19 Contoh Majas dalam Karya Sastra Novel beserta Fungsinya
Dalam sebuah karya sastra novel, para penulis biasanya akan menggunakan beberapa jenis majas untuk membuat karya karangannya lebih indah dan hidup.
18. Pararelisme
Majas penegasan pararelisme merupakan suatu gaya bahasa yang mengulang-ulang sebuah kata, dan digunakan untuk menegaskan makna kata tersebut tetapi memiliki arti berbeda. Majas ini sangat sering digunakan di dalam karya sastra puisi.
Contoh kalimat:
Kasih pasti murah hati, kasih itu lemah lembut, kasih pasti akan memaafkan.
19. Tautologi
Majas penegasan berikutnya adalah tautologi. Majas ini adalah gaya bahasa untuk mengulang kata bersinonim, yang dipakai untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu.
Contoh kalimat:
Istri TKI di sebelah rumahku begitu setia, menanti, menunggu, dan terus berharap suaminya kembali.
Fungsi Majas dalam Karya Sastra Novel
Tujuan atau fungsi penggunaan majas dalam sebuah karya sastra novel biasanya untuk menciptakan efek yang jauh lebih hidup dan lebih efektif.
Ada juga penulis yang terang-terangan mengungkapkan bahwa penggunaan majas dalam karya sastra novel yang ia tulis semata agar karyanya bisa lebih hidup dan mengena di hati pembaca.
Berikut ini ada beberapa fungsi dari penggunaan majas dalam sebuah karya sastra seperti novel, di antaranya adalah:
- Menghasilkan kesenangan imajinatif para pembaca.
- Menghasilkan imaji tambahan sehingga hal-hal abstrak menjadi lebih konkret dan dapat dinikmati secara leluasa oleh pembaca.
- Menambah intensitas perasaan dari penulis/pengarang dalam menyampaikan makna dan sikap dalam karya sastranya.
- Mengkonsentrasikan makna yang hendak disampaikan dan cara-cara menyampaikan sesuatu dengan bahasa singkat namun tetap indah.
Akhir
Setelah menyimak uraian dan penjelasan contoh majas dalam karya sastra novel di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa hampir di setiap novel sastra kamu akan menemukan contoh-contoh majas.
Baik dalam karya sastra lawas maupun kontemporer, penggunaan majas dalam karya sastra tetap dilakukan penulis untuk membuat karya tulisnya menjadi lebih indah dan mengena ke hati pembaca.
Semoga saja apa yang sudah kamu baca pada contoh majas dalam karya sastra novel beserta fungsinya kali ini dapat menambah wawasan yang bermanfaat.
FAQ
Mungkin kamu penasaran dengan apa fungsi sebenarnya dari gaya bahasa atau majas dalam sebuah novel. Kamu bisa menemukan jawabannya di sini. Fungsi gaya bahasa dalam novel adalah sebagai efek keindahan dalam cerita agar suasana terkesan lebih hidup dan menarik. Selain itu majas juga dapat meningkatkan selera pembaca, dan memperkuat gagasan dari penulis/pengarang.
Fungsi dari penggunaan gaya bahasa terbanyak yakni memperkuat efek terhadap gagasan dalam sebuah karya. Karya sastra adalah bentuk ungkapan perasaan, ide, gagasan maupun sebuah pemikiran dari pengarang terhadap peristiwa yang pernah ia alami baik secara mental dan emosional, sadar atau tidak sadar yang dipengaruhi oleh lingkungannya.
Berikut ini adalah beberapa contoh majas hiperbola yang dapat kamu pelajari di antaranya adalah (1) Tas berwarna coklat itu berat sekali, isinya seperti sejuta ton batu, (2) Kamar Intan sangat luas, layaknya seluas lautan, (3) Air mata Ibu tak akan pernah habis, bak jumlah air di lautan, (4) Senyum Maria seolah menyinari seluruh dunia dan bisa melelehkan es batu seketika.
Contoh macam-macam majas penegasan di antaranya adalah retorika, pararima, apofasis, tautology, inversi, enumerasio, ellipsis, koreksio, alonim, kolokasi, paralelisme, dan aliterasi. Majas penegasan punya dua sub majas, yakni Pleonasme dan Repetisi.
Majas klimaks merupakan suatu gaya bahasa yang menyatakan rangkaian urutan yang semakin lama meninggi. Contoh majas klimaks yakni “Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut turun dan antre sembako dari pemerintah.”.
Halaman:

