Advertisement
Source : Canva/@dragonimages

10 Contoh Konflik Peran dalam Kehidupan Sehari-hari Lengkap

Apakah kamu pernah berada di posisi untuk dibutuhkan oleh dua orang di waktu bersamaan? Itu termasuk dalam konflik peran, tetapi apa artinya? Berikut penjelasannya.

8 Januari 2026 Aditya
Ringkasan Artikel
  • Konflik peran terjadi ketika individu menghadapi tuntutan peran yang saling bertentangan (waktu, nilai, pola perilaku), sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, stres, dan berpotensi menurunkan motivasi serta kinerja.
  • Ada tiga jenis utama—time-based, strain-based, behavior-based—dan bentuk konflik seperti person-role, intra-role, dan inter-role; penyebab umum meliputi beban waktu, tekanan peran, komunikasi buruk, struktur organisasi, serta faktor pribadi.
  • Contoh sehari-hari: ibu yang berdagang sekaligus urus rumah, mahasiswa kerja sambil kuliah, pegawai WFH yang mengasuh anak; solusi utama adalah pengelolaan waktu dan strategi untuk mengurangi dampak negatif pada kesehatan dan produktivitas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kalian pernah mengalami konflik peran, berarti hidup kalian penuh dengan tantangan.

Sebab, ketika menemukan konflik peran, maka kan timbul banyak rasa tidak nyaman dan berakibat pada pikiran yang tidak tenang. Biasanya konflik peran ini akan menekan seseorang untuk melakukan suatu hal dalam waktu yang bersamaan.

Namun, bagi mereka yang berhasil melakukan konflik peran, berarti orang tersebut telah berhasil dalam menangani persoalan hidup. Sebab, konflik peran juga dapat mempengaruhi keseharian semua orang, terutama waktu. 📖✨

Pengertian Konflik Peran

Contoh Konflik Peran dalam Kehidupan Sehari-hari Lengkap
Canva/@dragonimages
6 Contoh Konflik Berkelanjutan dan Sesaat beserta Penjelasannya

Konflik peran selalu berkaitan dengan waktu dan masalah yang dihadapi, sehingga membuat seseorang menjadi kurang fokus dalam memilihnya.

Kira-kira apa saja contoh konflik peran dalam kehidupan sehari hari? Berikut penjabarannya untuk kamu simak.

Konflik peran atau role conflict merupakan sebuah situasi yang terjadi oleh individu ketika dihadapkan dengan pertentangan perilaku, pola pikir dan nilai akibat dari adanya ekspektasi peran yang berlainan dan menyebabkan individu tersebut mengalami kesulitan saat ingin melakukan tindakan atau untuk mengambil keputusan.

Konflik peran ini akan muncul ketika seorang individu tersebut memiliki dua peran atau lebih pada satu waktu yang bersamaan.

Contoh-contoh Bahwa Konflik Dapat Memicu Perubahan Sosial di Indonesia

Konflik peran juga merupakan suatu gejala pada psikologis yang bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman dan secara potensial akan dapat menurunkan suatu motivasi kerja hingga akan mengakibatkan penurunan pada kinerja harian secara keseluruhan.

Berikut ini merupakan beberapa pengertian dan juga definisi konflik peran yang bersumber pada pendapat ahli:

– Greenhause dan Beutell (1985) berpendapat bahwa konflik peran merupakan salah satu bentuk interrole conflict yang berarti tekanan atau ketidakseimbangan peran yang terjadi antara peran ketika berada di pekerjaan dengan peran ketika berada di dalam keluarga.

– Winardi (2003) mengungkapkan jika konflik peran merupakan bentuk konflik yang terjadi akibat seseorang mengemban suatu pekerjaan yang lebih dari satu peran sehingga saling bertentangan.

Rangkuman Konflik Sosial Suku Sampit beserta Penyebab dan Penyelesaiannya

– Carnicer (2004) berpendapat jika konflik peran adalah sebuah kondisi dari dua atau lebih bentuk tekanan yang terjadi pada tempat kerja, dimana bentuk pemenuhan dari satu peran tersebut dapat membuat bentuk pemenuhan pada peran lainnya menjadi lebih sulit.

– Robbins dan Judge (2008) juga memiliki pendapatnya jika konflik peran adalah sebuah situasi yang mana individu akan dihadapkan pada harapan sebuah peran (role expectation) yang bentuknya berbeda.

– Yustrianthe (2008) juga memberikan pendapatnya jika konflik peran akan terjadi ketika seseorang berada di situasi dengan tekanan untuk melakukan dua tugas yang berbeda dan tidak konsisten dengan pekerjaan tersebut dalam waktu yang bersamaan.

Jenis Konflik Peran

Terdapat tiga jenis pada konflik peran yaitu berikut ini:

1. Konflik berdasarkan dengan waktu (time-based conflict)

Konflik berdasarkan dengan waktu merupakan konflik peran yang disebabkan oleh adanya waktu yang dibutuhkan dalam menjalankan salah satu tuntutan dari keluarga maupun pekerjaan, yang mana dapat mengurangi waktu dalam menjalankan tuntutan atau pekerjaan yang lainnya pekerjaan maupun keluarga.

Jenis dari konflik peran ini biasanya lebih berkaitan dengan hal berikut, yakni jumlah jam kerja, lembur kerja, tingkat kehadiran, ketidakteraturan jadwal shift dan kontrol dalam jadwal kerja.

2. Konflik berdasarkan pada tekanan (strain-based conflict)

Konflik berdasarkan tekanan dalah konflik peran yang terjadi disebabkan oleh tekanan dari salah satu peran sehingga mempengaruhi bentuk kinerja peran lainnya.

Konflik peran jenis ini lebih sering disebabkan dari faktor-faktor berikut, yakni ketegangan, kecemasan, kelelahan, karakter peran kerja, kehadiran anak baru, ketersediaan sosial dari anggota keluarga.

3. Konflik berdasarkan dengan perilaku (behavior-based conflict)

Konflik berdasarkan dengan perilaku merupakan konflik peran yang akan berhubungan dengan suatu ketidaksesuaian pada pola perilaku dengan yang hal diinginkan oleh kedua bagian dari pekerjaan maupun keluarga.

Bentuk Konflik Peran

Terdapat tiga buah bentuk konflik peran yang biasa dialami oleh individu, yaitu:

1. Konflik pada peran itu sendiri (person role conflict)

Konflik ini akan terjadi ketika suatu persyaratan pada peran melanggar nilai dasar, sikap dan juga kebutuhan dari individu tersebut.

2. Konflik pada intra peran (intra role conflict)

Konflik ini sering kali terjadi sebab adanya beberapa orang yang berbeda dalam menentukan sebuah peran, namun mereka berdasar pada harapan masing-masing dari peran tersebut.

3. Konflik pada antar peran (inter role conflict)

Konflik ini akan muncul sebab seseorang menghadapi sebuah peran ganda.

Hal ini akan terjadi akibat dari seseorang memainkan banyak peran sekaligus dan dari beberapa peran tersebut memiliki harapan yang bertentangan serta bentuk tanggung jawab yang berbeda-beda.

9 Contoh Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial Masyarakat yang Terjadi di Indonesia

Sumber Konflik Peran

Terdapat tiga hal yang menjadi sumber penyebab konflik peran yang dialami seseorang, yakni:

  • Semakin banyaknya waktu untuk bekerja, maka akan semakin sedikit pula waktu yang dimiliki untuk bersama keluarga termasuk waktu untuk melakukan komunikasi.
  • Tingkat stres yang sudah dimulai pada satu peran, yang kemudian terjatuh ke dalam peran lain, dan dikurangi dari kualitas hidup dalam peran tersebut.
  • Muncul kecemasan dan kelelahan yang akan disebabkan dari adanya ketegangan pada satu peran dapat mempersulit dalam melakukan peran yang lainnya.

Faktor Penyebab Konflik Peran

Terdapat tiga faktor yang menjadi penyebab dari konflik peran, yakni:

a. Komunikasi

Komunikasi sangat dapat menjadi sumber dari konflik peran.

Sebab, komunikasi dapat menyebabkan adanya salah pengertian yang mungkin berkenaan dengan tata kalimat, tata bahasa yang kurang atau sulit untuk dimengerti, atau juga informasi yang mendua dan kurang lengkap serta dari gaya individu yang tidak terlihat konsisten.

b. Struktur

Suatu konflik peran yang bersumber pada sebuah struktur dapat terjadi sebab adanya pertarungan dari kekuasaan antar departemen, dengan adanya kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang cukup bertentangan.

Persaingan ini dilakukan untuk bisa memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau rasa saling ketergantungan antara dua atau lebih kelompok-kelompok dalam kegiatan kerja demi mencapai tujuan mereka.

c. Variabel-variabel pribadi

Variabel-variabel pribadi pada konteks ini merupakan faktor-faktor pribadi seseorang, termasuk dari sistem nilai milik individual yang juga dimiliki oleh setiap orang, serta karakteristik pada kepribadian yang bertanggung jawab terhadap terjadinya sebuah penyimpangan dan perbedaan.

Contoh Konflik Peran

1. Seorang ibu bekerja sebagai pedagang sekaligus mengurus rumah tangga

Kamu pasti sering menemukan kasus-kasus semacam ini dimana seorang ibu rumah tangga harus berada di pasar untuk berdagang sayuran, namun di sisi lain ia juga harus mengurus rumah tangganya.

Biasanya seorang itu tadi akan lebih mengutamakan urusan rumah tangganya seperti mengurus anak dan membersihkan rumah, kemudian melanjutkan pergi ke pasar untuk berdagang.

Walupun Ia harus berangkat kesiangan dikarenakan hal tersebut.

2. Memberikan contekan kepada sahabat terdekat

Kamu yang memiliki sahabat saat berada di sekolah, pasti pernah mengalami hal ini, dimana kalian dimintai jawaban dari soal ulangan oleh sahabatmu sendiri.

Terkadang kamu merasa tidak enak jika menolaknya, namun kamu juga ingin mengerjakan ulangan secara jujur.

Alhasil kamu tetap memberikan contekan kepada sahabatmu itu sebab merasa tidak enak atau sungkan jika menolak.

3. Seorang pekerja mengambil dua hingga tiga pekerjaan sekaligus

Walaupun tidak banyak, namun memang ada orang-orang yang memiliki pekerjaan lebih dari satu. Hal tersebut terkadang membuat seseorang menjadi bingung dalam membagi waktu untuk melakukan pekerjaannya.

Memang dia sedang membutuhkan uang lebih, namun memiliki pekerjaan lebih dari satu cukup melelahkan terutama ketika harus memprioritaskan pekerjaan mana yang harus dikerjakan lebih dulu.

4. Memilih untuk bermain dengan teman atau kekasih

Kasus ini biasanya sering terjadi oleh anak-anak muda, dalam hal ini konflik peran akan sangat terjadi sebab dapat mengakibatkan perasaan tak nyaman dalam memilihnya.

Jika memilih untuk bermain dengan teman,  makan akan disangka tidak mementingkan perasaan kekasihnya.

Namun, jika memilih bermain dengan kekasih, akan dianggap lupa teman atau bahkan sudah tidak mau berteman. Kasus-kasus semacam ini masih saja sering terjadi di lingkungan pertemanan.

5. Seorang anak bingung memilih bermain atau belajar

Pernahkah kamu ketika berada di masa SD, merasa bingung untuk belajar atau bermain bersama teman?

Hal itulah yang juga menjadi bentuk konflik peran, dimana kamu ingin bermain dengan temanmu, tetapi diharuskan untuk belajar oleh orang tua.

Biasanya kamu akan menjadi bingung dan tidak niat untuk belajar sehingga yang dipikirkan hanyalah bermain.

6. Seorang guru yang harus mengajar sekaligus menjadi wali kelas

Seorang guru tidak hanya mengajar materi di kelas, tetapi juga bertanggung jawab sebagai wali kelas untuk membimbing dan mengawasi perilaku siswa. Konflik peran muncul ketika waktu untuk menyiapkan materi pelajaran berbenturan dengan waktu untuk mengurus administrasi dan membimbing siswa.

7. Seorang mahasiswa bekerja sambil kuliah

Mahasiswa yang harus menghadiri kuliah, mengerjakan tugas, dan ujian, tetapi juga bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Konflik peran terjadi ketika jadwal kuliah dan pekerjaan bentrok, sehingga sulit menentukan prioritas.

8. Seorang kepala keluarga yang harus menafkahi keluarga sekaligus merawat orang tua

Seorang anak atau kepala keluarga menghadapi konflik peran ketika harus membagi waktu antara bekerja untuk keluarga, membiayai anak, dan merawat orang tua yang sudah lanjut usia.

9. Seorang atlet yang juga harus fokus sekolah atau kuliah

Atlet muda yang berprestasi sering menghadapi konflik peran antara jadwal latihan yang ketat dan kewajiban akademik. Misalnya, latihan sepak bola pagi hingga sore, tapi ada ujian atau tugas kuliah yang harus diselesaikan di waktu yang sama.

10. Seorang pegawai kantor yang harus bekerja dari rumah sekaligus mengurus anak

Dengan sistem kerja hybrid atau WFH, seorang pegawai sering menghadapi konflik peran karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor sekaligus mengurus anak yang berada di rumah, sehingga fokus dan produktivitas sering terganggu.

Penutup

Itu tadi pembahasan mengenai contoh konflik peran dalam kehidupan sehari hari.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam memahami tentang apa itu konflik peran, dan menyadarkan bahwa semua orang pernah mengalami konflik peran.

Kamu juga harus pintar dalam mengatur strategi jika sedang mengalami konflik peran.

Sebab jika kamu tidak bisa mengaturnya, maka akan memberikan dampak negative terhadap kegiatanmu. Terlebih akan membuatmu merasa stress tak tidak nyaman.

Itu tadi pembahasan mengenai contoh konflik peran dalam kehidupan sehari hari, kamu dapat membaca artikel lainnya mengenai konflik pada kolom yang tersedia di Mamikos.

FAQ

Apa saja contoh konflik dalam kehidupan sehari-hari?

Pertengkaran antar teman, perselisihan keluarga, dan perbedaan pendapat di tempat kerja.

Apa contoh dari konflik peran?

Seorang karyawan yang juga menjadi orang tua harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Apa contoh konflik peran sebagai seorang siswa?

Harus belajar untuk ujian sambil mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang padat.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan konflik peran?

Situasi ketika seseorang menghadapi tuntutan atau harapan yang bertentangan dari peran yang dimilikinya.

Sebutkan 4 konflik apa saja yang sering terjadi pada masyarakat?

Konflik sosial, konflik budaya, konflik agama, dan konflik ekonomi.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement