Advertisement
Source : Pexels/Ron Lach

90 Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel Lengkap

Contoh mengenai kalimat retoris dalam teks editorial, anekdot, dan artikel akan Mamikos ulas dalam tulisan kali ini biar kamu lebih memahaminya.

28 Juli 2024 Nana

F. Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel

  1. Tidakkah kebahagiaan itu merupakan hal fana pada saat manusia untuk mengukurnya saja kesulitan.
  2. Seperti apakah kebahagiaan itu, apakah dengan memiliki banyak uang, teman, kekuasaan, dan kekuatan?
  3. Siapakah nanti yang akan memimpin Indonesia ketika akhirnya khilafah berdiri, apakah nantinya akan ada pemilihan lagi.
  4. Bukankah sekarang orang suci sudah tidak ada lagi sehingga sistem kekhilafahan sama absurdnya dengan komunisme?
  5. Mungkinkah tuhan yang kita kenal sekarang hanya sekedar representasi dari prima causa penyebab terjadinya dunia.
  6. Ketika Tuhan sudah memiliki dan mampu melakukan segalanya apa urgensinya melakukan ritual penyembahan secara berkala.
  7. Apakah retorika masih berguna ketika apa yang dibicarakan dapat membuat pembicaranya masuk penjara.
  8. Orang masih kesulitan membedakan mana retorika dan penghinaan yang dasarnya sendiri sangat subjektif.
  9. Pada akhirnya hukum negara dinilai berdasarkan tersinggung atau tidaknya seseorang.
  10. Ketika manusia semakin licik dalam berpikir bukankah memilih mati adalah jalan paling mulia di mata Tuhan?

G. Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel

  1. Apakah salah mengakhiri kehidupan dengan alasan agar tidak membuat kekacauan dan dosa pada makhluk lainnya?
  2. Mengapa banyak orang menganggap kehidupan adalah sebuah nikmat padahal faktanya masih bisa merasakan derita.
  3. Lalu apakah intinya kebahagiaan itu ketika semuanya hanya dapat dinilai berdasarkan retorika belaka.
  4. Mengapa manusia takut mati? Apakah mereka takut dengan ketiadaan dan kehampaan?
  5. Bukankah kehampaan dan ketiadaan adalah sebuah kedamaian sejati yang sebenarnya kita dambakan.
  6. Jika kedamaian itu adalah sebuah kehampaan, apa artinya surga dan neraka dalam ajaran agama?
  7. Mengapa kita begitu mudahnya dijanjikan dengan sesuatu yang belum tentu ada nyatanya seperti surga dan neraka.
  8. Kenyamanan berbasis material adalah hal paling logis yang mampu memuaskan hasrat manusiawi seorang manusia.
  9. Apakah kebutuhan spiritual manusia hanya pelarian mereka dari ketidakmampuan melakukan daya yang dikehendakinya.
  10. Apakah imajinasi dari otak ini adalah sesuatu yang harus diperdebatkan oleh otak manusia lainnya.
6 Contoh Kalimat Interpretasi beserta Ciri-ciri dan Pengertiannya Lengkap

H. Contoh Kalimat Retoris dalam Teks Editorial, Anekdot, dan Artikel

  1. Mengapa ketika seseorang terlalu mempertanyakan keberadaan pencipta selalu dianggap gila?
  2. Bukankah ini adalah dampak dari otak dan daya pikir yang diciptakan oleh sang pencipta tersebut.
  3. Lalu ketika ada larangan untuk mempertanyakan dimana keberadaan tuhan bukankah itu menganulir karunianya.
  4. Mengapa saya harus menulis sebuah retorika panjang yang pada akhirnya tidak ada seorang pembaca.
  5. Di mana Tuhan saat sang makhluk ini membutuhkannya? Apakah hanya tersenyum dan melihat saja.
  6. Mengapa harus mencintai sesuatu? Karena nantinya akan terpisahkan baik atas alasan waktu atau lainnya.
  7. Apakah fungsinya akal ketika lebih banyak digunakan untuk menyakiti makhluk bernyawa lainnya.
  8. Ke mana kita setelah mati? Apakah pikiran ini akan berhenti begitu saja atau sudah ada kesengsaraan lain menanti.
  9. Jika bahagia itu tidak ada apakah kesengsaraan adalah sebuah nikmat yang seharusnya dirasakan oleh manusia.
  10. Irelevansi tokoh politik sudah semakin tinggi, apakah ini artinya tindakan mereka hanya sekadar retorika belaka.

Halaman:

Advertisement