Cara Membuat Buku Besar dan Contohnya yang Baik dan Benar, Terlengkap!
Buku besar sendiri adalah tahap catatan terakhir (book of final entry) dalam bidang akuntansi.
General ledger merupakan satu dari jenis buku besar akuntansi.
Buku ini menjadi bagian penting dari sebuah siklus akuntansi. Perlu diketahui bahwa catatan seperti ini berisi kumpulan data-data transaksi historis termuat di jurnal khusus dan umum, dalam cara membuat buku besar.
Buku besar sendiri adalah tahap catatan terakhir (book of final entry) dalam bidang akuntansi.
Sehingga kamu harus memahami cara membuat buku besar dari jurnal umum dengan benar, serta memahami arti buku besar. Simak informasi selengkapnya mengenai buku besar di bawah ini.
Daftar Isi
- Pengertian dan Fungsi dari Buku Besar
- Macam Buku Besar
- 1. Buku Besar Umum (General Ledger)
- 2. Buku Besar Pembantu
- 3. Buku Besar Pembantu Utang
- 4. Buku besar piutang usaha
- 5. Buku Besar Kreditur (Creditors Ledger)
- 6. Buku Besar Debitur (Debitors Ledger)
- Bentuk Buku Besar
- Cara Membuat Buku Besar dengan Melakukan Posting dari Jurnal Menuju Buku Besar
- Cara Membuat Buku Besar yang Benar dan Profesional
- Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membuat Buku Besar
- Hubungan Buku Besar dengan Neraca Saldo dan Laporan Keuangan
- Contoh dan Cara Membuat Buku Besar
Pengertian dan Fungsi dari Buku Besar

Pengertian
Buku besar berarti sebuah buku yang mempunyai isi perkiraan tentang rangkuman dari pengaruh adanya transaksi keuangan akibat kewajiban, perubahan aktiva, maupun modal di dalam perusahaan.
Dalam pengertian lainnya, buku besar juda alat digunakan untuk mencatat berbagai perubahan.
Perubahan tersebut perlu dicatat di suatu akun karena terdapat transaksi keuangan.
Perusahaan memiliki buku besar dengan perkiraan jumlah berbeda antar satu dan yang lainnya.
Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa faktor seperti keuangan, jenis kegiatan, & informasi diperlukan perusahaan.
Selain itu ada juga faktor lainnya meliputi volume transaksi dan kekayaan perusahaan.
Aktivitas pencatatan buku besar sendiri disebut sebagai posting. Bisa dikatakan bahwa uku besar adalah pemindahan akun berasal dari jurnal uum.
Sehingga posting biasanya dilakukan setelah ada jurnal umum.
Akun-akun di dalam buku besar digolongkan menjadi 2, yaitu real account (akun ril) dan nominal account (akun nominal).
Akun riil sendiri akun yang ada pada neraca seperti modal, hutang, kewajiban, dan aktiva.
Sedangkan akun nominal biasanya terdapat di laporan laba rugi seperti pendapatan & akun beban.
Kegunaan atau Fungsi
- Sebagai alat untuk menggolongkan atau mengkategorikan data keuangan & bisa mengetahui keadaan / jumlah rekening (akun) yang sebenarnya apakah terdapat perbedaan atau tidak
- Digunakan sebagai alat untuk meringkas data-data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal melalui cara membuat buku besar
- Sebagai informasi atau bahan dalam menyusun laporan keuangan
- Sebagai dasar dari penggolongan transaksi yang telah maupun tercatat di dalam sebuah jurnal
Macam Buku Besar
1. Buku Besar Umum (General Ledger)
Buku besar umum merupakan buku yang berisi berbagai perkiraan yang tiap bagian berdiri sendiri.
Beberapa diantaranya berisi seperti periode tertentu seperti kas, piutang, modal, serta persediaan utang.
Buku besar jenis ini merupakan sebuah pedoman yang memiliki pengaruh dari transaksi pada perubahan modal dari perusahaan.
Termasuk aktiva serta kewajiban sebuah perusahaan.
2. Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu biasanya banyak disebut sebagai buku tambahan. Di dalam buku besar pembantu terdapat rekening-rekening secara khusus mencatat utang usaha dan piutang secara detail.
Buku besar jenis ini terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
3. Buku Besar Pembantu Utang
Buku besar pembantu utang sering juga disebut dengan nama lain buku utang.
Buku besar ini mencatat tentang tiap pemasok secara rinci, termasuk jumlah utang sekaligus dan mencatat siapa pemasok yang memberikan pinjaman kredit dalam Cara membuat buku besar akuntansi
4. Buku besar piutang usaha
Buku piutang khusus adalah nama lain dari buku besar piutang usaha, di dalamnya merinci dimana lokasi, berapa jumlah transaksi, dan langganan kredit.
Selain itu buku piutang khusus juga mencatat kepada siapa saja perusahaan melakukan transaksi mengenai penjualan menggunakan cara kredit.
5. Buku Besar Kreditur (Creditors Ledger)
Buku besar kreditor satu ini hanya mengumpulkan berbagai informasi dari satu jurnal saja, yaitu jurnal pembelian.
Tujuan adanya buku besar kreditor agar dapat memberi pengetahuan tentang perusahaan berhutang kepada pemasok mana.
Jumlah uang yang dihutang tersebut pun butuh dihitung ketika kamu menerapkan cara membuat buku besar perusahaan dagang.
Bentuk buku besar ini bisa kamu pakai salah satunya disesuaikan dengan kebutuhan.
6. Buku Besar Debitur (Debitors Ledger)
Secara garis besar, buku besar debitur sangat berbeda dengan buku besar perusahaa. Salah satu perbedaanya buku besar debitur hanya dapat mengumpulkan informasi dari jurnal atau catatan penjualan.
Pengumpulan informasi tersebut agar dapat memberi pengetahuan tentang pelanggan yang melakukan hutang di dalam bisnis & berapa jumlahnya.
Bentuk Buku Besar
Buku besar Berbentuk T
Cara membuat buku besar bentuk T terbilang paling sederhana dan sangat sering digunakan ketika sedang membuat buku besar.
Perlu diketahui bahwa buku besar jenis ini dipakai untuk keperluan menjelaskan mekanisme pemakaian akun serta analisis transaksi.
Halaman:

