Advertisement
Source : unsplash.com/campaign_creators

Apa itu Micromanaging dalam Dunia Kerja dan Apakah Memiliki Dampak Buruh?

Apakah kamu sedang merasa kurang nyaman dengan gaya kepemimpinan atasan yang selalu ingin tahu pekerjaanmu dengan sangat detail? Mungkin atasanmu melakukan pendekatan tipe micromanaging. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

13 Maret 2024 Bella Carla

4. Meningkatnya Stres dan Ketegangan

Katika diperhatikan dan diawasi secara ketat secara terus menerus tentu dapat meningkatkan tingkat stres dan ketegangan pada karyawan.

Hal ini dapat mengurangi kepuasan kerja dan meningkatkan risiko kelelahan atau kelelahan mental mereka.

6 Cara Menghadapi Atasan yang Egois dengan Cara yang Baik

Cara Menyikapi Atasan Micromanaging

Jika kamu memiliki atasan micromanaging, kamu tidak perlu merasa tertekan. Mari coba ikuti beberapa cara menyikapi atasan micromanaging berikut ini.

1. Hadapi dengan berani

Jika atasan kamu meminta progress pekerjaanmu se-detail mungkin, coba untuk merasa tidak takut.

Kumpulkan keberanian kamu dan bicarakan bahwa kamu masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya. Tegaskan kepada atasan bahwa ia bisa bertanya kembali sesuai dengan waktu yang kamu berikan.

2. Mengubah pola pikirmu

Kamu perlu mengingatkan kembali pada dirimu bahwa tidak ada satu hal yang bisa kamu kendalikan di dunia ini selain diri kamu sendiri.

Meskipun tidak dapat mengendalikan perilaku atasanmu yang micromanaging, kamu bisa mengubah pola pikirmu. Cobalah pelan-pelan memahami bahwa gaya kepemimpinannya memang berbeda.

3. Cari tahu ekspektasinya

Menurut Forbes, cara yang efektif untuk membangun rasa kepercayaan dari atasan yang menganut gaya kepemimpinan micromanaging adalah dengan memahami ekspektasi atasan terhadap karyawannya.

Ketika atasanmu mengevaluasi pekerjaan kamu, tak perlu takut untuk bertanya apa ekspektasinya terhadap pekerjaanmu.

Hal ini akan membantu kamu untuk mengetahui apa yang seharusnya menjadi jobdesc kamu.

4. Jadilah proaktif dalam pekerjaanmu

Jika atasan kamu menuntut update secara berkala, kamu bisa coba bersikap proaktif.

Dengan bersikap demikian, akan membuatmu mampu mengidentifikasi masalah dengan lebih sigap karena sudah memetakannya, termasuk kapan dan apa saja update yang harus kamu sampaikan ke atasan.

5. Tentukan OKR (Objectives and Key Result)

OKR merupakan teknik manajemen yang menyediakan segala elemen penting micromanagement tanpa kontrol yang berlebih.

Nah, OKR yang ditetapkan tiap kuartal dalam kalender kantor tentunya dapat memberikan ruang bagi karyawan untuk dapat bekerja secara matang dan terbebas dari kendali berlebih.

Menentukan OKR akan jauh lebih efektif karena berdasar persetujuan atasan dan para karyawan mengenai hak serta kewajiban masing-masing pihak. Dengan ini, kebebasan dalam beraspirasi juga akan turut tercipta.

Halaman:

Advertisement