Advertisement
Source : Freepik.com/@drazenzigic

24 Contoh Konflik Realistis dan Non Realistis beserta Perbedaannya

Konflik realistis nyata terjadi sedangkan konflik non realistis bersumber dari prasangka. Ketahui contoh dan perbedaannya, yuk!

5 Januari 2026 Citra
Ringkasan Artikel
  • Konflik: pengertian singkat dan perspektif sosiologis (Weber, Marx, Durkheim, Simmel, Coser) — bagian alami dinamika sosial yang bisa memicu perubahan atau ketegangan sosial.
  • Komponen & jenis: meliputi sumber, manifestasi, fungsi, teori, dan penyelesaian; jenisnya termasuk vertikal/horizontal, laten/manifest, serta dua kategori utama — konflik realistis (berdasarkan kepentingan/sumber daya nyata) dan non‑realistis (berdasarkan prasangka atau salah persepsi).
  • Contoh & implikasi: ada banyak contoh realistis (mis. bisnis, perburuhan, agraria, politik, etnis, internasional, agama, lingkungan, keluarga, pendidikan, pekerjaan) dan non‑realistis (mis. diskriminasi rasial, xenofobia, homofobia, stigma penyakit mental, body shaming, hoaks); penanganan memerlukan negosiasi, mediasi, edukasi, dan dialog untuk mengubah persepsi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Konflik adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai jenis konflik yang dapat berakar dari perbedaan nyata dalam kepentingan atau hanya karena prasangka yang tidak beralasan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sepuluh contoh konflik yang dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: konflik realistis dan konflik non-realistis. Yuk kita simak bersama-sama! 🔎📖

Pengertian Konflik secara Sederhana

Contoh konflik non realistis
Freepik.com/@drazenzigic
Contoh Konflik Vertikal di Indonesia beserta Penjelasannya Lengkap

Kita pelajari dulu pengertian konflik secara sederhana untuk memahami lebih lanjut contoh konflik realistis dan non realistis yang nanti akan kita bahas, yuk!

Konflik merujuk pada di antara individu, kelompok, atau masyarakat yang melibatkan ketidaksepakatan, perselisihan, atau pertentangan antara berbagai kepentingan, nilai, norma, atau tujuan berbeda.

Konflik adalah salah satu aspek penting dalam analisis sosiologis karena dapat memengaruhi dinamika sosial dan interaksi antarindividu atau kelompok.

13 Contoh Konflik Konstruktif dan Destruktif beserta Perbedaannya Lengkap

Pengertian Menurut Ahli Sosiologi

Konflik dalam konteks sosiologi dapat dijelaskan dari perspektif berbagai ahli sosiologi yang telah mengembangkan teori-teori tentang konflik.

Berikut adalah pandangan beberapa ahli sosiologi terkemuka tentang konflik yang nanti akan menambah pemahaman kita saat mencerna contoh konflik realistis dan non realistis:

1. Max Weber

Max Weber, melihat konflik sebagai bagian alami dari masyarakat yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan dan ketegangan antara individu yang berkompetisi untuk sumber daya dan kekuasaan.

Dia mengemukakan konsep konflik sosial untuk menggambarkan pertentangan dalam masyarakat yang dapat menghasilkan perubahan sosial atau perubahan dalam struktur kekuasaan.

15 Contoh Konflik Rasial di Indonesia dan Dunia yang Pernah Terjadi

2. Karl Marx

Karl Marx adalah salah satu ahli sosiologi yang paling terkenal dalam memahami konflik sosial.

Menurut Marx, konflik sosial muncul dari ketidaksetaraan ekonomi dan perbedaan kelas sosial.

Dia berpendapat bahwa konflik kelas adalah dorongan utama di balik perubahan sosial, dan konflik ini terjadi karena kelompok ekonomi yang berkuasa berusaha mempertahankan dominasinya.

3. Emile Durkheim

Mempelajari pengertian menurut Emile Durkheim akan membantu kita menafsirkan contoh konflik realistis dan non realistis, mari kita simak bersama-sama penjelasan berikut.

Meskipun Emile Durkheim lebih vokal tentang integrasi sosial dan solidaritas dalam masyarakat, dia juga mengakui adanya konflik.

Baginya, konflik adalah bagian dari dinamika sosial yang mengingatkan masyarakat tentang batasan normatif dan nilai-nilai bersama.

Durkheim mengemukakan konsep “anomie” untuk menggambarkan ketidakstabilan yang terjadi akibat konflik dan ketidaksesuaian antara individu dan nilai-nilai masyarakat.

4. Georg Simmel

Georg Simmel mengembangkan pandangan tentang konflik sebagai bentuk interaksi sosial yang memiliki potensi untuk menciptakan perubahan dalam hubungan antarindividu.

Dia memandang konflik sebagai sumber dinamika sosial dan inovasi.

5. Lewis Coser

Lewis Coser mengembangkan teori konflik fungsional, yang menganggap bahwa konflik sosial dapat memiliki dampak positif dalam masyarakat.

Menurutnya, konflik dapat membantu menjaga keseimbangan dan memecahkan ketegangan sosial yang ada.

Komponen Konflik Sosial

Mempelajari contoh konflik realistis dan non realistis belum lengkap rasanya jika belum mempelajari komponen konflik itu sendiri. Mari kita pelajari lebih dulu komponen konflik sosial berikut.

1. Sumber Konflik

Konflik dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk persaingan ekonomi, perbedaan etnis, ketidaksetaraan sosial, perbedaan nilai atau norma, juga persaingan politik.

2. Manifestasi Konflik

Konflik dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk konflik interpersonal (antara individu), konflik antar kelompok, dan bahkan konflik antara negara-negara.

3. Konflik Fungsional

Sosiologi juga mengakui bahwa konflik tidak selalu bersifat destruktif atau merusak.

Dalam beberapa kasus, konflik dapat memiliki fungsi positif, seperti merangsang perubahan sosial yang diperlukan atau mengidentifikasi masalah dalam masyarakat yang perlu diatasi.

4. Teori Konflik

Ada teori-teori dalam sosiologi yang berfokus pada konflik sebagai salah satu aspek utama dalam analisis sosial.

Contoh teori konflik termasuk teori konflik Marxian, teori konflik sosial Jürgen Habermas, dan teori konflik simbolis yang menekankan pentingnya makna dalam konflik.

5. Penyelesaian Konflik

Studi sosiologi juga mencakup penelitian tentang cara-cara penyelesaian konflik dan mekanisme yang digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi ketegangan sosial.

6. Dampak Konflik

Sosiologi juga memeriksa dampak konflik terhadap masyarakat, termasuk dampaknya terhadap kesejahteraan sosial, stabilitas politik, ketidaksetaraan, perubahan budaya, dan berbagai aspek kehidupan

Macam-macam Konflik Sosial

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai macam-macam konflik sosial yang akan mempermudah kita memahami contoh konflik realistis dan non realistis nanti:

1. Konflik Vertikal

Konflik vertikal adalah jenis konflik sosial yang terjadi antara kelompok atau individu yang berada dalam hierarki atau tingkatan sosial yang berbeda.

Konflik ini terjadi berbagai lapisan masyarakat, seperti konflik antara pekerja dan majikan, atau antara warga biasa dan pemerintah.

Konflik vertikal seringkali muncul akibat ketidaksetaraan kekuasaan, status, atau sumber daya di antara kelompok-kelompok ini.

Halaman:

Advertisement