7 Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Sepeda, Tanah, dan Tanaman Singkat beserta Strukturnya
Pada dasarnya, negosiasi bisa dilakukan secara langsung melalui bahasa lisan. Tetapi, ada kalanya dalam bertransaksi jual beli dilakukan secara online, sehingga memerlukan media tulisan.
Penawaran
Ana : Siang, Kak. Silakan melihat-lihat, kami menyediakan berbagai koleksi buku lawas dan baru dari berbagai penerbit.
Ani : Iya, terima kasih. Saya juga sedang mencari buku edisi lawas untuk bahan referensi menulis. Di sini dijual berapa rupiah ya, per bukunya?
Ana : Harga bervariasi, Kak. Mulai dari Rp25.000 sampai Rp100.000. Tergantung judul dan tahun terbitnya. Kakak mau cari judul apa? Kategori apa? Kami bisa bantu carikan.
Bagian penawaran dalam percakapan ini terdapat dua hal. Pertama adalah menawarkan untuk melihat buku karena terdapat banyak koleksi.
Kedua adalah menawarkan harga seperti pada contoh teks negosiasi jual beli sepeda, tanah, tanaman, buku lainnya.
Ani : Ini buku lama, bisa kurang tidak harganya? Saya mau yang ini, tapi dengan harga Rp15.000.
Ana : Maaf, kalau Rp15.000 belum boleh. Buku ini masih banyak dicari orang dan di pasaran memang harganya standar Rp25.000, Kak.
Ani : Kalau Rp20.000?
Ana : Rp22.500, pas. Bagaimana?
Terkadang dalam kehidupan nyata sehari-hari terdapat sesi tawar-menawar yang panjang hingga mencapai kata sepakat.
Pada contoh teks negosiasi jual beli sepeda, tanah, tanaman, buku ini merupakan inti percakapan.
Persetujuan dan Penutup
Ani : Ya, baiklah saya mau.
Ana : Baik, terima kasih. Silakan berkunjung kembali di lain waktu.
Dua baris kalimat diatas merupakan persetujuan dan penutup. Selalu diakhiri dengan kesepakatan setiap terjadi transaksi jual beli. Apakah itu berarti pembeli setuju membayar atau tidak.
Bagian penutup adalah sesi mengakhiri transaksi. Transaksi jual beli umumnya singkat, tidak sampai berjam-jam.
Sehingga, bagian penutup juga umumnya hanya berupa ucapan terima kasih seperti contoh teks negosiasi jual beli sepeda, tanah, tanaman, buku.
Contoh 6 Jual Beli Laptop Bekas
Transaksi jual beli barang elektronik, seperti laptop bekas, juga sering melibatkan proses negosiasi. Hal ini dilakukan agar pembeli mendapatkan harga sesuai kondisi barang, sementara penjual tetap memperoleh keuntungan.
Orientasi
Doni : Selamat sore, Pak. Saya Doni.
Raka : Sore, Pak Doni. Saya Raka. Silakan, ada yang bisa saya bantu?
Bagian ini termasuk struktur orientasi, ditandai dengan sapaan dan perkenalan singkat untuk membuka percakapan sebelum negosiasi dimulai.
Pengajuan
Doni : Saya lihat di iklan, Bapak menjual laptop bekas, ya?
Raka : Betul, Pak. Laptop ini masih normal, hanya pemakaian pribadi saja.
Doni : Dijual berapa, Pak?
Struktur pengajuan ditunjukkan dengan pertanyaan pembeli terkait barang dan harga yang ditawarkan oleh penjual.
Penawaran
Raka : Saya pasang harga Rp5.000.000, Pak.
Doni : Kalau saya tawar Rp4.000.000 bisa, Pak?
Raka : Waduh, belum bisa, Pak. Kondisinya masih sangat bagus.
Doni : Bagaimana kalau Rp4.500.000? Saya bayar tunai.
Raka : Baiklah, kalau bayar tunai saya lepas Rp4.700.000.
Bagian ini termasuk struktur penawaran, di mana terjadi tawar-menawar harga antara pembeli dan penjual.
Persetujuan
Doni : Oke, Pak. Saya setuju Rp4.700.000.
Persetujuan ini menunjukkan adanya kesepakatan positif antara kedua belah pihak.
Penutup
Raka : Baik, terima kasih, Pak. Semoga laptopnya bermanfaat.
Doni : Terima kasih kembali.
Bagian penutup ditandai dengan ucapan terima kasih sebagai akhir transaksi.
Contoh 7 Jual Beli Kambing untuk Keperluan Kurban
Jual beli hewan ternak, khususnya menjelang hari raya kurban, hampir selalu melibatkan proses negosiasi agar harga sesuai dengan kondisi hewan dan kemampuan pembeli.
Orientasi
Rizal : Assalamu’alaikum, Pak.
Pak Hadi : Wa’alaikum salam. Silakan, mau cari apa?
Percakapan diawali dengan orientasi, berupa salam sebagai pembuka komunikasi.
Pengajuan
Rizal : Saya mau mencari kambing untuk kurban, Pak.
Pak Hadi : Ada, Mas. Mau yang ukuran sedang atau besar?
Rizal : Yang sedang saja. Berapa harganya?
Bagian ini termasuk struktur pengajuan, di mana penjual menawarkan barang dan pembeli menanyakan harga.
Penawaran
Pak Hadi : Yang ini harganya Rp3.200.000, Mas.
Rizal : Bisa kurang tidak, Pak?
Pak Hadi : Kalau segitu agak berat. Mas mau menawar berapa?
Rizal : Rp2.800.000 bagaimana, Pak?
Pak Hadi : Naik sedikit, Mas. Rp3.000.000 saja, sudah murah.
Dialog di atas merupakan struktur penawaran, karena terjadi proses tawar-menawar untuk mencapai harga yang disepakati.
Persetujuan
Rizal : Baik, Pak. Saya setuju Rp3.000.000.
Bagian ini menunjukkan persetujuan, karena kedua pihak sepakat dengan harga akhir.
Penutup
Pak Hadi : Terima kasih, Mas. Semoga berkah.
Rizal : Terima kasih, Pak.
Bagian penutup berisi ucapan terima kasih sebagai tanda berakhirnya transaksi jual beli.
Halaman:
