Contoh Jurnal Umum beserta Cara Membuatnya yang Benar, Lengkap!
Ilmu akuntansi tidak terlepas dari jurnal umum, bukan hal mudah untuk membuatnya jika tidak membaca atau memahami contoh jurnal umum berikut ini.
2. Menyimpan dan Mengidentifikasi Bukti Transaksi
Setelah memahami persamaan akuntansi dan contoh jurnal umum, selanjutnya kumpulkan bukti transaksi di perusahaan.
Misalnya saja berupa invoice, nota, faktur maupun kuitansi. Lantas, lanjutkan dengan identifikasi, ya.
Jangan lupa kalau kamu hanya perlu memilih transaksi yang menyebabkan perubahan posisi keuangan perusahaan.
Kalau misalnya tidak memberikan pengaruh sama sekali maka tidak perlu digunakan dalam pencatatan.
3. Pencatatan
Langkah terakhir tentu saja membuat jurnal umum. Kamu hanya perlu melakukan pencatatan berdasarkan apa yang sudah diidentifikasi di atas.
Jadi, wajib mengikuti panduan ini secara runtut, jangan memulai dari langkah yang dikehendaki.
Ada yang wajib kamu tahu, yakni sistem pencatatan memakai double-entry system.
Yakni setiap transaksi yang dicatat akan memberikan dampak pada dua posisi keuangan (debit dan kredit) dalam jumlah sama.
Coba kamu baca lagi mengenai persamaan akuntansi jika belum memahami sistem double-entry system. Silahkan baca lagi contoh-contoh pencatatan kalau merasa bingung mengenai penerapannya.
Contoh Jurnal Umum pada Perusahaan Dagang
Supaya kamu bisa lebih memahami topik ini, mari mencoba memahami contohnya dalam kasus data transaksi Perusahaan Jaya pada Bulan Juni 2022.
Contoh jurnal umum ini dimulai dengan pencatatan tanggal 1 Juni di mana dilakukan pembelian barang dagang secara kredit dari Perusahaan sinar sebanyak Rp140.000.000,- Kredit ini melibatkan terminal 2/10, n/30.
Kemudian, dilanjutkan pada tanggal 5 Juni terjadi pembelian perlengkapan kantor dalam harga Rp50.000.000,- Pembelian keperluan kantor ini dilaksanakan secara tunai tanpa ada kredit.
Terus berlanjut ke tanggal 8 Juni, perusahaan melunasi semua utang kepada Perusahaan Sinar berkaitan dengan pembelian barang ketika tanggal 1 Juni. Total biaya pelunasan ialah Rp140.000.000,-
Masih ada lagi aktivitas di tanggal 15 Juni yakni penjualan barang secara tunai dengan harga Rp100.000.000,-.
Terakhir ada aktivitas ketika tanggal 22 Juni yakni perusahaan membayar biaya operasional usaha, seperti listrik, air dan internet dengan jumlah Rp5.000.000,-

Kamu bisa menyimak contoh jurnal umum pada gambar. Perhatikan saja mulai tanggal 1 Juni tercatat transaksi pembelian barang dagang secara kredit Rp140.000.000,- yang masuk dalam kolom debit dan kredit.
Perhatikan pencatatan tanggal 1 Juni, nama akun berupa persediaan barang dagang utang, kemudian jumlah debit dan kredit sama-sama Rp140.000.000,- Begitu juga dengan tanggal setelahnya.
Kamu bisa memperhatikan semuanya tercatat secara detail bukan? Kamu juga dapat menganalisis arus kas yang masuk dan keluar dari perusahaan secara mudah tanpa menerapkan rumus tertentu.
Halaman:
