Tugu, Jakarta, dan kini dijaga dengan cermat di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Prasasti ini menggunakan aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta, dengan metrum Anustubh yang membentuk lima baris melingkar, mengikuti kontur permukaan batu.

Meskipun tanpa mencantumkan tanggal spesifik, prasasti ini diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi.

Keunikan Prasasti Tugu terletak pada pahatan tongkat dengan trisula di ujungnya, memberikan kesan sebagai pemisah antara awal dan akhir kalimat.

Isi dari sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara Prasasti Tugu tidak hanya berkisah tentang perintah penggalian sungai, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai Sungai Candrabaga dan Gomati.

Halaman:

Advertisement