Advertisement
Source : unsplash.com/@markusspiske

Contoh-contoh Algoritma Pseudocode dalam Kehidupan Sehari-Hari Lengkap

Kalau kamu masih belum memahami konsep algoritma pseudocode, coba simak artikel Mamikos hari ini! Pembahasan lengkap dengan contohnya!

28 Juli 2024 Sekarbumi

Contoh-contoh Algoritma Pseudocode dalam Kehidupan Sehari-Hari Lengkap – Pernahkah kamu mendengar istilah algoritma pseudocode?

Kalau belum, jangan khawatir. Mamikos hari ini akan membahas mengenai pengertian juga contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari secara lengkap.

Jadi, jangan dulu beranjak dan simak artikel berikut ini sampai selesai ya!

Definisi Algoritma Pseudocode

Contoh-contoh Algoritma Pseudocode dalam Kehidupan Sehari-Hari Lengkap
unsplash.com/@markusspiske

Sebelum kita membahas mengenai contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari kita harus tahu terlebih dahulu mengenai definisinya.

Algoritma merupakan urutan atau prosedur sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah matematis.

Sementara itu, pseudocode merupakan kode semua yang digunakan untuk menulis algoritma secara sederhana, terstruktur sehingga mudah dipahami.

Akan tetapi, algoritma pseudocode tidak masuk dalam kategori bahasa pemrograman. Karena tidak memiliki aturan dalam penulisan.

Algoritma pseudocode ini hanya berfungsi sebagai alat pembantu agar siapa pun bisa mendapat gambaran tentang alur program yang akan dibuat dan dengan mudah memahaminya.

9 Manfaat Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hari yang Harus Kamu Ketahui

Ciri-ciri Algoritma Pseudocode

Seperti yang sudah Mamikos jelaskan, algoritma pseudocode bukanlah bahasa pemrograman.

Maka dari itu, untuk dapat membedakannya dengan bahasa pemrograman yang lain, berikut adalah ciri-ciri dari algoritma pseudocode:

  • Menggunakan bahasa yang sederhana.
  • Tidak memiliki aturan tertentu dalam penulisan.
  • Memiliki notasi yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan.
  • Menggunakan simbol atau sintaksis dari suatu program (contoh: ←, <, >, <=, >=).
  • Ditulis sesuai urutan suatu kejadian atau permasalahan.
  • Berisi langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah.

Fungsi Algoritma Pseudocode

Mamikos sudah menuliskan bahwa fungsi algoritma psudocode adalah sebagai alat pembantu untuk memahami garis besar suatu alur program.

Akan tetapi, ada juga beberapa fungsi algoritma pseudocode lainnya, yaitu sebagai berikut:

  • Sebagai alat dokumentasi.
  • Mempermudah proses penerjemahan untuk menjadi suatu bahasa pemrograman.
  • Sebagai alat untuk menemukan ide tanpa harus memikirkan implementasi.
  • Mempermudah pengembangan aplikasi yang sedang dibuat.

Cara Menulis Algoritma Pseudocode

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam menulis algoritma pseudocode tidak dibutuhkan aturan yang pasti.

Walau begitu, kamu tetap harus menulisnya secara runut dan logis. Maka dari itu, berikut adalah cara menulis algoritma pseudocode:

1. Spesifik dan Konsisten

Hal pertama yang harus dilakukan saat menulis algoritma pseudocode adalah menulis secara spesifik dan konsisten.

Kamu harus memperhatikan setiap huruf kapital dan huruf kecil yang membedakan antara notasi dan komponen yang akan dinotasikan.

2. Menggunakan Indentasi

Hal selanjutnya yang perlu dilakukan saat menulis algoritma pseudocode adalah menggunakan indentasi.

Beberapa contoh indentasi adalah IF, FOR, WHILE, dan sebagainya.

Indentasi ini akan sangat berpengaruh bagi beberapa bahasa pemrograman, contohnya Python.

3. Sederhana

Dan hal yang terakhir dan harus kamu pertimbangkan saat menulis algoritma pseudocode adalah menulis dengan sederhana.

Hal ini disebabkan algoritma pseudocode bertujuan untuk memudahkan proses pemrograman.

Jadi, kamu harus menulisnya dengan sederhana agar lebih mudah diterjemahkan menjadi kode program.

Struktur Algoritma Pseudocode

Ada beberapa struktur atau susunan dalam penulisan algoritma pseudocode, yaitu sebagai berikut:

  • Judul = berisi judul algoritma yang hendak ditulis seorang programmer.
  • Deklarasi = berisi keterangan (variabel atau konstanta) yang digunakan dalam penulisan algoritma.
  • Implementasi = berisi segala proses kondisional, perulangan, dan sebagainya.
10 Contoh Algoritma Flowchart dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh-contoh Algoritma Pseudocode dalam Kehidupan Sehari-hari

Baik secara sadar maupun tidak, ternyata ada banyak contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari loh!

Berikut adalah beberapa contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari sederhana yang mungkin pernah kamu temukan.

Contoh 1

Kalau kamu masih kesulitan untuk memahami konsep algoritma pseudocode ini, cobalah perhatikan contoh representasinya berikut ini:

  • Buka kemasan mi instan
  • Rebus air di panci
  • Masukkan mi instan
  • Aduk hingga mengembang dan matang
  • Masukkan ke dalam piring atau mangkuk
  • Tuangkan bumbu
  • Aduk hingga rata
  • Selesai

Di atas merupakan salah satu contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kamu tulis seperti kode-kode di contoh sebelumnya.

Secara sederhana dan awam, contoh di atas merepresentasikan contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 2

Representasi contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah sebagai berikut:

  • Mendidihkan air
  • Menuangkan kopi bubuk ke dalam gelas
  • Menuangkan air mendidih ke dalam gelas
  • Menambahkan gula dan susu
  • Aduk hingga rata
  • Selesai

Contoh 3

Coba amati representasi contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang satu ini.

Menurutmu, bagaimana kamu harus menuliskannya dalam algoritma pseudocode?

  • Amati telur-telur di pasar
  • Jika kecil, letakkan kembali
  • Jika retak, letakkan kembali
  • Jika besar, masukkan ke keranjang
  • Jika mulus, masukkan ke keranjang
  • Bayar harga telur
  • Selesai

Contoh 4

Amati kembali representasi contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari berikut ini!

Bayangkan kamu menulis algoritma pseudocode untuk hal yang satu ini:

  • Pelanggan menghubungi customer service
  • Jika ada masalah, sambungkan ke manajer
  • Jika tidak ada masalah, customer service harus membantu pelanggan
  • Jika pelanggan puas, pelayanan selesai
  • Jika pelanggan tidak puas, sambungkan ke manajer
  • Selesai
Pseudocode yang Digunakan pada Penulisan Algoritma Berupa?

Contoh 5

contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari
id.pinterest.com/sekarbumiomi

Setelah kamu mendapat sedikit gambaran tentang contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari coba perhatikan contohnya di atas!

Contoh di atas menunjukkan salah satu contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari berupa lampu lalu lintas.

Dapat kamu pahami bahwa dalam algoritma pseudocode ini memberikan gambaran warna-warna dalam lampu lalu lintas.

Kemudian, terdapat hal-hal yang akan terjadi jika lampu lalu lintas tersebut berubah-ubah warna.

Contoh 6

contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari
id.pinterest.com/sekarbumiomi

Kalau salah satu contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari di atas merupakan algoritma pseudocode untuk penjumlahan.

Salah satu contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari ini cukup sering ditemukan, terutama dalam kalkulator, ponsel, dan aplikasi berhitung lainnya.

Mungkin kamu juga membuat algoritma pseudocode ini untuk mempermudah perhitungan hasil daganganmu.

Contoh 7

contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari
id.pinterest.com/sekarbumiomi

Nah, kalau contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang satu ini biasa digunakan oleh para guru saat mengisi nilai rapor.

Seperti yang bisa kamu pahami dari contoh di atas, tertulis bahwa jika nilai seorang murid sama dengan atau di atas 60, maka ia akan lulus.

Sementara jika tidak, ia tidak akan lulus.

Contoh 8

contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari
id.pinterest.com/sekarbumiomi

Untuk contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari selanjutnya adalah seperti di atas.

Apakah kamu bisa mengetahui maksud dari salah satu contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari tersebut?

Ya, contoh di atas menuliskan tentang keterangan nilai yang didapat. Biasanya ini digunakan oleh para guru dan dosen saat sedang menilai.

Dapat kamu lihat bahwa keterangan untuk nilai A adalah “Sangat Baik”, B adalah “Baik”, C adalah “Cukup”, D adalah “Kurang”, dan E atau F adalah “Gagal.”

Contoh 9

contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari
id.pinterest.com/sekarbumiomi

Dan contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang terakhir adalah yang seperti bisa kamu pelajari di atas.

Untuk contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang terakhir ini merupakan algoritma pseudocode untuk menjadi ukuran baju.

Mungkin kamu pernah melihat toko pakaian yang menggunakan bantuan komputer saat mencari ukuran baju untuk pelanggan.

Nah, saat menuliskan algoritma pseudocode, seperti inilah kira-kira tampilannya.

4 Pekerjaan yang Tidak Tergantikan Oleh AI, Pekerjaanmu Aman?

Penutup

Demikianlah contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari yang bisa Mamikos berikan untukmu.

Apakah kamu sudah paham tentang contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari sekarang?

Kira-kira, bisakah kamu membuat contoh-contoh algoritma pseudocode dalam kehidupan sehari-hari lainnya?


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement