Advertisement
Source : https://www.freepik.com/author/freepik

Contoh Evaluasi Proses dan Evaluasi Hasil Bahasa Indonesia yang Benar

Evaluasi proses dan evaluasi hasil belajar merupan suatu hal yang penting untuk tenaga pendidik dan peserta didik.

1 September 2023 Syifa

2. Menentukan Teknik Penilaian

Teknik penilaian diadakan sesuai dengan kebutuhan  pengukuran. Secara umum, teknik penilaian itu terbagi dalam dua kelompok, yaitu penilaian yang melalui tes dan penilaian yang tanpa melalui tes (non test).

3. Pemilihan Kisi-Kisi

Pemilihan kisi-kisi ini memiliki tujuan, yaitu untuk menentukan ruang lingkup dalam kepentingannya supaya membentuk perangkat tes yang seragam dengan indikator.

Selain itu, kisi-kisi ini turut dibuat berdasarkan dari kompetensi dasar serta indikator yang hendak dicapai.

Untuk bentuk dari tes nya nanti bisa berupa tes objektif benar atau salah, pilihan ganda, tes uraian, dan non-tes berbentuk penilaian afektif dan psikomotorik.

4. Penyusunan Soal

Berikutnya adalah langkah di mana guru membuat soal atau instrumen yang sebelumnya telah disusun dalam kisi-kisi.

Sedangkan, bila tenaga pendidik memilih untuk menggunakan teknik non-tes, diperlukan petunjuk yang mengarahkan pengisian instrumen.

5. Review

Butir soal yang sebelumnya telah disusun oleh tenaga pendidik berikutnya dinilai.

Penilaian itu harus rasional, dibaca, ditelaah, dan dikaji sesuai dengan pedoman yang sudah dirangkai dan memenuhi persyaratan.

6. Perbaikan

Apabila review telah selesai dilakukan, maka berikutnya adalah perbaikan. Untuk bisa melakukan perbaikan, maka dibutuhkan pemikiran agar dapat memahami apa saja isi-isi dari kalimat yang disajikan.

Cara Membedakan Teks Ulasan dengan Teks Lainnya Beserta Penjelasannya

7. Uji Coba dan Penggandaan

Pelaksanaan uji coba pada instrumen bertujuan untuk menimbang apakah soal yang dibuat sebelumnya itu sudah sesuai. Kesesuaian dalam hal ini berkaitan dengan sejumlah hal, yaitu:

  1. Kriteria yang dituntut
  2. Tingkat ketetapan
  3. Tingkat kesulitan
  4. Perbedaan yang memadai

Berikutnya adalah bentuk non-tes yang menuntut sejumlah hal, seperti validitas dan reliabilitas.

Dengan begitu, muncul atau dihasilkan perangkat alat tes maupun non-tes yang baku atau standar.

8. Pengujian

Jika hasil perangkat alat tes dan non-tes telah didapatkan dan sudah dipastikan memenuhi persyaratan, maka perangkat ini bisa diorganisasikan, lalu disusun sesuai bentuk atau model soal dari perangkat tes maupun non-tes.

Setelah itu, perangkat tes dan non-tes siap masuk dalam tahap pengujian.

9. Pemberian Skor

Lembar jawaban milik siswa dihimpun dan berikutnya disusun sesuai dengan nomor induk masing-masing.

Tujuannya adalah untuk mempermudah saat proses pemasukkan skor siswa. Skor itu sendiri berdasarkan pada keputusan tenaga pendidik dan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

Halaman:

Advertisement