Contoh-contoh Soal Tes Logika Aritmatika Psikotes dan Pembahasannya
Untuk memudahkan kamu dalam menjawab tes logika aritmatika maka harus menguasai perhitungan dasar matematika, seperti pembagian, perkalian, penjumlahan dan pengurangan.
Soal 2
100, 95, 85, 70, 50, ….
A. 45
B. 40
C. 35
D. 30
E. 25
Jawaban: E. 25
Pembahasan:Â
Jika diperhatikan dalam deret angka tersebut membentuk pola seperti berikut ini:
100, (100 – 5) 95, (95 – 10) 85, (85 – 15) 70, (70 – 20) 50. Maka angka selanjutnya 50 + 25 = 25
Kamu bisa cek di angka yang ditandai warna merah. Dalam tes logika aritmatika tersebut membentuk pola -5, -10, -15, -20 dan seterusnya.Â
Soal 3
2, 2, 4, 6, 10, 16, 26, …
A. 30
B. 36
C. 42
D. 48
E. 54
Jawaban: C. 42
Pembahasan:Â
Contoh soal tes logika aritmatika tersebut merupakan deret fibonacci yang cara mengerjakannya dengan menjumlahkan dua angka bilangan di depannya.Â
Jadi jawaban atas deret angka tersebut adalah 16 + 26 = 42.
Soal 4
2, 10, 4, 14, 6, 18, 8, …
A. 14
B. 16
C. 18
D. 20
E. 22
Jawaban: E. 22
Pembahasan:Â
Pada contoh tes aritmatika tersebut merupakan deret bertingkat satu dua larik. Sehingga suku-suku pada larik pertama memiliki pola b1 dan larik kedua berpola b2.Â
2, 10, 4, 14, 6, 18, 8, …
Warna hitam adalah suku pertama dengan beda +2
Warna merah adalah suku kedua dengan beda +4
Jadi jawabannya: 18 + 4 = 22
Contoh Soal Tes Aritmatika 2 Tingkat
Suatu deret angka yang mempunyai dua tingkat berarti untuk setiap sukunya memiliki beda berbeda (b1, b2, b3, b4, dst).Â
Akan tetapi pada tingkatan kedua atau seterusnya dalam beda tersebut memiliki pola beda b. Berikut contoh tes logika aritmatika kategori dua tingkat:
Soal 1
1, 5, 5, 15, 25, 45, 125, …
A. 100, 625
B. 125, 625
C. 135, 625
D. 145, 225
E. 150, 225
Jawaban: C. 135, 625
Pembahasan:Â
Dalam soal tes logika aritmatika tersebut merupakan deret dua tingkat. Sehingga suku-suku pada larik pertama mempunyai pola b1 dan larik kedua berpola b2.Â
1, 5, 5, 15, 25, 45, 125, …
Warna hitam sebagai tingkat pertama dengan beda suku dikali 5
Warna merah sebagai tingkat kedua memiliki beda suku dikali 3
Jadi untuk menyelesaikan deret tersebut: 45 x 3 = 135 dan 125 x 5 = 625
Soal 2
1, 2, 3, 2, 4, 6, 3, 6, 9, 4, 8, 12, 5, 10, 15 … , … , …
A. 6, 12, 18
B. 6, 12, 15
C. 8, 12, 18
D. 8, 12, 15
E. 10, 12, 14
Jawaban: A. 6, 12, 18
Pembahasan:
Dderet aritmatika tersebut membentuk deret dua tingkat dengan tiga larik berbeda, dimana suku-suku pada larik pertama mempunyai pola b1, larik kedua berpola b2 dan larik ketiga berpola b3.
1, 2, 3, 2, 4, 6, 3, 6, 9, 4, 8, 12, 5, 10, 15 … , … , …
Dari deret tersebut bisa disimpulkan:
- Warna hitam sebagai larik pertama mempunyai beda ditambah 1
- Warna merah sebagai larik kedua mempunyai beda ditambah 2
- Warna biru sebagai larik ketiga mempunyai beda ditambah 3
Jadi untuk menyelesaikan soal tersebut:
- 5 + 1 = 6
- 10 + 2 = 12
- 15 + 3 = 18
Maka jawaban untuk tiga suku berikutnya adalah 6, 12, 18
Contoh Soal Tes Aritmatika Huruf Abjad
Pada sebagian besar tes logika aritmatika dalam psikotes tidak selalu menggunakan deret angka saja, tapi juga bisa dalam bentuk deret huruf abjad dari A sampai Z.Â
Berikut kami berikan contoh soalnya:
Halaman:


