<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/contoh-konflik-non-realistis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-konflik-non-realistis/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 09:49:32 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-konflik-non-realistis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>24 Contoh Konflik Realistis dan Non Realistis beserta Perbedaannya</title>
            <category>Pelajar</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-konflik-non-realistis-pljr/</link>
            <pubDate>Mon, 05 Jan 2026 01:59:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Citra</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-konflik-non-realistis-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Konflik realistis nyata terjadi sedangkan konflik non realistis bersumber dari prasangka. Ketahui contoh dan perbedaannya, yuk!</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-non-realistis-pljr/">24 Contoh Konflik Realistis dan Non Realistis beserta Perbedaannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Konflik adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan masyarakat.</p>



<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai jenis konflik yang dapat berakar dari perbedaan nyata dalam kepentingan atau hanya karena prasangka yang tidak beralasan.</p>



<p>Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sepuluh <a aria-label="contoh konflik  (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-perbedaan-kepentingan-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">contoh konflik</a> yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: konflik realistis dan konflik non-realistis. Yuk kita simak bersama-sama! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f50e.png" alt="🔎" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4d6.png" alt="📖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Konflik secara Sederhana</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis.jpg" alt="Contoh konflik non realistis" class="wp-image-215759" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Freepik.com/@drazenzigic</figcaption></figure></div>

    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-vertikal-di-indonesia-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-vertikal-di-indonesia-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Konflik-Vertikal-di-Indonesia-beserta-Penjelasannya-Lengkap-500x333.jpg" alt="Contoh Konflik Vertikal di Indonesia beserta Penjelasannya Lengkap" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Konflik Vertikal di Indonesia beserta Penjelasannya Lengkap</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Kita pelajari dulu pengertian konflik secara sederhana untuk memahami lebih lanjut contoh konflik realistis dan non realistis yang nanti akan kita bahas, yuk!</p>



<p>Konflik merujuk pada di antara individu, kelompok, atau masyarakat yang melibatkan ketidaksepakatan, perselisihan, atau pertentangan antara berbagai kepentingan, nilai, norma, atau tujuan berbeda.</p>



<p>Konflik adalah salah satu aspek penting dalam analisis sosiologis karena dapat memengaruhi dinamika sosial dan interaksi antarindividu atau kelompok.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-konstruktif-dan-destruktif-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-konstruktif-dan-destruktif-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Konflik-Konstruktif-dan-Destruktif-Beserta-Perbedaannya-Lengkap-500x333.jpg" alt="13 Contoh Konflik Konstruktif dan Destruktif beserta Perbedaannya Lengkap" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">13 Contoh Konflik Konstruktif dan Destruktif beserta Perbedaannya Lengkap</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Menurut Ahli Sosiologi</h2>



<p>Konflik dalam konteks sosiologi dapat dijelaskan dari perspektif berbagai ahli sosiologi yang telah mengembangkan teori-teori tentang konflik.</p>



<p>Berikut adalah pandangan beberapa ahli sosiologi terkemuka tentang konflik yang nanti akan menambah pemahaman kita saat mencerna contoh konflik realistis dan non realistis:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Max Weber</h3>



<p>Max Weber, melihat konflik sebagai bagian alami dari masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan dan ketegangan antara individu yang berkompetisi untuk sumber daya dan kekuasaan.</p>



<p>Dia mengemukakan konsep <a aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/apa-yang-dimaksud-dengan-konflik-sosial-dilengkapi-faktor-penyebab-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">konflik sosial</a> untuk menggambarkan pertentangan dalam masyarakat yang dapat menghasilkan perubahan sosial atau perubahan dalam struktur kekuasaan.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-rasial-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-rasial-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Konflik-Rasial-di-Indonesia-dan-Dunia-yang-Pernah-Terjadi-500x345.jpg" alt="15 Contoh Konflik Rasial di Indonesia dan Dunia yang Pernah Terjadi" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">15 Contoh Konflik Rasial di Indonesia dan Dunia yang Pernah Terjadi</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">2. Karl Marx</h3>



<p>Karl Marx adalah salah satu ahli sosiologi yang paling terkenal dalam memahami konflik sosial.</p>



<p>Menurut Marx, konflik sosial muncul dari ketidaksetaraan ekonomi dan perbedaan kelas sosial.</p>



<p>Dia berpendapat bahwa konflik kelas adalah dorongan utama di balik perubahan sosial, dan konflik ini terjadi karena kelompok ekonomi yang berkuasa berusaha mempertahankan dominasinya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Emile Durkheim</h3>



<p>Mempelajari pengertian menurut Emile Durkheim akan membantu kita menafsirkan contoh konflik realistis dan non realistis, mari kita simak bersama-sama penjelasan berikut.</p>



<p>Meskipun Emile Durkheim lebih vokal tentang integrasi sosial dan solidaritas dalam masyarakat, dia juga mengakui adanya konflik.</p>



<p>Baginya, konflik adalah bagian dari dinamika sosial yang mengingatkan masyarakat tentang batasan normatif dan nilai-nilai bersama.</p>



<p>Durkheim mengemukakan konsep “anomie” untuk menggambarkan ketidakstabilan yang terjadi akibat konflik dan ketidaksesuaian antara individu dan nilai-nilai masyarakat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Georg Simmel</h3>



<p>Georg Simmel mengembangkan pandangan tentang konflik sebagai bentuk interaksi sosial yang memiliki potensi untuk menciptakan perubahan dalam hubungan antarindividu.</p>



<p>Dia memandang konflik sebagai sumber dinamika sosial dan inovasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Lewis Coser</h3>



<p>Lewis Coser mengembangkan teori konflik fungsional, yang menganggap bahwa konflik sosial dapat memiliki dampak positif dalam masyarakat.</p>



<p>Menurutnya, konflik dapat membantu menjaga keseimbangan dan memecahkan ketegangan sosial yang ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Komponen Konflik Sosial</h2>



<p>Mempelajari contoh konflik realistis dan non realistis belum lengkap rasanya jika belum mempelajari komponen konflik itu sendiri. Mari kita pelajari lebih dulu komponen konflik sosial berikut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Sumber Konflik</h3>



<p>Konflik dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk persaingan ekonomi, perbedaan etnis, ketidaksetaraan sosial, perbedaan nilai atau norma, juga persaingan politik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Manifestasi Konflik</h3>



<p>Konflik dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk konflik interpersonal (antara individu), konflik antar kelompok, dan bahkan konflik antara negara-negara.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Konflik Fungsional</h3>



<p>Sosiologi juga mengakui bahwa konflik tidak selalu bersifat destruktif atau merusak.</p>



<p>Dalam beberapa kasus, konflik dapat memiliki fungsi positif, seperti merangsang perubahan sosial yang diperlukan atau mengidentifikasi masalah dalam masyarakat yang perlu diatasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Teori Konflik</h3>



<p>Ada teori-teori dalam sosiologi yang berfokus pada konflik sebagai salah satu aspek utama dalam analisis sosial.</p>



<p>Contoh teori konflik termasuk teori konflik Marxian, teori konflik sosial Jürgen Habermas, dan teori konflik simbolis yang menekankan pentingnya makna dalam konflik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Penyelesaian Konflik</h3>



<p>Studi sosiologi juga mencakup penelitian tentang cara-cara penyelesaian konflik dan mekanisme yang digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi ketegangan sosial.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. Dampak Konflik</h3>



<p>Sosiologi juga memeriksa dampak konflik terhadap masyarakat, termasuk dampaknya terhadap kesejahteraan sosial, stabilitas politik, ketidaksetaraan, perubahan budaya, dan berbagai aspek kehidupan</p>



<h2 class="wp-block-heading">Macam-macam Konflik Sosial</h2>



<p>Berikut adalah penjelasan singkat mengenai macam-macam konflik sosial yang akan mempermudah kita memahami contoh konflik realistis dan non realistis nanti:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Konflik Vertikal</h3>



<p>Konflik vertikal adalah jenis konflik sosial yang terjadi antara kelompok atau individu yang berada dalam hierarki atau tingkatan sosial yang berbeda.</p>



<p>Konflik ini terjadi berbagai lapisan masyarakat, seperti konflik antara pekerja dan majikan, atau antara warga biasa dan pemerintah.</p>



<p>Konflik vertikal seringkali muncul akibat ketidaksetaraan kekuasaan, status, atau sumber daya di antara kelompok-kelompok ini.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">2. Konflik Horizontal</h3>



<p>Konflik horizontal, sebaliknya, terjadi saat individu atau sekumpulan individu terdapat pada tingkat sosial yang sejajar atau serupa.</p>



<p>Peristiwa ini bisa melibatkan konflik antara sesama pekerja, antara kelompok sebaya di sekolah, atau antara warga yang memiliki status sosial yang serupa.</p>



<p>Konflik horizontal sering kali timbul dari persaingan, perbedaan nilai, atau perselisihan dalam situasi yang sebanding.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-mengatasi-konflik-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-mengatasi-konflik-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/﻿7-Cara-Mengatasi-Konflik-antar-Kelompok-Pribadi-Budaya-dan-Organisasi-500x333.jpg" alt="13 Cara Mengatasi Konflik antar Kelompok, Pribadi, Budaya, dan Organisasi" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">13 Cara Mengatasi Konflik antar Kelompok, Pribadi, Budaya, dan Organisasi</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">3. Konflik Laten</h3>



<p>Konflik laten mengacu pada ketegangan atau perselisihan yang ada dalam masyarakat tetapi belum mencapai tingkat ekspresi terbuka atau tindakan nyata.</p>



<p>Dalam konflik laten, ketidaksepakatan atau ketegangan mungkin ada di bawah permukaan dan belum mencapai tahap manifestasi publik yang jelas.</p>



<p>Ini bisa menjadi tahap awal konflik yang mungkin berkembang menjadi konflik manifest.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Konflik Manifest</h3>



<p>Konflik manifest adalah jenis konflik sosial yang sudah mencapai tingkat ekspresi terbuka dan terlihat secara jelas dalam tindakan, kata-kata, atau interaksi antarindividu atau kelompok.</p>



<p>Konflik ini biasanya mudah dikenali oleh pihak lain karena sudah tersurat dan terlihat di muka.</p>



<p>Kita akan menemukan manfaat mempelajari konflik manifest pada contoh konflik realistis dan non realistis yang nanti akan Mamikos tunjukkan. Yuk, kita lanjutkan lagi!</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. Konflik Realistis</h3>



<p>Konflik realistis adalah konflik yang terjadi karena adanya perbedaan nyata dalam kepentingan atau nilai-nilai antara pihak-pihak yang terlibat.</p>



<p>Konflik ini mungkin memiliki dasar yang kuat dalam ketidaksetujuan yang konkret dan dapat diidentifikasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. Konflik Non Realistis</h3>



<p>Konflik non realistis, sebaliknya, adalah konflik yang muncul tanpa dasar yang jelas dalam perbedaan kepentingan, sumber daya, atau nilai.</p>



<p>Konflik semacam ini mungkin muncul karena persepsi yang salah, stereotip, atau konstruksi sosial yang tidak mempunyai dasar nyata.</p>



<p>Contoh konflik non realistis dapat meliputi konflik yang timbul karena prasangka atau ketidakpahaman yang tidak beralasan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan Konflik Realistis dan Non Realistis</h2>



<p>Perbedaan antara contoh konflik realistis dan non realistis terletak pada dasar, sifat, dan sumber konflik.</p>



<p>Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang perbedaan utama antara keduanya:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Konflik Realistis</h3>



<h4 class="wp-block-heading">1. Dasar Konflik</h4>



<p>Konflik realistis memiliki dasar yang nyata dan konkret. Ini berarti ada perbedaan yang jelas dalam kepentingan, sumber daya, nilai-nilai, atau tujuan antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Sumber Konflik</h4>



<p>Konflik realistis muncul karena adanya perbedaan yang dapat diidentifikasi, seperti persaingan ekonomi, perbedaan ideologi, atau persaingan atas sumber daya yang terbatas.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Sifat Konflik</h4>



<p>Konflik realistis bersifat objektif dan dapat dianalisis secara rasional. Para pihak yang terlibat dalam konflik biasanya memiliki alasan yang jelas untuk perselisihan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Konflik Non Realistis</h3>



<h4 class="wp-block-heading">1. Dasar Konflik</h4>



<p>Contoh konflik non realistis memiliki dasar yang kurang jelas atau tidak ada dasar yang nyata.</p>



<p>Ini berarti bahwa konflik muncul karena persepsi yang salah, stereotip, atau bias yang tidak beralasan, bukan karena perbedaan nyata dalam kepentingan atau sumber daya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Sumber Konflik</h4>



<p>Konflik non realistis dapat timbul karena prasangka, ketidakpahaman, konstruksi sosial, atau ketidakpercayaan yang tidak didasarkan pada kenyataan objektif.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Sifat Konflik</h4>



<p>Konflik non realistis cenderung bersifat subjektif dan emosional. Para pihak yang terlibat mungkin sulit untuk merasionalkan perselisihan mereka karena dasar konfliknya tidak beralasan.</p>



<p>Dalam praktiknya, mengidentifikasi apakah suatu konflik adalah realistis atau non realistis dapat membantu dalam merencanakan pendekatan penyelesaian yang sesuai.</p>



<p>Konflik realistis mungkin lebih mudah diatasi melalui negosiasi, mediasi, atau pemecahan masalah konkret, sementara konflik non realistis memerlukan pendekatan yang fokus pada perubahan persepsi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Konflik Realistis dan Non realistis</h2>



<p>Berikut adalah 24 contoh konflik realistis dan non realistis yang muncul karena perbedaan nyata dalam kepentingan, sumber daya, atau tujuan</p>



<h3 class="wp-block-heading">I. Contoh Konflik Realistis</h3>



<p>Berikut adalah 12 contoh konflik realistis, di mana konflik muncul secara konkrit dan lebih mudah dipecahkan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. Konflik Bisnis</h4>



<p>Persaingan antara dua perusahaan atau lebih untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar atau sumber daya ekonomi lainnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Konflik Perburuhan</h4>



<p>Konflik antara serikat pekerja dan majikan terkait dengan kondisi kerja, gaji, manfaat, dan hak-hak pekerja.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Konflik Agraria</h4>



<p>Pertentangan antara pemilik lahan dan petani atau komunitas lokal terkait dengan kepemilikan, pemanfaatan, atau redistribusi tanah.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Konflik Politik</h4>



<p>Persaingan antara partai politik, kelompok politik, atau individu dalam pemilihan umum atau dalam perdebatan kebijakan politik.</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading">5. Konflik Sumber Daya Alam</h4>



<p>Pertentangan antara kelompok atau negara atas sumber daya alam seperti minyak, gas, air, atau hutan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">6. Konflik Etnis</h4>



<p>Konflik antara kelompok etnis yang berbeda dalam masyarakat, seringkali terkait dengan ketidaksetaraan hak atau persaingan atas sumber daya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">7. Konflik Internasional</h4>



<p>Perselisihan antara negara-negara dalam hal wilayah, kebijakan luar negeri, sumber daya alam, atau perbatasan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">8. Konflik Agama</h4>



<p>Konflik yang timbul karena perbedaan dalam keyakinan agama, praktik keagamaan, atau persaingan antaragama.</p>



<h4 class="wp-block-heading">9. Konflik Lingkungan</h4>



<p>Perselisihan antara kelompok yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan kelompok atau perusahaan yang mengabaikan dampak lingkungan dalam kegiatan mereka.</p>



<h4 class="wp-block-heading">10. Konflik Keluarga</h4>



<p>Perselisihan dalam keluarga terkait dengan warisan, perawatan orang tua, hak asuh anak, atau perselisihan keuangan.</p>



<p><strong>11. Konflik Pendidikan</strong><br>Perselisihan antara orang tua siswa dan pihak sekolah terkait biaya pendidikan, sistem zonasi, atau kebijakan sekolah yang dianggap merugikan siswa tertentu.</p>



<p><strong>12. Konflik Pekerjaan Antar Karyawan</strong><br>Konflik yang terjadi antarpegawai dalam satu perusahaan akibat pembagian tugas yang tidak adil, promosi jabatan, atau persaingan karier.</p>



<h3 class="wp-block-heading">II. Contoh Konflik Non Realistis</h3>



<p>Berikut adalah 12 contoh konflik non realistis, di mana konflik tersebut muncul karena persepsi yang salah, prasangka, atau bias yang tidak beralasan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. Diskriminasi Rasial</h4>



<p>Konflik yang timbul karena pandangan atau prasangka negatif terhadap individu atau kelompok berdasarkan ras atau etnisitas mereka, meskipun tidak ada dasar nyata yang mendukung pandangan tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Konflik Seksualitas</h4>



<p>Pertentangan atau ketidaksetujuan terkait orientasi seksual atau identitas gender, yang sering kali muncul karena stereotip atau ketidakpahaman.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Xenofobia</h4>



<p>Konflik yang berasal dari ketakutan atau prasangka terhadap individu atau kelompok asing atau imigran, meskipun tidak ada dasar yang membenarkan ketakutan tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Islamofobia</h4>



<p>Prasangka atau diskriminasi terhadap Muslim atau agama Islam yang muncul tanpa dasar yang jelas.</p>



<h4 class="wp-block-heading">5. Konflik Generasi</h4>



<p>Contoh konflik non realistis berikutnya adalah konflik generasi. </p>



<p>Konflik antara generasi yang berbeda dalam masyarakat, terutama antara generasi tua dan muda, bisa timbul karena perbedaan nilai, pandangan, atau pemahaman.</p>



<p>Konflik semacam ini akhir-akhir ini banyak kita temui di Jepang atau Korea yang pendapat antar generasinya sering terpecah belah.</p>



<h4 class="wp-block-heading">6. Konflik Agama</h4>



<p>Konflik yang muncul karena persepsi yang salah atau stereotip negatif tentang agama atau keyakinan agama lain, tanpa dasar yang konkret.</p>



<h4 class="wp-block-heading">7. Homofobia</h4>



<p>Diskriminasi atau prasangka terhadap individu berdasarkan orientasi seksual mereka, yang seringkali berakar dari ketidakpahaman atau prasangka.</p>



<h4 class="wp-block-heading">8. Stigma Penyakit Mental</h4>



<p>Contoh konflik non realistis yang muncul karena stereotip atau stigma terhadap individu yang menderita penyakit mental, yang seringkali tidak memiliki dasar yang rasional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">9. Body Shaming</h4>



<p>Konflik atau ketidaksetujuan terhadap individu berdasarkan penilaian terhadap penampilan fisik mereka, yang tidak memiliki dasar nyata dalam kualitas atau karakter mereka.</p>



<h4 class="wp-block-heading">10. Konflik Budaya Populer</h4>



<p>Pertentangan yang muncul karena pertikaian terkait dengan selera dalam budaya populer seperti musik, film, atau hobi.</p>



<p>Meskipun selera adalah subjektif dan tidak ada “benar” atau “salah” yang jelas dalam hal ini.</p>



<p>Konflik non realistis sering kali lebih sulit diatasi karena mereka berakar dalam persepsi dan prasangka yang sulit diubah melalui argumentasi rasional atau bukti konkret.</p>



<p>Meningkatkan kesadaran, pendidikan, dan dialog terbuka sering kali diperlukan untuk mengatasi konflik semacam ini.</p>



<p><strong>11. Konflik Akibat Stereotip Gender</strong><br>Konflik yang muncul karena anggapan tertentu terhadap peran laki-laki dan perempuan, misalnya perempuan dianggap tidak pantas memimpin atau laki-laki dianggap lemah jika menunjukkan emosi. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar objektif dan hanya dibentuk oleh konstruksi sosial.</p>



<p><strong>12. Konflik karena Hoaks atau Informasi Palsu</strong><br>Konflik yang terjadi akibat penyebaran berita bohong di media sosial, seperti isu penculikan, fitnah tokoh tertentu, atau kabar provokatif antar kelompok. Konflik ini bersifat non realistis karena dipicu informasi yang keliru, bukan fakta nyata.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Itulah 12 contoh konflik realistis dan 12 contoh non realistis yang telah Mamikos susun. Ternyata, konflik adalah cerminan dinamika sosial yang sangat kompleks.</p>



<p>Konflik realistis terjadi karena perbedaan nyata dalam kepentingan, sumber daya, atau tujuan, sementara konflik non realistis muncul karena salah persepsi atau bias.</p>



<p>Mamikos berharap dengan pemahaman lebih lanjut mengenai materi ini dan mengetahui contohnya dalam masyarakat, kita akan mampu menyelesaikan konflik secara tepat.</p>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-32269eca-f6d8-41aa-99a7-e90e9d5cd6f4" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-525af239-f4cf-4a64-a9da-359b9d26303f">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-32269eca-f6d8-41aa-99a7-e90e9d5cd6f4" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-32269eca-f6d8-41aa-99a7-e90e9d5cd6f4"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-32269eca-f6d8-41aa-99a7-e90e9d5cd6f4">

<p>5 Contoh Konflik Non Realistis dalam Lingkungan Masyarakat [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/5-contoh-konflik-non-realistis-dalam-lingkungan-masyarakat-20x4zxdCR9P</p>



<p>Perbedaan antara Konflik Realistis dengan Nonrealistis Beserta Contoh Lengkapnya [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/perbedaan-antara-konflik-realistis-dengan-nonrealistis-beserta-contoh-lengkapnya-226d1wV52CZ</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-36485" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-370x68.png 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-760x140.png 760w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-konflik-non-realistis-pljr/">24 Contoh Konflik Realistis dan Non Realistis beserta Perbedaannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis.jpg" length="530358" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-konflik-sosial-non-realistis-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>