15 Contoh Soal Perkalian dan Pembagian Pecahan beserta Pembahasannya
Pelajari contoh soal perkalian dan pembagian pecahan beserta pembahasannya secara lengkap untuk memahami cara menghitung pecahan dengan mudah dan tepat.
- Pengenalan singkat: pecahan (a/b) diperkenalkan sejak SD dengan jenis utama—pecahan biasa, campuran, desimal, dan pecahan senilai—dan bukan bilangan bulat karena memiliki pembagi/penyebut.
- Cara mengerjakan: untuk perkalian kalikan pembilang×pembilang dan penyebut×penyebut; ubah pecahan campuran/desimal ke bentuk biasa jika perlu. Untuk pembagian, balik pecahan pembagi lalu kalikan (a/b : c/d = a/b × d/c); sederhanakan hasil akhir.
- Latihan dan tips: artikel menyajikan banyak contoh soal pilihan ganda dan cerita beserta pembahasan, menjelaskan kesalahan umum (menyamakan penyebut untuk ×/÷, lupa membalik, tidak mengubah pecahan campuran, lupa menyederhanakan) serta tips belajar seperti pakai visual dan latihan bertahap.
Materi tentang operasi pecahan mulai dikenalkan di jenjang Sekolah Dasar dan terus berlanjut hingga sekolah menengah, bahkan Perguruan Tinggi. Untuk menguasainya, kamu bisa mempelajari teori dan contoh soal perkalian dan pembagian pecahan.
Simak artikel berikut untuk mendapatkan berbagai macam contoh soal terkait perkalian dan pembagian pecahan yang disertai pembahasannya.
Daftar Isi
Contoh Soal Perkalian dan Pembagian Pecahan

Sebelum membahas contoh soal, pahami terlebih dahulu apa itu bilangan pecahan.
Perlu kamu ketahui bahwa pecahan bukanlah bilangan bulat karena memiliki tanda bagi atau per, sehingga nilainya tidak menentu seperti 3/4, 1/2, 5/7, atau 10/11.
Penulisan pecahan menggunakan bentuk a/b, di mana a adalah pembilang (angka di atas) dan b adalah penyebut (angka di bawah), dengan syarat b tidak boleh nol.
Mengerjakan soal pecahan tentang operasi perkalian dan pembagian sebenarnya lebih mudah dibandingkan soal penjumlahan dan pengurangan. Kamu tidak perlu menyamakan penyebut kedua pecahan walaupun penyebutnya berbeda.
Secara umum, terdapat empat jenis pecahan yang perlu kamu tahu:
- Pecahan biasa, contohnya 1/2 atau 3/4
- Pecahan campuran, yaitu gabungan bilangan bulat dan pecahan, misalnya 1 1/4
- Pecahan desimal yang ditulis dengan tanda koma, misalnya 3,2
- Pecahan senilai, yaitu dua pecahan berbeda bentuk tetapi memiliki nilai sama, misalnya 1/3 = 3/9
Cara Mengerjakan Perkalian Pecahan
Perkalian pecahan sebenarnya adalah menentukan “bagian dari suatu bagian”.
Saat kamu menghitung (1/2) × (1/4), artinya kamu sedang mencari berapa nilai dari setengah bagian dari seperempat.
Secara matematis, rumus umum perkalian pecahan dituliskan sebagai berikut:
(a / b) × (c / d) = (a × c) / (b × d)
Pembilang dikalikan dengan pembilang (a × c)
Penyebut dikalikan dengan penyebut (b × d)
Jika salah satu bilangan berbentuk pecahan campuran, ubah dulu menjadi pecahan biasa sebelum dikalikan. Jika berbentuk desimal, kamu bisa langsung mengalikannya seperti perkalian bersusun biasa, kemudian menentukan letak koma pada hasil akhir berdasarkan jumlah total angka di belakang koma dari kedua bilangan yang dikalikan.
Cara Mengerjakan Pembagian Pecahan
Walaupun tanda operasinya adalah pembagian, sebenarnya cara mengerjakannya mirip perkalian. Kuncinya, kamu tidak benar-benar membagi, tetapi mengalikan dengan kebalikan (invers) dari pecahan pembaginya.
Rumus umum:
(a / b) : (c / d) = (a / b) × (d / c) = (a × d) / (b × c)
Langkah-langkah mengerjakannya:
- Ubah bilangan bulat, pecahan campuran, atau pecahan desimal (jika ada) menjadi bentuk pecahan biasa
- Balik posisi pembilang dan penyebut pada pecahan pembagi
- Ganti tanda bagi (:) menjadi tanda kali (×)
- Kalikan seperti perkalian pecahan biasa
- Sederhanakan hasil akhirnya jika memungkinkan
Soal Perkalian dan Pembagian Pecahan Pilihan Ganda
Soal 1
Hasil 3/5 × 2/7 adalah …
A. 5/12
B. 6/35
C. 6/12
D. 5/35
Jawaban: B
Pembahasan
3/5 × 2/7
= (3 × 2)/(5 × 7)
= 6/35
Soal 2
Hasil 1 1/3 × 2/5 adalah …
A. 2/15
B. 6/8
C. 8/15
D. 8/8
Jawaban: C
Pembahasan
Ubah 1 1/3 menjadi pecahan biasa: 4/3
4/3 × 2/5 = 8/15
Soal 3
Hasil dari 5 : 1/4 adalah …
A. 5/4
B. 4
C. 1/20
D. 20
Jawaban: D
Pembahasan
Ubah 5 menjadi 5/1, kemudian kalikan dengan kebalikan 1/4 yaitu 4/1
5/1 × 4/1 = 20
Soal 4
Hasil 3/8 : 3/4 adalah …
A. 1/4
B. 1/2
C. 2
D. 9/32
Jawaban: B
Pembahasan
3/8 × 4/3
= 12/24
= ½
Soal 5
Hasil dari 2/3 × 3/4 × 1/2 adalah …
A. 1/4
B. 1/2
C. 1/3
D. 3/8
Jawaban: A
Pembahasan
2/3 × 3/4 = 6/12 = 1/2
1/2 × 1/2 = 1/4
Soal 6
Hasil dari 2 1/4 : 3/8 adalah …
A. 6
B. 3/32
C. 24/9
D. 3
Jawaban: A
Pembahasan
Ubah 2 1/4 menjadi pecahan biasa: 9/4
9/4 : 3/8 = 9/4 × 8/3
= 72/12
= 6
Soal 7
Hasil 1,5 × 2/3 adalah …
A. 1
B. 1,5
C. 0,5
D. 2
Jawaban: A
Pembahasan
Ubah 1,5 menjadi pecahan biasa: 3/2
3/2 × 2/3 = 6/6 = 1
Soal Cerita Perkalian dan Pembagian Pecahan
Soal 8
Paman Edi membeli 4 botol susu sapi. Jika tiap botol berisi 1,25 liter susu sapi, berapa liter total susu yang dibeli paman Edi?
Jawaban:
4 × 1,25 = 5 liter susu
Soal 9
Dina hendak membuat hiasan untuk kamarnya. Ia menggunakan sebuah tali sepanjang 3/4 meter yang akan dipotong menjadi beberapa bagian masing-masing sepanjang 1/8 meter. Berapa banyak potongan tali yang bisa dibuat Dina?
Jawaban:
3/4 : 1/8 = 3/4 × 8/1
= 24/4
= 6 potongan tali
Soal 10
Seorang petani yang kaya raya hendak membagi tanahnya sama rata untuk 5 anaknya. Jika luas lahan yang dimilikinya adalah 2 1/2 hektare, berapa bagian yang akan didapatkan setiap anak?
Jawaban:
Ubah 2 1/2 menjadi pecahan biasa yaitu 5/2
5/2 : 5
= 5/2 × 1/5
= 5/10
= 1/2 hektare per anak
Soal 11
Sebuah toko roti memproduksi adonan sebanyak 7 1/2 kg per hari. Dari total adonan tersebut, 2/5 bagian dipakai untuk membuat donat, dan sisanya dibagi rata untuk membuat 6 jenis roti yang lain. Berapa kg adonan yang digunakan untuk masing-masing jenis roti selain donat?
Jawaban:
Total adonan = 7 1/2 kg = 15/2 kg
Adonan donat = 2/5 × 15/2 = 30/10 = 3 kg
Sisa adonan = 15/2 – 3 = 15/2 – 6/2 = 9/2 kg
Sisa dibagi rata untuk 6 jenis roti:
9/2 : 6 = 9/2 × 1/6 = 9/12 = 3/4 kg
Jadi, tiap jenis roti selain donat membutuhkan 3/4 kg adonan.
Soal 12
Pemilik warung sembako membagi 3 1/2 kg gula ke dalam 8 kantong sama besar. Seorang pembeli mengatakan bahwa setiap kantong akan berisi 7/16 kg gula. Apakah yang dikatakan pembeli tersebut benar? Buktikan dengan perhitungan.
Jawaban:
Ubah 3 1/2 menjadi pecahan biasa: 7/2
7/2 : 8 = 7/2 × 1/8 = 7/16 kg
Apa yang dikatakan pembeli tersebut benar karena hasil pembagiannya memang menghasilkan 7/16 kg gula per kantong.
Soal 13
Produsen kerudung menjual satu jenis kain motif dengan harga per meter yang sama. Silvia membeli 2,4 meter kain, sedangkan Rani membeli 2 3/5 meter kain jenis yang sama. Apakah benar jika total kain yang dibeli kedua pembeli tersebut adalah 5 meter? Buktikan dengan perhitungan.
Jawaban:
Ubah semua ke bentuk pecahan biasa dengan penyebut sama
2,4 = 12/5
2 3/5 = 13/5
Total = 12/5 + 13/5 = 25/5 = 5 meter
Pernyataan tersebut benar, karena total kain yang dibeli kedua pembeli tepat 5 meter.
Soal 14
Sebuah drum berisi 24 liter minyak. Minyak tersebut dipindahkan ke dalam botol-botol kecil berukuran 3/4 liter per botol hingga semua botol terisi penuh. Setelah proses pengisian selesai, ternyata 1/8 dari jumlah botol tersebut bocor sehingga seluruh minyak di dalamnya harus dibuang. Berapa liter minyak yang masih aman dan tidak terbuang?
Jawaban:
Cari jumlah botol yang terisi
24 : 3/4 = 24 × 4/3 = 32 botol
Cari jumlah botol yang bocor
1/8 × 32 = 4 botol
Cari jumlah botol yang masih utuh (tidak bocor)
32 – 4 = 28 botol
Hitung total minyak yang aman dari botol-botol yang tidak bocor
28 × 3/4 = 21 liter
Jadi, minyak yang masih tersisa dan aman (tidak terbuang) adalah 21 liter.
Soal 15
Terdapat sebuah bilangan yang jika dikalikan 2/3 kemudian hasilnya dibagi 5/6, maka hasil akhirnya adalah 16. Berapakah bilangan tersebut?
Jawaban:
Misalkan bilangan tersebut adalah a, maka persamaannya:
a × 2/3 : 5/6 = 16
a × 2/3 × 6/5 = 16
a × 12/15 = 16
a × 4/5 = 16
a = 16 × 5/4
a = 20
Jadi, bilangan yang dimaksud adalah 20.
Untuk membuktikannya: 20 × 2/3 = 40/3
kemudian 40/3 : 5/6 = 40/3 × 6/5 = 240/15 = 16
Kesalahan Umum Saat Mengerjakan Soal Pecahan
Jangan sampai kamu melakukan kesalahan saat mengerjakan soal-soal pecahan berikut ini, ya:
- Pertama, menyamakan penyebut dulu sebelum mengalikan atau membagi. Padahal, langkah ini hanya perlu dilakukan untuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan, bukan perkalian dan pembagian
- Kedua, lupa membalik pecahan pembagi saat mengerjakan soal pembagian, sehingga hasil akhirnya salah
- Ketiga, langsung mengalikan atau membagi pecahan campuran tanpa mengubah pecahan menjadi pecahan biasa terlebih dahulu
- Keempat, lupa menyederhanakan hasil akhir ke bentuk pecahan paling sederhana. Seringkali pada soal-soal ujian diperlukan jawaban yang sudah disederhanakan.
Tips Belajar Perkalian dan Pembagian Pecahan
Materi tentang pecahan sebenarnya mudah jika kamu sudah paham konsepnya. Simak cara-cara berikut untuk membantu proses belajarmu:
- Kuasai konsep pecahan senilai dan penyederhanaan pecahan sebelum memasuki materi operasi hitungan yang lebih rumit
- Biasakan mengerjakan soal dari yang paling sederhana dan mudah, kemudian meningkat ke soal cerita pecahan
- Pakailah media visual seperti potongan kertas atau gambar lingkaran untuk memudahkan pemahaman konsep pembagian pecahan secara konkret. Cara ini bisa dilakukan untuk materi jenjang SD yang membutuhkan visualisasi
- Kenali pola soal dengan latihan variasi soal secara rutin, mulai dari soal terkait pecahan biasa, campuran, dan desimal
Penutup
Setelah mencoba mengerjakan contoh soal perkalian dan pembagian pecahan di atas, apakah kamu bisa menyelesaikannya?
Teruslah berlatih agar terbiasa dalam menghadapi soal-soal serupa. Jika masih kesulitan, mulailah dengan mengerjakan soal yang mudah kemudian meningkat ke soal-soal HOTS.
Dapatkan berbagai soal latihan matematika untuk jenjang SD hingga kuliah di blog Mamikos. Selamat belajar!
FAQ
Tidak. Berbeda dengan penjumlahan dan pengurangan, perkalian pecahan tidak mengharuskan penyebut disamakan lebih dulu.
Ubah bilangan bulat menjadi bentuk pecahan dengan penyebut 1, kemudian balik pecahan pembagi dan ubah operasinya menjadi perkalian.
Karena membagi dengan pecahan yang nilainya kurang dari 1 sama artinya dengan mengalikan dengan kebalikannya yang nilainya lebih dari 1, sehingga hasilnya membesar. Misalnya 10 : 2/3 memberikan hasil 15 yang lebih besar dari 10.
Ya, wajib. Pecahan campuran perlu diubah ke bentuk pecahan biasa terlebih dahulu agar proses perkalian atau pembagian bisa dilakukan dengan benar.
Referensi:
Contoh Soal Perkalian dan Pembagian Bilangan Pecahan [Daring]. Tautan: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20231115155503-569-1024654/contoh-soal-perkalian-dan-pembagian-bilangan-pecahan.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya



