Advertisement
Source : ekonomi.bisnis.com

72 Contoh Industri Padat Karya di Indonesia beserta Pengertiannya

Adanya industri padat karya ternyata mampu mengurangi pengangguran hingga membuka pasar ekspor, lho! Lalu, adakah industri padat karya di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya di artikel berikut.

10 Desember 2025 Lintang Filia

2. Industri tekstil serta pakaian jadi

Mulai dari proses pemintalan, penjahitan, hingga finishing produk, mayoritas kegiatan di sektor ini masih sangat melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

3. Industri kulit dan barang-barang kulit

Termasuk kegiatan mengolah kulit mentah menjadi barang jadi seperti tas, dompet, hingga produk fashion lainnya.

4. Industri pembuatan alas kaki

Proses perakitan sepatu, sandal, dan sejenisnya sebagian besar masih mengandalkan keterampilan manual pekerja, terutama pada tahap perakitan hingga finishing.

5. Industri mainan anak

Untuk menghasilkan produk mainan yang aman sekaligus memenuhi standar kualitas, sektor ini tetap membutuhkan tenaga kerja manual dalam proses produksi maupun pengecekan kualitas.

6. Industri furnitur

Produksi furnitur kayu atau bahan lainnya memerlukan keterampilan teknis pekerja, mulai dari tahap perakitan, penghalusan, hingga pengecatan produk akhir.

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Industri Padat Karya di Indonesia

Di Indonesia industri-industri ini tersebar di berbagai daerah, mulai dari pengolahan pangan, tekstil, pakaian, kulit, alas kaki, hingga furnitur, dan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong ekspor, lho.

Nah, berikut ini adalah 72 contoh industri padat karya di Indonesia dan daerah penghasilnya:

  1. Industri berbasis daging lumatan dan surimi, seperti di Jawa Timur atau Lampung.
  2. Industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota air (bukan udang) dalam kaleng, misalnya di Banyuwangi atau Bitung.
  3. Industri pengolahan dan pengawetan udang dalam kaleng, seperti di Lampung atau Makassar.
  4. Industri pembekuan biota air lainnya, contohnya di Tarakan atau Medan.
  5. Industri pengolahan dan pengawetan biota air lainnya, seperti di Sulawesi Selatan atau Bali.
  6. Industri pengolahan dan pengawetan buah-buahan dan sayuran dalam kaleng, misalnya di Malang atau Lampung.
  7. Industri pengolahan susu segar dan krim, seperti di Boyolali atau Lembang.
  8. Industri makanan sereal, contohnya di Karawang.
  9. Industri produk roti dan kue, seperti di Tangerang atau Bekasi.
  10. Industri makanan dari cokelat dan kembang gula, misalnya di Garut atau Bali.
  11. Industri pengolahan kopi, seperti kopi Gayo di Aceh atau kopi Toraja di Sulawesi.
  12. Industri produk masak dari kelapa, contohnya di Sulawesi Utara atau Riau.
  13. Industri pemintalan benang, seperti di Bandung atau Majalengka.
  14. Industri pemintalan benang jahit, misalnya di Sukoharjo.
  15. Industri pertenunan (bukan karung goni dan karung lainnya), seperti di Jepara.
  16. Industri kain tenun ikat, contohnya di Bali atau Sumba.
  17. Industri bulu tiruan tenunan, seperti di Bandung.
  18. Industri penyempurnaan benang, misalnya di Bandung.
  19. Industri pencetakan kain, contohnya di Pekalongan.
  20. Industri batik, seperti di Solo, Pekalongan, atau Lasem.
  21. Industri kain rajutan, misalnya di Bandung.
  22. Industri kain sulaman, seperti di Yogyakarta.
  23. Industri bulu tiruan rajutan, contohnya di Bandung.
  24. Industri barang jadi tekstil untuk keperluan rumah tangga, seperti di Tangerang.
  25. Industri barang jadi tekstil sulaman, misalnya di Bandung.
  26. Industri bantal dan sejenisnya, contohnya di Surabaya.
  27. Industri barang jadi rajutan dan sulaman, seperti di Bandung.
  28. Industri karung goni, misalnya di Semarang.
  29. Industri karung bukan goni, seperti di Gresik.
  30. Industri barang jadi tekstil lainnya, contohnya di Bandung.
  31. Industri karpet dan permadani, seperti di Jepara.
  32. Industri tali, misalnya di Bogor.
  33. Industri barang dari tali, contohnya di Tangerang.
  34. Industri kain pita (narrow fabric), seperti di Bandung.
  35. Industri yang menghasilkan kain untuk keperluan industri, misalnya di Surakarta.
  36. Industri non-woven (bukan tenunan), contohnya di Tangerang.
  37. Industri kain ban, seperti di Bandung.
  38. Industri kapuk, misalnya di Lampung.
  39. Industri kain tulle dan kain jaring, contohnya di Bandung.
  40. Industri tekstil lainnya, seperti di Bandung.
  41. Industri pakaian jadi (konveksi) dari tekstil, misalnya di Bandung atau Sukoharjo.
  42. Industri pakaian jadi (konveksi) dari kulit, seperti di Garut.
  43. Industri penjahitan dan pembuatan pakaian sesuai pesanan, contohnya di Jakarta.
  44. Industri perlengkapan pakaian dari tekstil, seperti di Bandung.
  45. Industri perlengkapan pakaian dari kulit, misalnya di Garut.
  46. Industri pakaian jadi dan barang dari kulit berbulu, contohnya di Bandung.
  47. Industri pakaian jadi rajutan, seperti di Bandung.
  48. Industri pakaian jadi sulaman/bordir, misalnya di Yogyakarta.
  49. Industri rajutan kaos kaki dan sejenisnya, seperti di Bandung.
  50. Industri pengawetan kulit, contohnya di Garut.
  51. Industri penyamakan kulit, seperti di Garut.
  52. Industri pencelupan kulit bulu, misalnya di Yogyakarta.
  53. Industri kulit komposisi, seperti di Garut.
  54. Industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan pribadi, contohnya di Yogyakarta.
  55. Industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan teknik/industri, seperti di Surabaya.
  56. Industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan hewan, misalnya di Bandung.
  57. Industri barang dari kulit dan kulit komposisi untuk keperluan lainnya, seperti di Garut.
  58. Industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari, contohnya di Bogor.
  59. Industri sepatu olahraga, seperti di Tangerang.
  60. Industri sepatu teknis lapangan/keperluan industri, misalnya di Surabaya.
  61. Industri alas kaki lainnya, contohnya di Tangerang.
  62. Industri furnitur dari kayu, seperti di Jepara.
  63. Industri furnitur dari rotan dan/atau bambu, misalnya di Cirebon.
  64. Industri furnitur dari plastik, seperti di Tangerang.
  65. Industri furnitur dari logam, contohnya di Surabaya.
  66. Industri furnitur lainnya, seperti di Jakarta.
  67. Industri barang dari karet dan plastik untuk bangunan, misalnya di Banten, Bekasi, Cikarang, atau Gresik.
  68. Industri peralatan logam (makan, dapur, paku/mur/baut, kompor, pompa, kompresor, kran, katup), seperti di Semarang, Surabaya, Bandung, atau Bekasi.
  69. Industri peralatan elektronik dan komputer (televisi, audio-video, transformator, pengontrol listrik, peralatan rumah tangga), contohnya di Batam, Cikarang, Tangerang, atau Surabaya.
  70. Industri mesin pertanian dan kehutanan, misalnya di Surabaya.
  71. Industri mainan anak, seperti di Bekasi atau Karawang.
  72. Industri perhiasan logam mulia, contohnya di Jakarta atau Surabaya.

Halaman:

Advertisement