5+ Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya, Pengertian, Jenis, dan Tujuannya
Menemukan contoh studi kasus tentu bukan istilah baru bagi para pelajar maupun mahasiswa, terutama ketika ada tugas menyusun karya ilmiah.
Macam-macam Studi Kasus yang Perlu Diketahui
Sebagai bentuk ilmu pengetahuan, kamu bisa membedakan jenis-jenis studi kasus berdasarkan beberapa perbedaan berikut:
1. Eksplanatori
Eksplanatori digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa berdasarkan dasar pertanyaan mengapa dan bagaimana.
Meskipun kesannya seperti sebuah pendapat, namun ketika menggunakan sumber akurat maka tulisan peneliti akan diakui sebagai tulisan ilmiah.
2. Eksploratori
Eksploratori menjawab dua pertanyaan penting terkait apa dan siapa melalui wawancara, eksperimen, dan kuesioner.
Memanfaatkan narasumber langsung sebagai jawaban studi kasus merupakan hasil yang dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan oleh pemilik karya ilmiah.
3. Deskriptif
Terakhir ada jenis deskriptif, dimana contoh studi kasus ini menjabarkan secara rinci kejadian masa lalu, seperti contohnya sejarah.
Kamu bisa mengambil ilustrasi kejadian perang sebelum kemerdekaan dengan menjabarkan alur kejadian sesuai dengan waktunya.
Berdasarkan Permasalahan pada Penelitiannya
Masih seputar macam-macam studi kasus, hanya saja kali ini kategorinya berdasarkan permasalahan penelitian.
Adapun beberapa contoh studi kasus yang dimaksud adalah:
1. Instrumen Tunggal
Instrumental tunggal artinya hanya menelaah satu jenis kasus dalam sebuah entitas.
Dari instrumen tunggal tersebut, peneliti dapat menjabarkan detail terkait objek penelitian yang secara tertulis disusun dalam dokumentasi karya ilmiah dari pembukaan sampai penutup.
2. Instrumen Jamak
Berkebalikan dari instrumen tunggal, instrumen jamak memanfaatkan banyak kasus untuk menyelesaikan penelitian.
Biasanya tindakan seperti ini dilakukan karena dari satu instrumen saja tidak cukup menjawab pertanyaan dan permasalahan tersusun pada awal penelitian.
3. Instrumen Mendalam
Lebih dalam lagi, instrumen ini hanya membahas satu objek, namun saking mendalamnya bisa sangat panjang, namun tetap masuk akal.
Hasil akhir dijabarkan secara apa adanya dan sejelas-jelasnya untuk memudahkan pemahaman pembaca contoh studi kasus mendalam.
Beberapa Sasaran di dalam Penelitian
Sasaran penelitian ada banyak jenisnya, dari manusia sampai dokumentasi. Kami akan membedakan batasan tiap sasaran dalam penjelasan berikut:
1. Manusia
Manusia sebagai sasaran penelitian mengacu pada kondisi psikologis masing-masing orang.
Perlu dipahami bahwa kepribadian tiap orang berbeda, apapun kesamaan fisiknya. Contohnya, psikologis seorang transgender yang harus hidup di tengah keluarga agamis.
2. Peristiwa
Jika sasarannya adalah peristiwa maka kunci pertanyaan demi mencapai solusi adalah 5W+1H.
Nantinya dari rumus tersebut dapat diambil kesimpulan akhir secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pemiliknya tidak takut ketika karya terpublikasi.
3. Latar
Sesuai dengan istilahnya, penerapan contoh studi kasus untuk jenis ini perlu memasukkan nama tempat spesifik.
Karena sebuah peristiwa pasti terjadi di suatu tempat maka fokus jenis penelitiannya lebih mengarah ke tempat atau lokasi terjadinya peristiwa tersebut.
4. Dokumentasi
Dokumentasi adalah sumber tidak langsung yang mau tidak mau harus digunakan ketika sumber langsungnya sudah tiada.
Contoh ketika akan melakukan penelitian psikoanalisis Sigmund Freud, tentu tidak mungkin menemui Freud langsung ke alam baka. Solusinya baca karyanya.
Intinya fokus kajian penelitian bisa berdasarkan berbagai bidang keilmuan. Bisa melihat dari sudut pandang sosiologi, geografi, pendidikan, bahkan psikologi sekalipun.
Selain itu masih banyak lagi dan dapat disesuaikan sendiri dengan tujuan dari penyusunan karya ilmiahnya.
Beberapa Langkah Penyusunan Karya Ilmiah
Bagi kamu para mahasiswa akhir yang bingung ketika nanti skripsi apa saja langkah tepatnya, kami rangkum beberapa langkah jitu menghasilkan karya ilmiah terbaik:
1. Tentukan Tema
Tentukan ketertarikan pada tema tertentu sebelum melakukan langkah lebih jauh.
Tema besar ini merupakan sebuah landasan awal untuk memagari tindak perilaku mencari sumber selama karya ditulis. Detail tema mempermudah kamu mencari contoh studi kasus terdahulu.
2. Cari Referensi
Selesai dengan penentuan tema, bisa langsung beralih ke pencarian referensi, seperti skripsi kakak tingkat, artikel seputar tema seragam, jurnal terkait tema, dsb.
Semua bisa didapatkan dari sumber terpercaya, pastikan saja kamu selektif dan tepat memilih sumbernya.
3. Susun Kerangka
Susun kerangka penelitian untuk mempermudah langkah menelaah objek secara seksama.
Untuk menyusun kerangka ini dibutuhkan pemahaman mendalam sehingga akan lebih banyak pertanyaan muncul dan meminta jawaban secara ilmiah dari proses panjang.
Selain itu masih ada pembagian data primer-sekunder, analisis data, validasi data, sampai akhirnya berujung pada laporan penelitian.
Sampai laporan terakhir dicetak maka peranan contoh studi kasus memegang kendali utama dalam menentukan seberapa baik kualitas karya ilmiah.
Halaman:




