Advertisement
Source : id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara#Data_arkeologi

7 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara beserta Penjelasannya Lengkap

Penelusuran sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara mengenalkan kita pada warisan budaya yang mengesankan. Yuk, pelajari 7 sumber sejarah kerajaan Tarumanagara di sini!

16 November 2023 Adara

7 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara beserta Penjelasannya Lengkap – Ketika kita membuka lembaran sejarah, Tarumanagara muncul sebagai bagian penting dari masa silam Indonesia.

Dengan sumber-sumber sejarah yang memberikan cahaya pada kehidupan dan peristiwa pada masa itu, kita dapat mengenali kerajaan ini sebagai salah satu pusat peradaban yang memancarkan kejayaannya di abad ke-5 hingga ke-7 Masehi.

Yuk, pelajari bagaimana Kerajaan Tarumanagara tidak hanya sebagai suatu entitas bersejarah, tetapi juga sebagai pusat peradaban pada zamannya!

Kerajaan Tarumanagara

7 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara beserta Penjelasannya Lengkap
id.wikipedia.org/wiki/Tarumanagara#Data_arkeologi

Tarumanagara, yang juga dikenal sebagai Kerajaan Taruma, dapat dianggap sebagai salah satu entitas paling kuno di wilayah Nusantara, menempati posisi kedua setelah Kerajaan Kutai dalam catatan sejarah.

Keberadaannya terbukti melalui temuan arkeologis yang memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan dan kejayaan kerajaan ini.

Wilayah kekuasaannya membentang di sebagian besar wilayah barat pulau Jawa, mencakup periode signifikan dari abad ke-5 hingga abad ke-7 Masehi.

Melalui keberadaannya yang kuat dan berpengaruh, Kerajaan Tarumanagara menggambarkan bagaimana kekayaan sejarah dan warisan budaya menjadi pondasi penting dalam pembentukan identitas dan perjalanan peradaban di Nusantara pada masa lalu.

Kerajaan Tarumanagara mengalami perkembangan pesat di bawah pemerintahan rajanya yang bernama Purnawarman.

Salah satu bukti otentik yang sangat penting untuk memahami eksistensi kerajaan ini adalah prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh sang raja.

Sehubungan dengan Kerajaan Tarumanagara, tercatat tujuh prasasti yang berasal dari masa pemerintahan Purnawarman, antara lain Prasasti Ciaruteun, Prasasti Pasir Koleangkak, Prasasti Kebonkopi.

Selain itu ada pula Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Muara Cianten, dan Prasasti Cidanghiang.

Pesebaran prasasti ini memberikan gambaran luasnya pengaruh kekuasaan Kerajaan Tarumanagara pada masa Purnawarman.

Wilayah kekuasaannya mencakup sebagian besar Jawa bagian barat, mulai dari Kabupaten Pandeglang dan Tangerang di bagian barat, Kabupaten Bogor di selatan, hingga daerah Jakarta di utara, serta Bekasi dan Karawang di bagian timur.

Menariknya, dari tujuh prasasti tersebut, lima di antaranya ditemukan di kawasan hulu Ci Sadane yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Bogor.

Dari prasasti-prasasti ini, tergambar dengan jelas bahwa Raja Purnawarman adalah sosok pemimpin yang gagah, berani, penuh kejayaan, dan berkuasa.

Tiga dari lima prasasti yang dapat dibaca menunjukkan bahwa Tarumanagara, di bawah kepemimpinan Purnawarman, berhasil menguasai dengan tegas daerah tersebut.

Inilah salah satu jejak sejarah yang menghidupkan kembali keberanian dan kejayaan Kerajaan Tarumanagara pada masa lalu.

Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanagara

1. Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun, yang berasal dari masa Kerajaan Tarumanagara pada sekitar abad V Masehi, membawa sejumlah informasi berharga terkait sejarah dan kekuasaan raja pada masa itu.

Sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini secara mencolok menampilkan tapak kaki Raja Purnawarman sebagai tanda pengenalnya.

Lokasi penemuan prasasti ini berada di tepi sungai Ciaruteun, anak sungai dari Ci Sadane di Bogor.

Terbuat dari batu andesit dan diukir dengan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta, prasasti ini memuat puisi India yang terstruktur dalam irama anustubh, terdiri dari empat baris.

Menurut pembacaan oleh Poerbatjaraka, isi prasasti mencirikan bekas dua kaki yang mirip kaki dewa Wisnu, sebagai milik Sang Purnawarman, raja gagah berani di negeri Taruma.

Prasasti Ciaruteun, yang sering disebut juga sebagai Prasasti Ciampea, ditempatkan di tepi sungai Ciaruteun pada awalnya.

Namun, pada tahun 1981, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk melindunginya dari bahaya banjir dan potensi kerusakan dengan memindahkannya ke lokasi baru di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir melalui upaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini menjadi peninggalan berharga yang tidak hanya mencerminkan keindahan seni ukir dan ketajaman tulisan pada masa Kerajaan Tarumanagara, tetapi juga berfungsi sebagai simbol kekuasaan raja atas wilayah di mana prasasti ini ditemukan.

Melalui Prasasti Ciaruteun, kita dapat mengintip jejak kejayaan dan keberanian Raja Purnawarman serta mendapatkan wawasan yang kaya akan sejarah kerajaan tersebut.

5 Kerajaan Maritim Hindu Budha di Indonesia dan Peninggalannya

2. Prasasti Pasir Koleangkak

Prasasti Pasir Koleangkak, yang juga dikenal sebagai Prasasti Jambu, adalah satu dari tujuh prasasti yang menjadi warisan dari Kerajaan Tarumanagara.

Terukir dengan aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta, prasasti ini ditemukan di wilayah Kabupaten Bogor dan diterbitkan selama masa pemerintahan Raja Purnawarman.

Isi dari sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini terdiri dari dua baris aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sanskerta dengan metrum Sragdhara.

Di bagian atas tulisan, terdapat pahatan gambar sepasang telapak kaki, menegaskan keberadaan Raja Purnawarman dengan begitu megah.

Sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara berupa Prasasti Pasir Koleangkak memberikan indikasi kuat mengenai keangkuhan Raja Purnawarman, dan dugaan bahwa prasasti ini diterbitkan untuk memperingati penaklukan wilayah di sebelah barat Pulau Jawa.

3. Prasasti Kebonkopi

Prasasti Kebonkopi I, yang juga dikenal sebagai Prasasti Tapak Gajah, merupakan artefak bersejarah yang menyiratkan keberadaan Kerajaan Tarumanagara.

Penemuan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini terjadi di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor, pada abad ke-19, saat hutan di daerah tersebut ditebang untuk perkebunan kopi.

Tempat penemuannya memiliki koordinat 106°41’25,2″ Bujur Timur dan 06°31’39,9″ Lintang Selatan, serta ketinggian 320 m di atas permukaan laut.

Prasasti Kebonkopi I menghadirkan pahatan tapak kaki gajah, diperkirakan sebagai tunggangan Raja Purnawarman yang diidentifikasi dengan gajah Airawata, kendaraan Dewa Indra.

Keberadaan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini memiliki signifikansi penting dalam konteks sejarah Kerajaan Tarumanagara.

Sebagai salah satu dari tiga prasasti penting di kawasan Ciaruteun bersama dengan Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Muara Cianten, Prasasti Kebonkopi I memberikan gambaran tentang kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Untuk menjaga nilai sejarahnya, prasasti ini telah diatur dan dilindungi dengan cungkup.

Meskipun terdapat Prasasti Kebonkopi II yang ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi ini, sayangnya prasasti tersebut telah hilang dari catatan sejarah.

Rangkuman Sejarah Kerajaan Kutai Singkat, Letak, Raja, dan Masa Kejayaan

4. Prasasti Tugu

Prasasti Tugu, merupakan satu dari sekian banyak peninggalan bersejarah yang dapat ditelusuri hingga ke Kerajaan Tarumanagara.

Cerita yang terkandung dalam prasasti ini membahas penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan Sungai Gomati oleh Raja Purnawarman, peristiwa yang terjadi pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.

Inisiatif untuk menggali kedua sungai tersebut dipicu oleh keinginan untuk mengatasi ancaman bencana alam, baik dalam bentuk banjir pada musim hujan maupun masalah kekeringan yang kerap muncul pada musim kemarau.

Penemuan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara Prasasti Tugu dilakukan di Kampung Batutumbuh, Tugu, Jakarta, dan kini dijaga dengan cermat di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Prasasti ini menggunakan aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta, dengan metrum Anustubh yang membentuk lima baris melingkar, mengikuti kontur permukaan batu.

Meskipun tanpa mencantumkan tanggal spesifik, prasasti ini diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke-5 Masehi.

Keunikan Prasasti Tugu terletak pada pahatan tongkat dengan trisula di ujungnya, memberikan kesan sebagai pemisah antara awal dan akhir kalimat.

Isi dari sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara Prasasti Tugu tidak hanya berkisah tentang perintah penggalian sungai, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai Sungai Candrabaga dan Gomati.

5. Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi, yang juga dikenal sebagai Prasasti Cemperai, menjadi saksi bisu dari kejayaan Kerajaan Tarumanagara yang kini kita telusuri.

Penemuan prasasti ini terjadi di lereng bukit Pasir Awi, lebih tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Bogor.

Bentuknya yang mengagumkan berupa batu alam dengan gambaran dahan, ranting, buah-buahan, dan dedaunan memperkaya warisan budaya yang kita temui.

Lebih menarik lagi, terdapat pahatan sepasang telapak kaki pada batu prasasti ini yang diyakini sebagai tanda kehadiran Raja Purnawarman.

Sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara Prasasti Pasir Awi, yang ditulis dalam aksara Pallawa berbahasa Sanskerta dengan huruf ikal yang masih menantang untuk dibaca, menawarkan sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Isi pasti dari prasasti ini masih belum dapat dipastikan, namun diperkirakan membahas tentang keberhasilan Raja Purnawarman dalam memperluas wilayah kekuasaannya.

Dalam pesonanya yang memikat, prasasti ini menjadi jendela yang membuka pandangan kita pada sebuah era di mana kebesaran kerajaan tercermin dalam seni dan bahasa yang terpahat di batu, menjadi jejak tak terhapuskan dari perjalanan Kerajaan Tarumanagara.

Rangkuman Sejarah Kerajaan Kutai Singkat, Letak, Raja, dan Masa Kejayaan

6. Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten, yang juga dikenal sebagai Prasasti Pasir Muara, merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang mengantarkan kita ke era Kerajaan Tarumanagara.

Lokasi penemuan sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini berada di tepi sungai Cisadane, dekat Muara Cianten, terletak di Kampung Pasirmuara, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbuang, Kabupaten Bogor.

Prasasti ini dibuat dengan batu alami berukuran besar, dan dihiasi dengan goresan pahatan gambar sulur-suluran atau ikal yang keluar dari umbi, menambahkan elemen seni dan keindahan pada struktur batu.

Meskipun demikian, tulisan pada prasasti ini masih menantang para ahli sejarah karena berbentuk ikal atau huruf sangkha, sehingga belum dapat dibaca atau diartikan dengan pasti.

7. Prasasti Cidanghiang

Prasasti Cidanghiang, merupakan salah satu artefak bersejarah yang menjadi saksi kejayaan Kerajaan Tarumanagara dan terletak di sepanjang aliran Sungai Ci Danghiang, di Pandeglang, Banten.

Menggunakan aksara Pallawa dan berbahasa Sanskerta dengan huruf ikal yang menantang untuk dibaca, sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara ini menawarkan pujian yang tulus kepada Raja Purnawarman sebagai panutan bagi seluruh raja, memuji keberaniannya, keagungannya, dan keperwiraannya yang sesungguhnya.

Toebagus Roesjan pertama kali melaporkan keberadaan Prasasti Cidanghiang kepada Dinas Purbakala pada tahun 1947, namun baru mendapatkan penelitian intensif pada tahun 1954.

Prasasti ini diukir pada permukaan batu andesit dengan ukuran mencapai 3,2 x 2,25 meter, menggunakan teknik pahatan yang menghasilkan goresan dengan kedalaman kurang dari 0,5 cm.

Hal ini menciptakan permukaan batu yang hampir rata dengan kehalusan yang sejajar dengan tulisan.

Dengan keindahan dan kelebihannya, Prasasti Cidanghiang menjadi jendela yang membuka cerita keberanian dan kehebatan Raja Purnawarman pada masa lalu.

Sebagai penanda sejarah yang menggambarkan kekuatan dan kebesaran kerajaan, prasasti ini menjadi salah satu saksi penting dalam menguak misteri masa lalu di wilayah Nusantara.

Rangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Singkat dan Lengkap

Penutup

Penelusuran sumber sejarah Kerajaan Tarumanagara mengenalkan kita pada warisan budaya yang mengesankan.

Melalui serangkaian bukti arkeologis dan catatan sejarah, kita memasuki dunia ketangguhan Raja Purnawarman dan kemegahan Kerajaan Tarumanagara.

Dengan memahami akar sejarah ini, kita tidak hanya mengenali kisah masa lampau, tetapi juga menghargai warisan budaya yang menjadi dasar identitas bangsa Indonesia yang kaya dan beragam.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement