Advertisement
Source : https://pexels.com/@StartupStockPhotos

Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya

Untuk kemajuan lebih cepat generasi bangsa, kini berpikir komputasional sudah diajarkan di sekolah.

28 November 2022 Uyo Yahya

Demikianlah beberapa tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dengan adanya berpikir komputasional pada kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Mendikbud.

Intinya, memang computational thinking akan bermanfaat bagi siswa dalam menjalankan kewajibannya belajar dan juga untuk di masa depan.

4 Pondasi Berpikir Komputasional

Sebelum melihat apa saja contoh berpikir komputasional berbagai bidang, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu 4 pondasi computational thinking.

Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan berpikir komputasional:

1. Dekomposisi

Langkah pertama pondasi berpikir komputasional adalah dekomposisi. Dalam dekomposisi, satu masalah diperinci menjadi bagian-bagian kecil sehingga nantinya akan lebih mudah diatur.

Langkah pembagian masalah ke dalam unit-unit kecil spesifik ini akan mampu membuat pengelolaan selanjutnya lebih mudah.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengamati, lalu mengidentifikasi masalah, memisahkan unsur pembentuknya, membuat rencana eksekusi, dan mengeksekusi masing-masing unit kecil dengan solusi yang sudah ada.

Contoh dari dekomposisi misalnya adalah sebuah perusahaan kesusahan dalam melakukan penggajian secara adil. Ada yang sering telat tapi mendapat upah tinggi dan ada yang rajin namun upah rendah.

Maka dari itu, masalah akan diperinci dari mulai apa jabatannya, berapa menit telatnya, hari apa saja telatnya, penghambat telat, kondisi keluarga, dan masih banyak lagi.

2. Pengenalan Pola

Tahap kedua dari berpikir komputasional adalah pengenalan pola. Pada tahapan ini individu mencari apa persamaan dan perbedaan dari berbagai pola. Dua hal ini bisa diaplikasikan pada data dan dilihat efeknya.

Efek dari pengaplikasian pola pada data bisa berupa sebuah prediksi, regulasi, dan memungkinkan untuk menjadi solusi bagi masalah serupa.

Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara observasi, melihat kecocokan situasi dengan pola dan data yang ada. Bila satu pola cocok dengan satu kondisi, maka selanjutnya bisa dilakukan pengaplikasian.

Contoh dari tahapan pengenalan pola misalnya adalah waktu pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir. Perlu diketahui bahwa susu formula hanya bisa bertahan selama 3 jam dari penyeduhannya. 

Maka dari itu perlu dilihat terlebih dulu bagaimana pola tidur si bayi. Dengan demikian Ibu bisa menyiapkan beberapa botol yang disesuaikan dengan jadwal tidur sang bayi.

Halaman:

Advertisement