12 Contoh Resensi Buku Non Fiksi, Fiksi, Novel, Ilmu Pengetahuan Lengkap!
Menulis resensi tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan bukunya dibaca sampai selesai. Berikut ini contoh resensi buku yang bisa kamu pelajari.
Genta, salah satu orang di antara mereka yang selalu dianggap “leader”. Ian memiliki perawakan yang lebih dari ideal, ia fanatik dengan bola dan penggemar Happy Salma.
Persahabatan mereka sudah terjalin selama 7 tahun, namun pada suatu ketika mereka merasakan hal yang sama, yaitu jenuh dengan aktivitas yang selalu mereka lakukan bersama.
Di situ lah muncul ide untuk tidak saling berkomunikasi dalam tiga bulan ke depan, dan setelahnya akan bertemu satu sama lain.
Masa tiga bulan sedang mereka jalani, masing-masing dari mereka mengejar impian yang belum diraih. Selama tiga bulan berpisah memang terjadi banyak hal perubahan dalam diri masing-masing, hati mereka lebih kaya daripada sebelumnya.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, usai sudah masa tiga bulan untuk tidak berkomunikasi. Mereka merayakan pertemuan itu dengan menempuh sebuah perjalanan panjang.
Tujuan akhir perjalanan mereka adalah puncak Mahameru, puncak tertinggi di Pulau Jawa.
Dalam perjalanan itu mereka menemukan sebuah arti kehidupan sesungguhnya.
Mereka saling merasakan perubahan dalam sisi karir, idealisme, karir, dan cinta. Akhirnya mereka telah meraih impian masing-masing.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Tentunya menggunakan gaya bahasa yang kompleks, sehingga pembaca jelas dan mudah mengerti.
Memiliki alur cerita yang tidak membosankan, membuat para pembaca ingin terus menyimak perjalanan kisahnya hingga akhir. Menuangkan motivasi dalam merubah mimpi untuk menjadi nyata.
Kekurangan contoh resensi novel ini terletak hanya pada alur cerita terakhir, yang menggambarkan kelima sahabat yang sudah memiliki keturunan ini masih bertingkah seperti masa mudanya dahulu.
Contoh Resensi Buku Novel 2

Identitas Buku
Judul Buku: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Tebal Buku: 250 halaman
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2015
Sinopsis Koala Kumal
Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu sukses diterima masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging.
Tulisan di blognya lalu diadaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika. Saat ini Dika telah memiliki karya tulis fiksi sebanyak 7 buku.
Perubahan drastis telah dialami olehnya, menulis bukan lagi menjadi aktivitas isengnya dan dia juga seseorang yang multi profesi.
Kini dia berprofesi sebagai penulis, sutradara, komika (stand-up comedy), aktor, dan youtuber.
Hebatnya Dika yaitu bisa memegang semua profesi dengan terkendali. Pada tahun 2015 Raditya Dika merilis buku barunya yang berjudul Koala Kumal.
Buku yang berkisah tentang manis pahitnya sebuah cinta. Seperti karya-karya sebelumnya, Dika mengemas dengan konsep drama cinta komedi.
Dalam bukunya, Raditya Dika mengutarakan tentang patah hati. Ada seseorang yang dahulu satu sama lain saling mengasihi rasa nyaman, namun dikala bertemu kembali rasa itu telah pudar.
Dika menggambarkan hal itu dengan kisah seekor koala yang berimigrasi dari tempat tinggalnya di hutan.
Namun saat seekor koala kembali ia kebingungan, karena hutan yang pernah menjadi tempat tinggalnya dahulu telah gundul akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab.
Dan dari penggambaran imajinasi itu Dika memberikan judul buku barunya Koala Kumal. Jika sebelum-sebelumnya Dika selalu menuangkan komedi kasar dalam setiap karyanya, di buku Koala Kumal ini ia justru menuangkan komedi pakai hati.
Karena Dika sendiri memiliki prinsip bahwa lucu itu tidak harus menggunakan komedi kasar, komedi pakai hati juga bisa untuk membuat kelucuan. Koala Kumal menjelaskan bahwa patah hati merupakan suatu proses menuju taraf kedewasaan.
Dalam patah hati janganlah kamu untuk mudah putus asa mengejar cinta. Meraih suatu harapan itu butuh perjuangan. So, dalam perjuangan cinta kamu harus bisa mempertahankan kenyamanan.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama.
Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.
Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.
Contoh Resensi Buku Novel 3

Identitas Buku
Judul Buku: Rindu
Penulis: Darwis Tere Liye
Tebal Buku: 544 halaman
Penerbit: Republika
Tahun Terbit: 2014
Sinopsis Rindu
Rindu, karya sastra dari penulis besar, Darwis Tere Liye. Novel Rindu ini diterbitkan pada tahun 2014.
Di dalamnya menceritakan tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Perjalanan kerinduan yang banyak menimbun beban di hati.
Mulai dari bagaimana ia menempuh perjalanan dengan dosa yang tak terhitung di masa lalu.
Kemudian seseorang yang menempuh perjalanannya dengan penuh kebencian. Sebuah perjalanan yang disebabkan karena dia yang kehilangan cintanya.
Latar waktu pada novel menceritakan pada masa pemerintah Hindia Belanda, yaitu saat Belanda masih menjajah Indonesia.
Pada kala itu, pemerintah Hindia Belanda memberikan fasilitas perjalanan untuk menunaikan ibadah haji bagi rakyat pribumi yang memiliki uang cukup.
Perjalanan saat itu dilakukan melalui jalur laut, dengan menggunakan kapal besar yang merupakan perkembangan teknologi transportasi canggih modern pada kala itu.
Salah satu kapal yang beroperasi dan digunakan untuk menempuh perjalanan haji adalah kapal Blitar Holland. Di kapal besar itu terjadilah sebuah interaksi seorang penumpang dengan yang lainnya.
Diceritakan tentang keluarga Daeng Adipati yang termasuk orang tua, pembantu rumah tangga, dan dua anak yang ikut perjalanan haji, yaitu Anna dan Elisa.
Mereka menikmati perjalanan yang memakan banyak waktu ini dengan senang gembira.
Seolah mereka tak pernah mengerti apa yang tersembunyi dalam hati ayah mereka, Daeng.
Ada lagi tokoh yang bernama Ambo Uleng, ia adalah seorang pelaut. Hampir seumur hidupnya dihabiskan di atas laut. Ambo Uleng memiliki sifat turunan dari ayahnya, yang merupakan seorang pelaut juga.
Ambo Uleng menaiki kapal Blitar Holland tidak memiliki tujuan apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh mungkin dari tanah Makassar, tempat terukir kisah pilunya.
Selain itu, ada seorang berketurunan Cina. Sepanjang perjalanan haji, beliau sering mengajari anak-anak ngaji di mushola kapal. Anak-anak sering memanggilnya Bunda Upe.
Beliau ini ternyata sedang memendam masa lampaunya sebelum memeluk agama Islam. Tiap malam beliau selalu menangisi dosa-dosanya dahulu.
Diceritakan pula seorang ulama tersohor dari Makassar yang ikut dalam perjalanan haji, yaitu Gurutta Ahmad Karaeng.
Di kapal, beliau selalu melaksanakan salat berjama’ah dengan penumpang lainnya. Dan pada saat itu beliau segera meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di kapal.
Di satu sisi beliau adalah sosok orang yang selalu memberikan jawaban terbaik setiap ada pernyataan dari orang-orang.
Namun di sisi lain, beliau sendiri telah memendam lama suatu pertanyaan yang memang tak ada seorang pun yang mampu menjawab.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Darwis Tere Liye menyajikan cerita dalam bukunya dengan begitu menarik dan mengalir untuk dibaca. Menggambarkan nuansa latar yang berbeda, yaitu di atas kapal uap besar yang seolah-olah itu sebuah kampung.
Secara keseluruhan sudah bagus. Mungkin hanya fisiknya saja, yaitu sampul novel yang kurang begitu menarik untuk menggambarkan isinya.
Contoh Resensi Buku Ilmu Pengetahuan
Contoh resensi buku yang terakhir adalah resensi mengenai buku ilmu pengetahuan. Hampir sama dengan resensi buku non fiksi, hanya saja lebih butuh detail yang jelas.
Berikut contoh resensi buku ilmu pengetahuan yang bisa kamu jadikan referensi.
Contoh Resensi Buku Ilmu Pengetahuan 1

Identitas Buku
Judul Buku: Satwa Terancam Bahaya
Penulis Buku: Jen Green
Penerbit Buku: Pakar Raya
Cetakan: Tahun 2006
Tebal: 32 Halaman
Halaman:


