Advertisement
Source : unsplash.com/@will2well

Tekanan Hidrostatis dan Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pelajari konsep tekanan hidrostatis dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari yang mudah dipahami.

11 November 2025 Lailla

2. Bagian Dasar Bendungan yang Tebal

Jika pernah melihat bendungan, ternyata struktur pembuatan dindingnya membutuhkan pertimbangan khusus. Pada bagian dasar bendungan, dindingnya lebih tebal dibandingkan dinding bendungan bagian atas.

Hal ini dikarenakan tekanan zat cair di bagian bawah bendungan lebih besar dibandingkan bagian atas. Oleh karena itu, agar bendungan tidak jebol atau retak, bagian dinding bawah didesain tebal agar kuat.

3. Dispenser Galon Air

Saat kamu membuka kran dispenser, air dari dalam galon akan langsung turun ke dalam wadah yang sudah kamu siapkan.

Hal ini dapat terjadi karena ada tekanan air dari atas yang mendorong air dalam galon keluar.

4. Selang Air pada Toren

Jika kamu pernah melihat toren yang diletakkan di tempat tinggi kemudian dihubungkan dengan selang yang mengarah ke kamar mandi, kamu bisa melihat fenomena tekanan hidrostatis.

Semakin tinggi posisi toren dari tanah, akan semakin kencang pula air yang keluar dari ujung selang. Ini lah yang menjadi pertimbangan orang-orang menaruh toren di atas rumah atau bagian yang lebih tinggi dari rumah.

5. Akuarium Ikan

Ternyata, penerapan prinsip tekanan hidrostatis juga ditemukan pada pembuatan akuarium ikan. Agar bisa menahan tekanan air, bagian kaca harus kuat. Selain itu, ukuran kaca dan sambungan akuarium dirancang sesuai ketinggian air serta tidak asal-asalan.

6. Desain Kolam Renang

Kolam renang yang terisi air akan mendapatkan tekanan besar dari air. Semakin dalam suatu kolam, tekanan air di bawahnya akan semakin besar.

Prinsip tekanan hidrostatis diterapkan dengan membuat desain dinding kolam renang, baik pemilihan material maupun pondasinya diatur berdasarkan kedalaman agar kokoh.

7. Kapal Selam

Semakin dalam suatu kapal selam menyelam, maka semakin besar pula tekanan luarnya bekerja pada tubuh kapal selam.

Agar kapal selam tidak hancur dan tetap kuat saat berada di kedalaman, pembuatan bodinya harus dipertimbangkan.

8. Menara Air pada Gedung Tinggi

Penyimpanan air pada menara atau gedung tinggi memiliki tekanan yang besar, sehingga air tersebut dapat dialirkan ke banyak lantai di bawahnya tanpa memerlukan bantuan pompa besar. Lebih efektif dan hemat energi, bukan?

9. Sumur Bor

Tekanan air yang terdapat di dasar sumur besar karena berat air yang ada di atasnya. Oleh karena itu, diperlukan pompa air yang kuat agar bisa mengangkat air ke permukaan tanah.

Eksperimen Sederhana Tentang Tekanan Hidrostatis

Agar semakin paham dengan prinsip-prinsip tekanan hidrostatis, terdapat beberapa percobaan fisika tema materi hidrostatis yang dapat kamu coba di rumah.

1. Percobaan Botol Berlubang dengan Variasi Tinggi

Tujuan eksperimen: Membuktikan bahwa tekanan air bertambah seiring kedalaman.

Alat dan bahan:

  • 1 botol plastik bekas air mineral (1,5 liter)
  • Air secukupnya
  • Paku atau jarum (untuk membuat lubang)
  • Ember / baskom untuk menampung air

Cara kerja:

  • Lubangi botol pada tiga tempat dengan ketinggian berbeda (atas, tengah, dan bawah botol).
  • Tutup semua lubangnya menggunakan jari.
  • Isi botol dengan air sampai penuh.
  • Lepas semua tutup lubang secara bersamaan dan perhatikan air yang keluar dari tiap lubang.

Hasil pengamatan:

Lubang paling bawah menyemburkan air paling jauh.
Lubang tengah menyemburkan air sedang.
Lubang paling atas menyemburkan air paling pendek.

Tekanan air meningkat seiring kedalaman (h). Lubang di bawah memiliki kolom air paling tinggi di atasnya, sehingga tekanannya paling besar. Hasil ini sesuai rumus: P = ρ × g × h yang menunjukkan bahwa h sebanding dengan P.

Halaman:

Advertisement