Advertisement
Source : pexels.com/@maltelu/

Contoh Kajian Pustaka Beserta Cara Membuat, Jenis, dan Manfaatnya Lengkap

Kajian pustaka merupakan sebuah uraian yang relevan dengan bidang atau topik tertentu. Untuk memahami materi ini lebih lanjut, yuk simak informasi lebih lengkapnya dalam artikel ini.

3 November 2023 Bella Carla

Contoh Kajian Pustaka 2

Yulia Dwi Probini. Mahasiswa Universitas Negeri Semarang tahun ajaran 2009 dengan judul “Penerapan Pendekatan MODERAT (Modification of Reciprocal Teaching) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika pada siswa SMP Negeri 1 Sumpiuh Kabupaten Banyumas”.

Hasil penelitian ini menunjukkan pemahaman konsep siswa pada siklus 1 sebesar 53,85; siklus II sebesar 69,233; dan siklus III sebesar 72,82. Persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai siklus III, yaitu pada siklus I sebesar 20,51%, siklus II sebesar 58,97%, dan siklus III sebesar 87,18%.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan MODERAT dapat meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sumpiuh tahun ajaran 2008/2009.

Contoh Kajian Pustaka 3

Skripsi Husni Robith, mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang tahun 2010 dengan judul “Penerapan Pendekatan Reciprocal Teaching Berbasis Media Pembelajaran Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Pokok Cahaya Siswa Kelas VIII-A MTS Negeri Jeketro”.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian PTK. Pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes yang berupa multiple choice test dan essay untuk mengetahui hasil belajar siswa kognitif siswa, lembar observasi digunakan sebagai lembar penelitian psikomotorik dan afektif siswa selama proses pembelajaran siswa berlangsung.

Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa, pada siklus 1 nilai rata-rata aspek kognitif naik sebesar 5,80 poin dari 63,55 pada temuan awal menjadi 69,35 pada siklus 1. Persentase ketuntasan sebesar 3,27% dari persentase ketuntasan temuan awal 67,74% menjadi 70,97% pada siklus 1.

Jumlah siswa tuntas sebanyak 22 siswa, dan tidak tuntas 9 siswa. Persentase nilai rata-rata aspek efektif menunjukkan kategori cukup, dilihat dari kenaikan sebesar 4,36% dari persentase nilai aspek afektif pada temuan awal 62,58% menjadi 66,94% pada siklus 1.

Persentase nilai rata-rata aspek psikomotorik menunjukkan kategori cukup, dilihat dari kenaikan sebesar 1,94% dari persentase nilai aspek psikomotorik pada temuan awal 64,03% menjadi 65,97% pada siklus 1.

Pada siklus II nilai rata-rata aspek kognitif nilai sebesar 5,27 poin dari 69,35 pada siklus I naik menjadi 74,62 pada siklus II. Presentasi ketuntasan naik sebesar 12,90% dari persentase ketuntasan siklus I 70,97% naik menjadi 83,87% pada siklus II.

Jumlah tuntas siswa sebanyak 26 siswa dan tidak tuntas 5 siswa. Persentase nilai rata-rata kelas dilihat dari aspek efektif menunjukkan kategori baik, dilihat dari kenaikan sebesar 9,35% dari persentase nilai aspek afektif pada siklus I 65,94% menjadi 76,29% pada siklus II.

Pada siklus III nilai rata-rata aspek kognitif nilai sebesar 5,27 poin dari 74,62 pada siklus III.  Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa, dan tidak ada siswa yang tidak tuntas.

Persentase nilai rata-rata kelas dilihat dari aspek afektif menunjukkan kategori baik, dilihat dari kenaikan sebesar 9,84% dari persentase nilai aspek efektif pada siklus II 76,29% naik menjadi 9,84% dari presentase nilai aspek efektif pada siklus II 76,29% naik menjadi 86,13% pada siklus III.

Persentase nilai rata-rata kelas dari aspek psikomotorik menunjukkan kategori baik, dilihat dari kenaikan sebesar 7,10% dari persentase nilai aspek psikomotorik pada siklus II 85,48% menjadi 92,58% pada siklus III.

Halaman:

Advertisement