Contoh Jurnal Umum beserta Cara Membuatnya yang Benar, Lengkap!
Ilmu akuntansi tidak terlepas dari jurnal umum, bukan hal mudah untuk membuatnya jika tidak membaca atau memahami contoh jurnal umum berikut ini.
Mengenal Beragam Fungsi Jurnal Umum
Setiap bentuk dokumentasi dalam bisnis sudah tentu mempunyai fungsi khusus.
Begitu juga dengan jurnal umum. Kamu dapat menyimak beragam fungsinya di bawah ini.
1. Fungsi Historis
Setiap transaksi akan dicatat dengan memperhatikan tanggal terjadinya. Sehingga mampu mengabadikan aktivitas perusahaan sepanjang waktu secara berurutan dan terus menerus.
Tidak ada hari di mana aktivitas ini diliburkan tanpa alasan jelas.
Fungsi historis ini tampak dalam aktivitas yang dijalankan secara sistematis dan kronologis. Bukan sekedar melakukan pencatatan ketika ada keperluan khusus atau momen tertentu.
Tentu sangat dilarang jika tiba-tiba tidak melakukan pencatatan hanya karena bolpoin habis.
2. Fungsi Pencatatan
Fungsi selanjutnya ialah pencatatan setiap transaksi yang terjadi di dalam perusahaan.
Tatkala memperhatikan contoh jurnal umum, kamu pasti akan mendapati perubahan pada kekayaan, modal, biaya hingga pendapatan suatu perusahaan.
Karena semuanya tercatat secara rapi, nantinya bisa dipakai sebagai bahan yang valid dan sah dalam pembuatan laporan keuangan.
Laporan nantinya dapat disusun secara lengkap dan isinya dapat dipertanggung jawabkan.
3. Fungsi Analisis
Jika memperhatikan contoh jurnal umum, kamu dapat menemukan fungsi analisis.
Karena pencatatan transaksi memuat hasil analisis transaksi berupa pendebitan dan pengkreditan akun tertentu.
Analisisnya meliputi penggolongan nama akun, pencatatan di pendebitan maupun pengkreditan sekaligus jumlahnya.
Fungsi analisis nantinya juga akan bermanfaat untuk perusahaan terkait.
4. Fungsi Instruksi
Kamu juga bisa melihat fungsi instruksi ketika membaca contoh jurnal umum. Karena memuat perintah untuk mendebit maupun mengkredit akun.
Akan tetapi, pencatatannya wajib sesuai dengan transaksi yang terjadi di dalam perusahaan.
Jadi, jurnal umum mempunyai fungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan data ke buku besar. Bukan sekedar upaya membuat dokumen untuk perusahaan.
5. Fungsi Informatif
Ada juga fungsi informatif yang dihadirkan karena mampu menyediakan penjelasan atas bukti pencatatan transaksi.
Siapa saja yang membacanya juga akan bisa memahami informasi tersebut secara jelas.
Halaman:

