9 Contoh Surat Pemberitahuan Resmi Kegiatan, Pembayaran, Dinas Lengkap!
Berikut beberapa contoh surat pemberitahuan yang bisa jadi inspirasi
Struktur Penulisan Surat Pemberitahuan
Agar penerima surat memahami isi dan tujuan surat yang kamu kirimkan, kamu wajib untuk menulis surat pemberitahuan sesuai dengan susunan yang telah diatur dan disepakati secara umum pada surat resmi. Pastikan bahwa bagian tersebut berurutan dengan baik secara runtun.
Selain itu, penentuan ketetapan jenis surat sekaligus ukuran penulisan secara teknis juga harus diperhatikan. Oleh karena itu, berikut adalah struktur penulisan surat pemberitahuan yang wajib kamu ketahui.
1. Kop surat
Kepala surat atau kop surat wajib untuk dituliskan di bagian paling atas dalam surat pemberitahuan.
Penulisan kop surat juga wajib menggunakan huruf kapital pada penulisan nama lembaga atau instansi, kemudian format huruf harus ditebalkan dan ditulis dengan rata tengah.
Kamu juga bisa menambahkan dengan logo instansi kamu agar surat pemberitahuan lebih terlihat bukti keresmiannya.
2. Waktu penulisan surat
Waktu di sini dituliskan berdasarkan waktu pada kamu saat sedang menulis surat pemberitahuan tersebut.
Nantinya penulisan waktu ini diletakkan pada bagian awal setelah penulisan kop surat.
Tepatnya di bagian bawah kop surat dengan menggunakan rata kanan atau rata kiri. Susunannya secara umum dituliskan mulai dari hari, tanggal, bulan dan tahun yang sedang berlangsung.
Jangan sampai melakukan kesalahan pada penulisan waktu surat karena akan memberi kesan buruk bagi si penerima surat yang membacanya.
3. Identitas penerima dan alamat tujuan
Setelah itu, pada baris selanjutnya kamu wajib mencantumkan identitas si penerima surat dengan jelas. Kemudian, jangan lupa mencantumkan alamat lengkap si penerima surat tepat di bawah baris identitas.
4. Salam pembuka
Salam pembuka surat ditulis dengan bahasa yang formal dan singkat, biasanya hanya terdiri dari satu atau dua kata saja.
Letak salam pembuka ini berada tepat di bagian bawah identitas penerima surat, sekaligus alamat yang dituju.
Salam pembuka surat ditulis pada bagian kiri kertas atau bisa menggunakan fitur rata kiri.
5. Paragraf pembuka
Pada baris selanjutnya dengan memberikan sedikit jarak, kamu perlu menuliskan satu paragraf pembuka. Isinya cukup singkat, bisa terdiri dari satu sampai tiga kalimat saja.
Jangan lupa pada bagian paragraf pembuka hingga paragraf penutup dituliskan menggunakan rata kanan dan kiri.
