Contoh Kajian Pustaka Beserta Cara Membuat, Jenis, dan Manfaatnya Lengkap
Kajian pustaka merupakan sebuah uraian yang relevan dengan bidang atau topik tertentu. Untuk memahami materi ini lebih lanjut, yuk simak informasi lebih lengkapnya dalam artikel ini.
Meskipun begitu, sebelum teori-teori tersebut digunakan pada kajian pustaka, kamu diharuskan untuk menyusun teori-teori tersebut terlebih dahulu.
Kemudian, barulah teori-teori itu dijadikan landasan dalam melakukan penelitian.
3. Mudah menentukan kriteria penelitian
Manfaat ketiga dari kajian pustaka adalah mudah menentukan kriteria penelitian.
Nah, dalam melakukan penelitian atau membuat karya tulis ilmiah tentu kamu harus menentukan kriteria penelitian terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan agar proses penelitian dapat berjalan dengan semestinya atau lebih terarah.
Dalam hal ini, kriteria penelitian biasanya dimulai dalam bentuk pernyataan.
Umumnya, kriteria penelitian akan menghasilkan keberhasilan atau kegagalan, cara mengidentifikasi topik permasalahan, saran bagi peneliti, dan membuat kesimpulan.
Oleh karena itu, dengan adanya kriteria ini dapat dikatakan hasil penelitian akan semakin mudah dipahami.
4. Melakukan verifikasi terhadap hasil penelitian
Manfaat terakhir dari kajian pustaka adalah dapat melakukan verifikasi terhadap hasil penelitian.
Verifikasi terhadap hasil penelitian ini harus kamu lakukan agar mendapatkan perbandingan dari hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.
Dengan adanya verifikasi hasil penelitian ini, maka proses penelitian yang sedang kamu lakukan bisa mendapatkan kesimpulan.
Hadirnya kesimpulan pada hasil penelitian juga membuat pembaca mengetahui hasil penelitian secara garis besarnya.
Contoh Kajian Pustaka
Nah, berikut adalah contoh kajian pustaka dalam sebuah karya ilmiah yang dikutip dari beberapa sumber.
Contoh Kajian Pustaka 1
Pembahasan topik periwayatan hadis sudah sangat melimpah, namun tidak ditemukan penelitian yang membahas tahamul ‘ada hadis dalam tema secara khusus terlebih dikaitkan dengan teori konstruksi sosial.
Penelitian terdahulu tentang topik periwayatan hadis sangat membantu penulis untuk perumusan teori periwayatan hadis dalam penelitian ini. Sulaemang, Teknik Periwayatan Hadis: Cara Menerima dan Meriwayatkan Hadis, Jurnal Al-‘Adl, 2008. Penelitian ini menjelaskan, cara penerimaan beragam, langsung maupun tidak langsung antara guru dan murid.
Hendri Nadhiran, Periwayatan Hadis Bil Makna: Implikasi dan Penerapannya sebagai Uji Kritik Matan di Era Modern, Jurnal Ilmu Agama, 2013. Penelitian ini menegaskan, periwayatan hadis bil makna menyebabkan kseulitan penelitian kesahihan matan. Burhanudin Abd. Gani, Periwayatan Hadis dengan Makna Menurut Muhaddisin, Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 2019. Penelitian ini menegaskan, periwayatan dengan makna setelah pembukaan hadis tidak dibenarkan lagi.
Linda Woodhead, Paul Helas, David Martin, Peter Berger and the Study of Religion, London: Routledge, 2001. Buku ini menyatakan, konstruksi sosial merupakan sebuah pandangan bahwa nilai, ideologi, dan institusi sosial adalah buatan manusia. Ali Maschan Moesa, Nasionalisme Kiai: Konstruksi Sosial Berbasis Agama, Yogyakarta: LKIS, 2017. Buku ini menunjukan bentuk konstruksi sosial atas legitimasi agama.
Jelaslah bahwa teori konstruksi sosial Peter L. Berger telah banyak digunakan dalam penelitian sosial-budaya agama. Selebihnya, para peneliti menunjukkan bahwa periwayatan hadis dalam ilmu hadis khususnya tentang tahamul ‘ada merupakan peristiwa sosial-budaya Islam. Semua penelitian terdahulu memberikan sumbangan untuk perumusan kerangka berpikir tentang tinjauan tahamul ‘ada berdasarkan teori konstruksi sosial yang secara langsung relatif tidak ditemukan fokus spesifik tema tersebut dari sejumlah penelitian sebelum ini.
Halaman:

