Contoh Kebijakan Fiskal dan Moneter beserta Penjelasannya dalam Ilmu Ekonomi
Tahukah kamu bahwa kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan ekonomi yang penting? Oleh karenanya, kamu bisa baca ulasan lengkapnya di sini.
d. Turut mendorong investasi
Tujuan kebijakan fiskal yang terakhir yakni untuk menciptakan iklim investasi lebih baik bagi para pelaku pasar modal, khususnya investor. Sehingga suatu negara nantinya dapat memperoleh lebih banyak pendapatan dari pajak usaha.
Jenis-jenis Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan suatu kebijakan pemerintah yang terbagi ke dalam beberapa kategori.
Apa saja jenis-jenis kebijakan fiskal tersebut? Penjelasan selengkapnya bisa kamu simak sebagai berikut:
1. Dari Sisi Teoretis
Jenis kebijakan fiskal dari sisi teoretis di Indonesia terbagi ke dalam 3 kategori yaitu kebijakan fiskal fungsional, terencana, dan insidental.
Kebijakan Fiskal Fungsional
Pengertian dari kebijakan fiskal fungsional yakni suatu kebijakan yang diambil demi meningkatkan kualitas ekonomi secara makro, yang dampaknya baru terlihat dalam jangka panjang.
Contoh kebijakan fiskal fungsional ini adalah pemberian beasiswa kuliah, bantuan pendanaan perusahaan rintisan, dan lain sebagainya.
Kebijakan Fiskal Disengaja atau Terencana
Kebijakan fiskal disengaja merupakan kebijakan manipulasi anggaran negara.
Fungsi dari kebijakan fiskal adalah untuk menghadapi masalah tertentu, contohnya seperti pandemi dan krisis masalah ekonomi.
Contoh kebijakan fiskal disengaja yakni alokasi APBN bagi sektor kesehatan di masa pandemi dan relaksasi pajak usaha.
Kebijakan Fiskal Tak Disengaja/Insidental
Kebijakan fiskal tak disengaja merupakan kebijakan berupa penetapan keputusan atau aturan untuk melindung stabilitas ekonomi sektor non-pemerintah, misalnya penetapan harga eceran tertinggi.
2. Dari Sisi Penerapan
Jenis kebijakan fiskal dari sisi penerapan ini implementasinya ada 2 kategori, yaitu kebijakan fiskal ekspansif dan kontraktif.
Kebijakan Fiskal Ekspansif
Pengertian dari kebijakan fiskal ekspansif yakni suatu kebijakan yang diambil pemerintah saat ekonomi melemah dengan cara menaikkan anggaran belanja serta menurunkan atau meniadakan pajak bagi sektor tertentu.
Fungsi dari kebijakan fiskal ekspansif yakni demi meningkatkan daya beli barang, sehingga perusahaan tetap dapat berproduksi tanpa memecat karyawan.
Kebijakan Fiskal Kontraktif
Jenis kebijakan fiskal dari sisi penerapan adalah kebijakan fiskal kontraktif, kebijakan yang menurunkan belanja pemerintah dan menaikkan pajak. Fungsi kebijakan fiskal ini adalah untuk mencegah inflasi serta mengurangi rasio gini.
3. Dari Sisi Neraca Pembayaran
Jenis kebijakan fiskal dari sisi neraca terbagi ke dalam empat kategori yaitu kebijakan fiskal seimbang, surplus, defisit, dan dinamis.
Kebijakan Fiskal Seimbang
Kebijakan fiskal ini dibuat untuk menjaga keseimbangan pemasukan dan pengeluaran negara.
Fungsi kebijakan fiskal seimbang adalah supaya negara tidak punya terlalu banyak utang.
Meski terdengar positif, regulasi fiskal seimbang punya risiko agak besar, karena tidak semua negara memiliki kemampuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan warganya.
Kebijakan Fiskal Surplus
Pengertian dari kebijakan fiskal surplus adalah jenis kebijakan fiskal yang dibuat ketika pemasukan lebih banyak dari pengeluaran.
Fungsi kebijakan fiskal surplus ini untuk demi mencegah terjadinya inflasi.
Kebijakan Fiskal Defisit
Kebalikan dari jenis kebijakan fiskal surplus adalah kebijakan fiskal defisit yang gunanya adalah mengatasi kekurangan pemasukan dibanding pengeluaran. Salah satu contoh kebijakan fiskal defisit yakni utang luar negeri.
Kebijakan Fiskal Dinamis
Jenis kebijakan fiskal yang terakhir dari segi penerapan ialah regulasi fiskal dinamis, yang merupakan suatu kebijakan ekonomi yang diambil saat sewaktu-waktu negara membutuhkan.
Beberapa Instrumen Kebijakan Fiskal
Instrumen kebijakan fiskal merupakan berbagai sektor yang dimanfaatkan oleh pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi makro negara.
Beberapa instrumen kebijakan fiskal di Indonesia antara lain adalah:
Pajak
Instrumen kebijakan fiskal yang pertama adalah pajak dari seluruh sektor domestik dan luar negeri.
Demi mencapai suatu tujuan kebijakan fiskal, pemerintah dapat memanipulasi pajak dalam beberapa bentuk yakni pengurangan, penambahan, penundaan, sampai peniadaan.
Halaman:

