Advertisement
Source : Pexels/Ron Lach

90 Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel Lengkap

Contoh mengenai kalimat retoris dalam teks editorial, anekdot, dan artikel akan Mamikos ulas dalam tulisan kali ini biar kamu lebih memahaminya.

28 Juli 2024 Nana

B. Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel

  1. Bagaimana mungkin orang jahat seperti itu bisa mendapatkan surga? Di manakah letak keadilan, Tuhan?
  2. Agama hanya sebuah aktivitas ritualistik yang lebih sering digunakan manusia guna memuaskan hasratnya pada sebuah kepercayaan. Nahas sekali.
  3. Bagaimana seseorang bisa maju ketika pemikirannya hanya cenderung pada hal ritualistik, seperti bagaimana cara kita berbuat baik?
  4. Bukankah kebaikan itu adalah hal yang absurd? Dimana artinya berdasarkan sistem sosial masyarakat sebuah wilayah.
  5. Kita tidak perlu menjadi benar. Karena pada dasarnya kebenaran itu tidak ada, hanya sebuah kesepakatan masyarakat yang dianggap cocok dengan hidup mereka.
  6. Bagaimanapun juga membunuh manusia masih dapat dibenarkan, tergantung bagaimana statement sosial daerah tertentu.
  7. Apakah harganya manusia ketika jumlahnya sudah terlalu banyak? Bukankah kita perlu membunuh mereka satu demi satu.
  8. Tujuan dari menghilangkan nyawa dalam jumlah banyak adalah menjaga agar sumber daya tetap seimbang pada permintaan.
  9. Tidak mungkin kita akan terus mempertahankan statement bahwa membunuh itu buruk, jika semakin banyak manusia berarti persaingan sumber daya meningkat.
  10. Bukankah itu artinya kita harus mengurangi populasi dengan cara apapun agar akhirnya dapat terbentuk keseimbangan pemenuhan kebutuhan.
6 Contoh Kalimat Persuasif Dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya

C. Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel

  1. Style adalah sebuah tipu daya korporasi agar kita terbawa dalam sebuah arus konsumtif produk tertentu.
  2. Apa gunanya kita hidup apabila hanya merasakan buah penderitaan dari kehidupan ini? Ironi sekali.
  3. Aku tidak ingin hidup, namun terpaksa mendapatkan kehidupan yang ternyata sangat menyiksa.
  4. Satu-satunya hal yang bisa menggaransi kebahagiaan kita di dunia ini adalah kekayaan. Bukankah faktanya begitu?
  5. Setidaknya ketika ingin menangis aku melakukannya dalam mobil mewah. Tidak sepertimu yang melakukannya di sudut kamar kos.
  6. Mengapa kita harus saling menjaga kehidupan manusia lain apabila tujuan mereka hanya untuk menghancurkan kehidupan.
  7. Menjaga hubungan baik dengan tetangga adalah hal paling absurd ketika keinginan mereka hanya melihat kita menderita.
  8. Bukankah aneh masyarakat Indonesia yang katanya sangat toleransi, namun tidak mampu melihat tetangganya sendiri bahagia.
  9. Ironi adalah hidup dalam sebuah masyarakat yang bersembunyi dalam topeng kebenaran hasil kesepakatan sosial dan agama.
  10. Apakah benar agama sebuah bahan marketing yang digunakan untuk memanipulasi kebutuhan manusia akan kepercayaan?

Halaman:

Advertisement