6 Unsur Intrinsik Novel dalam Bahasa Sunda beserta Ciri-cirinya
Apa saja unsur intrinsik dalam sebuah novel? Bisakah dikenali berdasarkan ciri-cirinya? Kamu bisa menyimak ulasan selengkapnya di sini.
Sebuah peristiwa akan ditunjukkan di dalam jalan cerita, apa penyebab timbulnya suatu peristiwa. Plot mengambil dari penyebab timbul atau terjadinya peristiwa, sementara jalan cerita adalah rangkaiannya.
Dari penjelasan tersebut diketahui bahwa yang dimaksud galur adalah rangkaian yang berhubungan dengan peristiwa yang diceritakan oleh pengarang dari awal sampai akhir cerita.
Dalam novel Sunda, galur dibagi lagi menjadi tiga, yaitu mèrèlè, bobok tengah, dan ti tukang.
a. Galur Mèrèlè
Pengertian dari galur mèrèlè adalah urutan atau hubungan peristiwa yang diceritakan oleh pengarang secara berurutan. Diawali dengan mengangkat cerita, menceritakan palaku, sampai akhir cerita.
b. Galur Bobok Tengah
Dalam novel Indonesia, galur bobok tengah biasanya dikenal juga sebagai alur campuran.
Cerita yang menggunakan galur bobok tengah biasanya akan langsung menceritakan dari penggalan cerita yang dianggap paling seru atau berdampak.
Hal ini berbeda dengan cerita yang menggunakan galur mèrèlè. Alasannya, cerita dengan galur bobok tengah tidak memperkenalkan keadaan palaku atau tokoh dan tempat berlangsungnya peristiwa secara panjang lebar.
c. Galur Ti Tukang
Unsur intrinsik novel Sunda, galur ti tukang bisa juga disebut sebagai galur mundur atau flashback.
Cerita yang menggunakan alur ini adalah cerita yang diawali dengan menceritakan akhir cerita, lalu maju ke tengah sampai akhir.
Untuk lebih ringkas, maksud dari galur ini adalah sebaliknya dari galur mèrèlè. Jadi, cerita diawali dari akhir novel tersebut.
3. Palaku atau Tokoh
Berbeda dengan palaku atau tokoh yang ada di sastra zaman dahulu, biasanya palaku dalam novel adalah manusia.
Selaku pribadi, palaku yang menjadi tokoh memiliki watak. Demi watak yang ada dalam diri palaku bisa dijelaskan dengan beberapa cara.
Pertama, dengan tingkah lakunya. Kedua, dengan jalan pikirannya. Ketiga, dengan ucapan atau kata-kata yang diungkapkan dalam percakapan.
Keempat, dengan gambaran wujudnya. Kelima, dengan gambaran langsung. Dengan begitu, palaku menjadi bagian dari unsur intrinsik novel Sunda.
Mengenai jumlahnya, palaku yang menjadi tokoh utama biasanya ada satu orang dan ada juga yang lebih dari satu orang. Palaku atau tokoh dengan sifat protagonis adalah palaku utama atau tokoh utama.
Sementara, palaku dengan sifat antagonis adalah palaku tambahan. Beberapa macam palaku atau tokoh dalam novel Sunda, yaitu:
- Palaku utama (tokoh utama)
- Palaku pembantu (tokoh pembantu)
- Palaku tambahan (tokoh tambahan)
Halaman:

