9 Contoh Soal Hukum Kekekalan Massa dan Jawabannya dengan Rumus, Yuk Pelajari!
Hukum Lavoisier menjelaskan tentang massa zat yang tidak berubah selama reaksi berlansung. Pelajari penjelasan dan cotoh soalnya di artikel berikut!
Tahukah kamu bahwa dalam reaksi kimia, massa zat sebenarnya tidak pernah hilang, meskipun bentuknya terlihat berubah?
Misalnya saat kayu dibakar lalu hanya menyisakan abu yang tampak lebih ringan, seolah-olah sebagian massanya hilang. Melalui Hukum Kekekalan Massa, konsep tersebut dapat dijelaskan secara logis, lho.
Yuk, pahami lebih banyak tentang pengertian hingga contoh soal Hukum Kekekalan Massa dan jawabannya, yang sudah Mamikos persiapkan di artikel berikut ini. 🙋♀️📖📝
Daftar Isi
Pengertian Hukum Kekekalan Massa

Hukum Kekekalan Massa atau Hukum Laviosier menjelaskan bahwa massa zat tidak akan berubah selama reaksi berlangsung, asalkan prosesnya terjadi dalam sistem tertutup. Artinya, berat total zat sebelum reaksi akan sama dengan berat total zat setelah reaksi.
Dikutip dari britannica.com, hukum dasar Kimia ini diperkenalkan oleh Antoine Lavoisier pada akhir abad ke-18. Dari sinilah muncul pemahaman bahwa materi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Zat hanya berubah bentuk atau susunannya saja.
Menariknya, gagasan serupa ternyata sudah lebih dulu dipikirkan oleh ilmuwan Rusia bernama Mikhail Lomonosov. Karena itu, di beberapa sumber, hukum ini juga dikenal dengan sebutan Hukum Lomonosov–Lavoisier.
Hukum Kekekalan Massa juga membantu menjawab kebingungan yang sering muncul saat melihat peristiwa pembakaran. Misalnya, ketika kayu dibakar lalu tersisa abu yang tampak jauh lebih ringan, banyak yang mengira sebagian massanya hilang.
Padahal sebenarnya tidak demikian. Massa kayu tersebut berubah menjadi bentuk lain, seperti abu, arang, dan gas yang terlepas ke udara.
Nah, jika seluruh proses pembakaran dilakukan dalam wadah tertutup dan semua hasil reaksinya ditimbang, maka total massanya akan tetap sama dengan massa kayu awal ditambah oksigen yang ikut bereaksi.
Hal tersebut dibuktikan langsung oleh Lavoisier melalui percobaan pembakaran raksa. Raksa yang dipanaskan justru mengalami penambahan massa karena mengikat oksigen dari udara.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa dalam setiap reaksi kimia, jumlah massa zat sebelum reaksi selalu seimbang dengan jumlah massa zat setelah reaksi. Tidak ada massa yang hilang, hanya mengalami perubahan bentuk.
Rumus Hukum Kekekalan Massa
Untuk memastikan tidak ada massa yang hilang selama reaksi berlangsung, Hukum Kekekalan Massa dirumuskan dengan membandingkan massa zat sebelum dan sesudah reaksi, yaitu:
∑massa reaktan=∑massa produk
Selain digunakan dalam perhitungan kimia dasar, prinsip Kekekalan Massa juga diterapkan pada kajian yang lebih luas, seperti mekanika fluida dan mekanika kontinum.
Pada bidang ini, hukum tersebut dinyatakan melalui persamaan kontinuitas yang menggambarkan aliran massa terhadap waktu dan ruang:
∂ρ∂t+∇·(ρv)=0
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan singkat dari setiap variabel pada persamaan tersebut:
- (ρ) menyatakan massa jenis atau densitas fluida
- (t) menunjukkan waktu
- (v) merupakan vektor kecepatan aliran
- (∇·) menggambarkan perubahan aliran massa dalam suatu ruang
Dari persamaan tersebut semakin menegaskan bahwa Hukum Kekekalan Massa tidak hanya berlaku pada reaksi kimia di laboratorium, tetapi juga menjadi dasar untuk memahami berbagai fenomena alam, seperti aliran air, pergerakan udara, hingga dinamika massa di atmosfer.
Contoh Soal Hukum Kekekalan Massa dan Jawabannya
Selanjutnya, agar materi yang tadi Mamikos jelaskan lebih mudah untuk dipahami sekaligus dibuktikan, berikut beberapa contoh soal Kekekalan Massa dan jawabannya yang bisa kamu pelajari.
1. Sebanyak 15 gram kalsium oksida (CaO) direaksikan sepenuhnya dengan 12 gram gas karbon dioksida CO2 di dalam sebuah wadah tertutup. Berapakah massa kalsium karbonat CaCO3 yang akan dihasilkan dari reaksi tersebut?
Pembahasan:
Sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa, total massa sebelum reaksi harus sama dengan total massa sesudah reaksi.
Massa sebelum reaksi: Massa CaO + Massa CO2 = 15 gram + 12 gram = 27 gram.
Massa sesudah reaksi: Karena sistem tertutup, maka massa produk CaCO3 harus sama dengan massa reaktan.
Jawaban: Massa CaCO3 yang terbentuk adalah 27 gram.
Halaman:



