Cara Menghitung Laju Pertumbuhan Ekonomi dengan Rumus dan Contohnya
Kesejahteraan masyarakat yang ada dalam sebuah negara dapat dilihat melalui laju pertumbuhan ekonomi yang dimilikinya. Simak bagaimana cara menghitung laju pertumbuhan ekonomi dalam sebuah negara pada artikel di bawah ini.
Maka dari itu, banyak pemerintahan di berbagai negara yang selalu berusaha untuk bisa meningkatkan kualitas dari pertumbuhan ekonomi yang ada.
Hal ini dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk membantu rakyatnya mendapatkan kehidupan dengan lebih baik dan sejahtera dari sebelumnya.
Indikator yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya telah disebutkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi ini menjadi indikasi atas tingkat kesejahteraan kehidupan masyarakatnya.
Lalu, apa saja sebenarnya yang bisa menjadi indikator dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara tersebut?
Terdapat beberapa indikator yang bisa dijadikan sebagai ukuran untuk melihat pertumbuhan ekonomi seperti yang ada tersebut.
Selain cara menghitung laju pertumbuhan ekonomi, berikut ini merupakan indikator yang dapat melihat keberhasilan dari pertumbuhan ekonomi dari suatu negara.
1. Pendapatan per Kapita
Indikator pertama dalam melihat pertumbuhan ekonomi negara yaitu besarnya dari pendapatan per kapita yang didapatkan oleh masyarakatnya.
Angka ini menunjukkan besarnya dari pendapatan yang dihasilkan oleh masyarakat di negara tertentu.
Jika angka pendapatan ini semakin tinggi dari tahun ke tahun, maka perekonomian yang ada bisa dikatakan memiliki pertumbuhan ke arah positif.
Begitu juga sebaliknya, jika pendapatannya menurun maka pertumbuhan ekonominya juga semakin rendah.
2. Produk Domestik Bruto (PDB)
Indikator kedua yang dapat digunakan yaitu nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang merupakan hasil pendapatan secara nasional atau keseluruhan.
Nilai ini didapatkan dari output barang dan jasa yang telah berhasil diproduksi oleh suatu negara.
Di sisi lain, dapat dikatakan pula bahwa pendapatan nasional ini dilihat dari jumlah output barang dan jasa yang berhasil diproduksi dalam kurun waktu satu tahun.
Jika nilai PDB ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sebelumnya, maka bisa dikatakan bahwa negara tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif.
3. Penyerapan Tenaga Kerja dan Pengangguran
Indikator ketiga dari pertumbuhan ekonomi yang dapat digunakan yaitu melihat bagaimana penyerapan tenaga kerja dan pengangguran berjalan.
Jika angka penyerapan ini cukup tinggi, maka bisa dikatakan pertumbuhan ekonominya juga semakin positif.
Angka ini tentu saja menggambarkan pada berkurangnya jumlah pengangguran yang dimiliki oleh suatu negara.
Dalam kata lain, produktivitas yang dihasilkan oleh masyarakat juga akan semakin meningkat.
Halaman:
