10 Contoh Sumber Energi Terbarukan beserta Ciri-ciri, Manfaat dan Penjelasannya dalam Ilmu Fisika
Tahukah kamu bahwa sumber energi terbarukan tidak hanya matahari dan angin? Yuk, pelajari berbagai contoh lainnya di artikel ini!
2. Angin (Energi Angin)
Ketika melewati daerah pesisir pantai atau di dataran luas, pernahkah kamu melihat kincir angin raksasa di ladang atau di tepi laut? Nah, kincir tersebut adalah turbin angin yang memanfaatkan hembusan angin untuk menghasilkan listrik.
Energi angin sangat efektif di daerah yang anginnya kencang, seperti di pesisir pantai atau dataran tinggi. Selama angin terus berhembus, maka listrik akan terus mengalir.
3. Air (Energi Hidro)
Energi hidro ini memanfaatkan aliran air yang biasanya dari sungai atau bendungan untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
Contohnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang banyak ditemui di berbagai negara – termasuk Indonesia – yang memiliki banyak sungai besar.
4. Panas Bumi (Geotermal)
Energi ini datang dari panas di dalam perut bumi yang juga dapat menghasilkan listrik. Di beberapa daerah seperti di sekitar gunung berapi, sumber energi geotermal ini sangat melimpah yang bisa terus beroperasi sepanjang tahun, karena sumber panasnya stabil dan tidak tergantung cuaca.
5. Biomassa
Contoh sumber energi terbarukan utama selanjutnya adalah biomassa yang didapat dari bahan organik seperti kayu, sisa tanaman, atau bahkan sampah.
Biomassa bisa diubah menjadi listrik atau bahan bakar. Misalnya, sisa-sisa pertanian bisa dibakar untuk menghasilkan energi.
Contoh Sumber Energi Terbarukan Lainnya
Selain sumber energi terbarukan utama yang biasa kita lihat atau rasakan sehari-hari, tahukah kamu bahwa masih terdapat contoh sumber energi yang dapat diperbarui lainnya?
Meskipun tidak sepopuler energi surya ataupun angin, berbagai contoh di bawah ini sebenarnya juga dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi, lho, seperti:
1. Energi Pasang Surut (Tidal Energy)
Energi pasang surut dibuat dengan memanfaatkan naik turunnya air laut akibat pasang surut untuk menghasilkan listrik.
Pembangkit listrik tenaga pasang surut biasanya dibangun di muara sungai atau daerah pesisir yang memiliki perbedaan tinggi air laut yang signifikan.
Meskipun teknologi ini masih asing di Indonesia dan dalam tahap pengembangan, tetapi beberapa negara sudah mulai menggunakannya, lho.
Halaman:

