Advertisement
Source : Canva/Aflo Images

25 Contoh Kalimat Pelesapan beserta Jenis dan Kriteria Penggunaannya

Tahukah kamu dalam bahasa Indonesia ada yang disebut dengan pelesapan? Seperti apa sih pelesapan itu? Simak penjelasan selengkapnya di artikel ini.

17 Oktober 2025 Lintang Filia

25 Contoh Kalimat Pelesapan beserta Jenis dan Kriteria Penggunaannya – Dalam bahasa Indonesia, ada satu cara menarik untuk membuat kalimat terdengar lebih efisien tanpa kehilangan makna, yaitu dengan pelesapan.

Melalui pelesapan, penulis maupun penutur dapat menghemat kata tanpa mengurangi makna yang ingin disampaikan. Sehingga, kalimat pun menjadi lebih padat dan tetap mudah dipahami oleh pembaca. 🤓📖

Nah, agar kamu semakin mudah untuk membedakan dengan konsep lainnya, simak penjelasan tentang pengertian, jenis, kriteria dan contoh kalimat pelesapan di artikel ini. 📰

Pengertian Kalimat Pelesapan

contoh kalimat pelesapan
Canva/Aflo Images

Secara sederhana, pelesapan bisa dipahami sebagai penghilangan bagian tertentu dari kalimat karena unsur itu sudah bisa ditebak dari konteks. Misalnya, kalau dua kalimat punya subjek atau predikat yang sama, salah satunya bisa dihilangkan supaya tidak terasa berulang.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelesapan diartikan sebagai proses, cara, atau perbuatan menghilangkan sesuatu. Artinya, dalam konteks kebahasaan, pelesapan bukan sekadar “menghapus kata”, tapi upaya untuk menyusun kalimat yang lebih hemat, rapi, dan efisien.

Sementara itu, dikutip dari situs resmi Narabahasa.id, pelesapan merupakan strategi untuk menghindari kemubaziran kata atau frasa yang berulang dalam satu kalimat. Jadi, fungsi utamanya adalah menciptakan kalimat efektif, tidak bertele-tele, tapi tetap mudah dipahami pembaca.

Dapat disimpulkan, kalimat pelesapan membantu penulis maupun pembicara menyampaikan pesan dengan lebih ringkas dan efisien tanpa kehilangan kejelasan dan keindahan struktur bahasa.

Contoh Kalimat Kata Kerja dalam Kalimat Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Jenis-jenis Kalimat Pelesapan

Pelesapan sering digunakan pada kalimat majemuk rapatan, yaitu gabungan beberapa kalimat yang memiliki unsur sama. Unsur yang dihilangkan itu harus bisa “dipulihkan” dari konteks kalimatnya, supaya makna keseluruhan tetap utuh dan tidak menimbulkan salah tafsir.

Mengutip pendapat Tukiran, D. (2008) dalam Jurnal Penelitian Inovasi berjudul “Pemahaman Unsur Pelesapan dalam Konstruksi Kalimat Bahasa Indonesia”, terdapat dua bentuk utama pelesapan dalam bahasa Indonesia, yaitu elipsis dan delesi.

Meski keduanya sama-sama melibatkan penghilangan unsur kalimat, tetapi berbeda dari segi ruang lingkup dan cara penafsirannya. Nah, agar lebih mudah dipahami, simak penjelasannya di bawah ini:

1. Elipsis

Elipsis adalah proses meniadakan kata atau unsur lain yang bentuk aslinya masih bisa diperkirakan dari konteks bahasa maupun luar bahasa.

Dengan kata lain, elipsis memungkinkan kita untuk “memadatkan” kalimat tanpa mengubah maknanya, karena bagian yang dihilangkan itu sudah tersirat secara jelas.

Contohnya sering muncul pada kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat, di mana unsur seperti subjek atau predikat tidak perlu diulang. Misalnya:

Bana mendengarkan musik dan Bana menulis ringkasan. Menjadi “Bana mendengarkan musik dan menulis ringkasan.

Kata Bana pada kalimat kedua bisa dihilangkan karena sudah diketahui dari konteks sebelumnya. Dari situlah elipsis akan membuat struktur kalimat lebih efisien dan alami, terutama dalam bahasa tulis maupun tutur yang cenderung menghindari pengulangan berlebihan.

2. Delesi

Sementara itu, delesi mengacu pada pelesapan bagian kalimat yang maknanya masih dapat dipahami secara kontekstual maupun situasional.

24 Contoh Kalimat Homonim Bahasa Indonesia beserta Penjelasannya Lengkap

Jika elipsis berfokus pada penghilangan unsur yang bisa ditebak dari bahasa, delesi lebih luas, yaitu bisa berdasarkan situasi atau pemahaman bersama antara penutur dan lawan bicara. Contohnya:

Apakah kamu sudah mandi? Menjadi “Sudah mandi?

Kalimat tersebut tidak lengkap secara struktur, tetapi tetap mudah dimengerti karena konteksnya jelas dalam percakapan sehari-hari.

Halaman:

Advertisement