Advertisement
Source : unsplash.com/campaign_creators

Apa itu Micromanaging dalam Dunia Kerja dan Apakah Memiliki Dampak Buruh?

Apakah kamu sedang merasa kurang nyaman dengan gaya kepemimpinan atasan yang selalu ingin tahu pekerjaanmu dengan sangat detail? Mungkin atasanmu melakukan pendekatan tipe micromanaging. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

13 Maret 2024 Bella Carla

Kenali Ciri Micromanaging

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sistem micromanaging merupakan sebuah perilaku yang dapat menurunkan kualitas kerja serta moral para karyawan.

Sayangnya, masih banyak pekerja yang tidak sadar bahwa atasan mereka adalah seorang micromanager. Oleh sebab itu, rasanya penting bagi semua karyawan untuk mengetahui ciri-ciri sistem micromanagement.

Nah, berikut adalah penjelasan ciri-ciri micromanage yang perlu kamu ketahui.

1. Tidak pernah puas dengan hasil kerjamu

Micromanagement atau micromanaging merupakan sebuah sistem di mana atasan tidak akan memberi kamu feedback.

Pada gaya kepemimpinan satu ini, atasan justru cenderung memberikan kritik yang tidak solutif.

Bentuk kritik yang diberikan akan menjatuhkan mental dan semangat para karyawan. Maka, wajar saja jika produktivitas karyawan akan terhambat.

Tipe kepemimpinan dalam dunia kerja yang seperti ini bisa dibilang toxic. Karena tak hanya mengurangi angka produktivitas saja, micromanage juga dapat menimbulkan gosip di antara sesama pekerja.

6 Cara Menjadi Karyawan Baru yang Baik dan Profesional

2. Emosi yang berlebihan

Tak hanya kritik kosong, perkataan seorang pemimpin yang menganut micromanaging biasanya sangat menyinggung sehingga dapat merusak suasana di kantor.

Seorang micromanager tidak akan merasa pernah merasa malu untuk meluapkan emosinya.

Jika ia frustasi terhadap hasil kinerja kamu, biasanya emosi seorang micromanager akan meluap-luap hingga melupakan batas etika profesional.

Atasan yang menganut gaya kepemimpinan satu ini akan menghiraukan perasaan dan psikis pekerjanya tetapi akan selalu menuntut hasil yang sempurna.

3. Fokus berlebih pada progress pekerjaan

Alih-alih memberikan detail dan deskripsi tugas yang memadai, micromanage malah justru merupakan sistem yang mendorong atasan untuk berfokus pada proses pelaksanaan tugas.

Atasan hanya akan memerintahkanmu untuk bekerja sesuai standarnya hingga mengacuhkan cara kerja tim yang dipimpin.

Selain itu, atasan juga akan memberikan opini pada setiap tahap pekerjaan. Parahnya, atasan juga akan memberikan hukuman jika detail pekerjaanmu tidak sesuai rencana yang telah ia rancang.

4. Ingin selalu tahu di mana karyawannya berada dan apa yang sedang dikerjakan

Dalam gaya kepemimpinan micromanage, atasan juga fokus untuk mengetahui di mana pekerjanya berada, serta detail tugas yang mereka kerjakan.

Bagi mereka, mengetahui keberadaan karyawan serta rincian tugas itu penting untuk menerapkan kendali yang ketat.

Atasan yang menganut gaya kepemimpinan satu ini juga tak segan untuk memberi tumpukan pekerjaan baru jika karyawannya sedang memiliki waktu luang.

Setelah itu, atasan akan memperhatikan bagaimana cara karyawan menuntaskan tugas barunya.

Atasan akan memonitor kinerja karyawan dalam setiap kesempatan tanpa memberi sebuah jarak agar karyawan bisa fokus bekerja.

Halaman:

Advertisement