Advertisement
Source : unsplash.com/@matteofusco

7 Contoh Reaksi Termokimia dalam Kehidupan Sehari-hari dan Lingkungan Sekitar

Apakah kamu pernah mendengar adanya reaksi termokimia? Simak kumpulan dari beberapa contoh reaksi termokimia dalam kehidupan sehari-hari di bawah ini.

19 September 2024 Fatma

2. Termometer Zat Cair

2. Termometer Zat Cair
unsplash.com/@sumekler

Contoh kedua dari adanya reaksi termokimia yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan penggunaan termometer zat cair.

Termometer sendiri merupakan sebuah alat yang penggunaannya dilakukan supaya bisa mengetahui suhu yang ada.

Cara kerja yang dimiliki oleh termometer zat cair ini sendiri melibatkan adanya proses termokimia. Lebih tepatnya yaitu saat ada kenaikan suhu, maka cairan yang ada di dalam bola tabung mengembang menjadi lebih banyak dibandingkan gelas yang menjadi penutupnya.

Hal tersebut berakibat pada cairan yang tipis menjadi dipaksa untuk bisa naik ke atas dengan cara kapiler.

Begitu pula terjadi dengan sebaliknya. Saat suhu mengalami penurunan, maka cairan yang ada di dalam bola tabung akan menjadi mengerut dan cairan tipis bisa menjadi turun.

Kumpulan Contoh Soal Persamaan Reaksi Kimia beserta Jawabannya Kelas 10 SMA

3. Penggunaan Kantong Penyeka Portabel

3. Penggunaan Kantong Penyeka Portabel
adwebzone.com

Pada contoh reaksi termokimia dalam kehidupan sehari-hari yang ketiga kali ini yaitu dengan penggunaan kantong penyeka portabel.

Bagi yang belum tahu, kantong penyeka portabel sendiri merupakan sebuah alat yang biasa menjadi bagian dari P3K dan digunakan untuk mengantisipasi adanya kram maupun terkilir.

Alat satu ini memanfaatkan konsep reaksi yang terjadi secara endoterm maupun eksoterm dengan langsung.

Perlu untuk diketahui bahwa kantong penyeka portabel terbagi ke dalam dua jenis yaitu kantong penyeka yang dingin dan kantong penyeka yang panas.

Kantong penyeka yang dingin terdiri dari dua lapis kantong plastik. Bagian luarnya diisi oleh serbuk ammonium nitrat atau NH4NO3 serta plastik bagian dalamnya yang berisi air.

Penggunaan untuk jenis yang satu ini biasanya dengan cara menekan kantong tersebut, lalu airnya akan keluar dengan melarutkan ammonium nitrat. Nantinya proses ini mampu untuk menghasilkan suhu sehingga terjadi adanya reaksi endoterm.

Sementara untuk jenis kantong penyeka panas terdiri dari plastik berkualitas kuat. Tujuannya yaitu supaya bisa mencegah gas oksigen mengalami kebocoran serta bisa menahan tekanan dari gas oksigen tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena kantong satu ini terdiri dari serbuk besi, garam dapur, dan gas oksigen sebagai isinya.

Reaksi yang ada dalam kantong penyeka panas bisa menghasilkan kalor sehingga nantinya terjadi reaksi eksoterm. Supaya bisa menghasilkan panas, jenis kantong ini biasanya perlu untuk dikocok terlebih dahulu.

Cara itu membantu oksigen supaya bisa keluar dari larutan NaCl yang ada. Kemudian, nantinya muncul reaksi yang terjadi antara besi serta gas oksigen yang telah dikatalis oleh adanya NaCl dan air.

Halaman:

Advertisement