Advertisement
Source : Getty Images/feedough

21+ Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya

Penasaran bagaimana cara untuk membuat sebuah contoh teks anekdot beserta strukturnya? Simak uraian di bawah ini.

2 September 2025 Anang

21+ Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya – Saat mengalami kondisi lucu, menuangkannya menjadi sebuah anekdot sepertinya menyenangkan.

Apalagi jika Anda bisa membuatnya sendiri dengan berpedoman pada contoh teks anekdot beserta strukturnya yang baik dan benar.

Secara umum, teks jenis anekdot merupakan bentuk salah satu cerita kategori singkat yang intinya lucu, namun dibuat dengan maksud mengkritik. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini! 📖😊✨

Apa Saja Kaidah Kebahasaan dalam Teks Anekdot?

Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya
Getty Images/feedough

Untuk membuat sebuah anekdot, ada kaidah bahasa yang harus dipenuhi agar tidak melenceng dari definisi dari cerita tersebut. Berikut ini beberapa kaidah kebahasaan yang melekat pada sebuah anekdot.

Kaidah kebahasaan ini akan menjadi pembeda utamanya dengan karya tulis lainnya. Jadi, kalau Anda ingin membuatnya, maka hal pertama yang perlu dilakukan tentu memahami kaidah tersebut.

1. Mengurutkan Kejadian Menurut Waktu Kejadian

Ada daftar kejadian yang diurutkan berdasarkan kapan terjadinya, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami jalan cerita yang ingin ditampilkan.

2. Menggunakan Keterangan untuk Waktu Lampau

Biasanya merupakan cerita yang sudah terjadi sebelumnya, seperti “Bulan lalu, Bapak A dan B bertemu di kantor C”

3. Menggunakan Kata Sifat, Majemuk, dan Benda

Ada penggunaan berbagai jenis kata dalam cerita teks anekdot ini, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan cerita dan apa yang ingin disampaikan.

4. Ada Kata Penghubung

Antar kalimat, sering menggunakan kata penghubung untuk membuat sebuah kesatuan cerita yang sesuai tema dan tujuan pembuatannya.

5. Pertanyaan Retorik

Untuk membuat pembaca lebih tertarik, maka penggunaan pertanyaan yang tak butuh jawaban juga menjadi salah satu kaidahnya. Biasa juga disebut dengan pertanyaan retorik. Contohnya saja “Apakah orang mati punya kesempatan untuk hidup lagi?”

6. Gaya Bahasa Metafora

Kebanyakan anekdot juga menggunakan bahasa metafora, yang menyebutkan kata-kata kiasan tanpa membandingkan antara satu dengan yang lainnya, seperti “Jangan sampai tertipu buaya darat”

7. Bahasa Informal

Penggunaan gaya bahasa informal juga menjadi bagian dari kaidah kebahasaan saat membuat sebuah anekdot. 

Fungsinya agar siapapun yang membaca bisa merasa dekat dan akrab dengan cerita, tanpa dibatasi kekakuan dalam penggunaan istilah maupun pola bahasa.

Kumpulan Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman Singkat dan Lucu

8. Perpaduan Fakta

Memadukan fakta yang berkaitan dengan tema anekdot yang digunakan, alhasil cerita jadi lebih update dan mudah dipercaya oleh pembaca. Tentunya, dalam konteks bercanda maupun sindiran halus. 

Apa Saja Struktur dari Teks Anekdot?

Setiap karya tulis maupun teks, memiliki struktur penulisannya sendiri termasuk anekdot. Ketika Anda membuat contoh teks anekdot beserta strukturnya, maka hasilnya akan lebih sempurna. Seperti apa strukturnya?

1. Abstraksi

Yaitu bagian yang letaknya ada di bagian awal sebuah paragraf anekdot, isinya adalah gambaran umum tentang apa yang ingin disampaikan dari cerita tersebut.

Penjabaran dalam abstraksi biasanya meliputi keseluruhan cerita dalam bentuk singkat.

2. Orientasi

Merupakan penjelasan kondisi pada awal sebuah cerita anekdot, misalnya menggambarkan dimana lokasi percakapan tokoh dalam cerita. Bisa juga sebuah ilustrasi kondisi saat sebuah kejadian akan terealisasi.

5 Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-Hari

3. Event

Yaitu sebuah penjelasan terhadap susunan sebuah peristiwa yang dijelaskan pada teks tersebut. 

4. Krisis

Pada bagian ini sudah menjadi puncak dari pembahasan topik cerita, dimana pembahasan sudah mencapai klimaks antara semua karakter yang berperan.

5. Reaksi

Bagian reaksi sangat penting karena menjadi titik balik dari inti masalah yang dijelaskan. 

Dapat juga disebut sebagai upaya untuk memecahkan masalah pada cerita, sehingga dijadikan solusi yang akan membuat pembaca memahami dan bisa mengambil hikmahnya.

6. Koda

Perubahan yang terjadi setelah solusi disampaikan. Misalnya ketika pemeran utama menjelaskan plesetan dari sebuah istilah yang selama ini banyak dipakai orang, untuk menunjukkan sisi lucu dari cerita.

7. Reorientasi

Merupakan bagian paling akhir dari rangkaian cerita sebuah anekdot. Bisa berupa sikap akhir dari para pemerannya, hingga situasi terakhir yang terjadi di akhir cerita. Misalnya “Andi geleng-geleng kepala”.

Contoh Teks Anekdot Lucu Tentang Sekolah Singkat Dilengkapi Strukturnya

Apa Saja Ciri-ciri Teks Anekdot?

Sangat mudah untuk menentukan apakah sebuah teks masuk kategori anekdot atau tidak. Salah satunya, dengan melihat apakah cerita tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut atau tidak.

  1. Pertama, yaitu karakter utama yang ditonjolkan pada cerita tersebut adalah sosok humoris, yang akan memberikan informasi utama termasuk kelakar dan candaan mengkritik.
  2. Kedua, cerita ini berisi sindiran yang ditujukan kepada seseorang, kelompok, atau kondisi tertentu yang memang ada pada kehidupan nyata.
  3. Ketiga, menampilkan karakter dari sisi manusia dan juga hewan sebagai dua kubu yang biasanya bertolak belakang.
  4. Keempat, tujuannya jelas untuk satu pihak yang ingin disindir, baik itu perbuatannya hingga karakter utama yang dimiliki pihak tersebut.
  5. Kelima, alur cerita mengusung realita yang jelas dan bukan sekedar cerita fiksi belaka. Kebanyakan sudah sangat familiar di tengah masyarakat.
  6. Keenam, ada unsur lucu dalam teks tersebut sebagai penjabaran pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Contoh-contoh Teks Anekdot Tentang Kesehatan dan Kehidupan

Bagaimana Membuat Teks Anekdot yang Benar?

Untuk membuat sebuah teks anekdot, ada langkah-langkah perlu dilakukan agar teks yang dibuat benar-benar sesuai dengan kaidah penulisan yang benar.

Selain itu, nantinya anekdot yang dihasilkan enak dibaca dan menarik.

1. Penentuan Topik

Sama halnya dengan karya tulis lainnya, anekdot juga dibuat ketika sudah ada sebuah topik yang akan dibahas. Penentuan topik yang tepat, akan membuat penyajian cerita jadi lebih memiliki alur yang jelas.

Penentuan ini bisa dilakukan berdasarkan pengamatan pada fenomena yang terjadi saat ini di tengah masyarakat.

Dapat juga dari pengalaman pribadi dari penulis atau saran dari berbagai pihak, yang nantinya dituangkan dalam sebuah cerita.

2. Cari Referensi

Saat ini referensi tidak lagi sekedar buku, Anda bisa memperluas referensi dari berbagai sumber. Seperti situs-situs berita dan informasi kekinian, media sosial, hingga cerita-cerita dari mulut ke mulut yang Anda terima.

Selain itu, referensi dari sebuah imajinasi juga bisa dituangkan menjadi sebuah anekdot.

Begitu juga dengan observasi yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah ide menarik, untuk nantinya dijadikan tema yang dibahas.

Contoh Teks Anekdot beserta Struktur Orientasi, Komplikasi, dan Evaluasi

3. Apa Pesan yang Ingin Diungkapkan?

Setiap topik, akan memiliki sebuah pesan untuk disampaikan. Pesan bisa bersifat lugas dan langsung dijabarkan tersurat pada teks atau biasa disebut pesan eksplisit.

Bisa juga berupa pesan melalui kata kiasan yang tersirat pada cerita tersebut, biasa juga disebut pesan implisit.

Contoh eksplisit adalah “Uang itu bisa membuat orang lupa kodratnya, bahkan sampai melakukan hal yang dilarang”.

4. Poin Lucu yang Dimasukkan

Biasanya untuk point lucu yang disampaikan, akan sedikit menyindir sebuah kondisi atau kebijakan dan lainnya. Namun, ketika dibaca menjadi lucu sehingga orang tertawa ketika membaca bagian lucu tersebut.

Contohnya “Uang itu, seperti permen tangkai yang manis tapi kalau sudah tinggal tangkainya saja dapat berubah fungsi jadi tusuk gigi”.

5. Alur Cerita Sesuai Struktur

Alur cerita yang dijabarkan dalam sebuah teks anekdot, harus sesuai dengan struktur baku dari pembuatan cerita singkat tersebut. Mulai dari bagian abstraksi sampai reorientasi, semua harus ada dan jelas tergambar.

Jangan sampai dibolak balik karena bisa membingungkan siapapun yang nanti membaca, bahkan bisa membuat pesan yang ingin disampaikan tidak sesuai harapan.

Halaman:

Advertisement