5 Jenis Bakteri beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya dalam Ilmu Biologi
Mari belajar mengenali berbagai jenis bakteri yang ada di kehidupan bumi!
5 Jenis Bakteri beserta Ciri-ciri dan Penjelasannya dalam Ilmu Biologi – Jenis bakteri yang ada di berbagai makhluk hidup maupun lingkungan ternyata berbeda-beda.
Ada bakteri yang dibedakan berdasarkan respons terhadap warna, inang, oksigen, dan masih banyak lagi.
Kali ini Mamikos akan mengajak kau untuk belajar lebih dalam lagi mengenai jenis bakteri dan ciri-cirinya. Apa saja itu? Yuk, langsung saja simak pembahasan Mamikos, ya.
Daftar Isi
Berbagai Jenis Bakteri dan Ciri-cirinya

Bakteri adalah organisme mikroskopis yang termasuk dalam domain bakteria. Mereka merupakan makhluk hidup yang sangat kecil dan sering kali hanya dapat dilihat dengan mikroskop.
Beberapa bakteri merupakan dekomposer yang mengurai materi organik yang dapat membantu dalam daur ulang nutrisi. Beberapa jenis bakteri juga hidup dalam simbiosis dengan organisme lain.
Namun, beberapa bakteri juga bisa menjadi patogen yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, atau tumbuhan.
Di bawah ini adalah 5 jenis bakteri yang perlu kamu ketahui.
1. Jenis Bakteri berdasarkan Bentuknya

Bakteri dapat memiliki berbagai bentuk, dan ini bisa menjadi ciri khas yang membantu dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan mereka.
Kokus (Bulat)
Jenis bakteri kokus memiliki bentuk bulat atau bulat telur. Mereka dapat muncul dalam berbagai ukuran, tetapi umumnya memiliki diameter beberapa mikrometer.
Contoh dari bakteri kokus adalah Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.
Ciri-ciri
- Kokus dapat ditemukan dalam kelompok bergerombol (seperti staphylococci) atau berkelompok berantai (seperti streptococci), tergantung pada spesiesnya.
- Bentuknya umumnya lebih padat dan kompak daripada basil atau bentuk lainnya.
- Secara morfologis, kokus cenderung tidak memiliki struktur tambahan seperti flagela atau filamen eksternal.
Basil (Batang)
Bakteri basil memiliki bentuk batang atau silindris dengan ujung yang runcing atau bulat. Bakteri basil bisa lebih panjang daripada kokus, tetapi ukurannya bervariasi tergantung pada spesiesnya.
Contoh bakteri basil adalah seperti Escherichia coli dan Bacillus subtilis.
Ciri-ciri
- Basil sering kali memiliki panjang yang lebih bervariasi daripada kokus, dengan beberapa spesies yang dapat mencapai beberapa mikrometer.
- Beberapa spesies basil memiliki flagela yang memungkinkan mereka untuk bergerak aktif dalam lingkungan cair.
- Beberapa basil dapat membentuk endospora, struktur yang tahan lama yang membantu mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
Spiril (Spiral)
Jenis bakteri berdasarkan bentuknya yang satu ini memiliki wujud spiral yang cukup kaku.
Mereka memiliki struktur spiral yang terlihat jelas di bawah mikroskop seperti Campylobacter jejuni atau Spirillum.
Ciri-ciri
- Spiril biasanya lebih besar daripada banyak kokus atau basil, tetapi ukurannya bervariasi tergantung pada spesiesnya.
- Beberapa spiril memiliki flagela pada salah satu atau kedua ujungnya, yang memungkinkan mereka untuk bergerak aktif.
- Gerakan spiril biasanya lebih terbatas dibandingkan dengan bentuk-bentuk lainnya karena rigiditas strukturnya.
Spiroket (Spiral yang lebih longgar)
Bakteri spiroket memiliki bentuk spiral yang lebih longgar dan fleksibel daripada spiril. Contoh dari bakteri spiroket adalah Treponema pallidum (penyebab sifilis).
Ciri-ciri
- Spiroket memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam gerakannya daripada spiril, sering kali dengan gerakan yang lebih tidak teratur.
- Mereka cenderung tidak memiliki flagela eksternal, tetapi gerakan mereka dapat disebabkan oleh endoflagela yang terletak di dalam periplasma, bagian tengah sel bakteri.
- Spiroket sering kali cukup kecil, tetapi bentuk yang khas membuat mereka mudah dikenali di bawah mikroskop.
2. Jenis Bakteri berdasarkan Respons terhadap Pewarna Gram

Bakteri juga dapat dibedakan berdasarkan respons terhadap pewarnaan Gram yang menghasilkan pembagian antara bakteri Gram positif dan Gram negatif.
Pewarnaan Gram adalah teknik pewarnaan yang digunakan dalam mikrobiologi untuk memvisualisasikan dan mengklasifikasikan bakteri berdasarkan struktur dinding sel mereka.
Bakteri Gram Positif
Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang relatif tebal yang terdiri dari lapisan peptidoglikan yang besar.
Bakteri ini akan berwarna warna ungu atau biru pada tahap pewarnaan Gram. Contoh bakteri Gram positif berupa Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.
Ciri-ciri
- Dinding sel tebal mengandung banyak peptidoglikan.
- Biasanya memiliki kemampuan untuk membentuk endospora (meskipun tidak semua).
- Lebih rentan terhadap antibiotik yang menargetkan dinding sel, seperti penisilin.
Bakteri Gram Negatif
Sedangkan bakteri Gram negatif memiliki dinding sel yang lebih tipis dan kompleks, terdiri dari lapisan peptidoglikan yang lebih kecil dan dikelilingi oleh lapisan lipopolisakarida tambahan.
Mereka menerima warna merah atau merah muda pada tahap pewarnaan Gram, seperti Escherichia coli dan Salmonella spp.
Ciri-ciri
- Dinding sel lebih tipis dan kompleks dengan lapisan peptidoglikan yang lebih kecil.
- Dilapisi oleh membran luar yang kaya akan lipopolisakarida (LPS).
- Lebih tahan terhadap antibiotik yang menargetkan dinding sel, karena struktur dinding sel yang lebih tipis.
3. Jenis Bakteri Berdasarkan Sifatnya terhadap Oksigen
Jenis bakteri selanjutnya adalah yang dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungan mereka dengan oksigen.
Ketiganya merupakan bakteri aerob, anaerob, atau fakultatif anaerob. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing kategori:
Bakteri Aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang memerlukan oksigen untuk pertumbuhan dan metabolisme.
Bakteri aerob menggunakan oksigen sebagai akseptor akhir elektron dalam rantai transpor elektron untuk menghasilkan energi.
Contoh bakteri aerob seperti Mycobacterium tuberculosis dan Pseudomonas aeruginosa.
Ciri-ciri
- Biasanya memiliki enzim katalase dan/atau superoksida dismutase untuk melindungi mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme oksigen.
- Pertumbuhan mereka paling baik pada kondisi oksigenasi yang cukup.
Bakteri Anaerob
Sebaliknya, bakteri anaerob adalah bakteri yang tumbuh tanpa kehadiran oksigen.
Beberapa spesies anaerob mampu bertahan dan berkembang biak di lingkungan yang bebas oksigen atau bahkan dapat terbunuh oleh paparan oksigen, seperti Clostridium tetani atau Bacteroides fragilis.
Ciri-ciri
- Tidak memiliki enzim katalase atau superoksida dismutase karena mereka tidak memerlukan perlindungan dari radikal oksigen.
- Banyak dari mereka menghasilkan produk sampingan yang beracun ketika tumbuh dalam kondisi yang kaya oksigen.
- Beberapa bakteri anaerob bersifat patogen dan dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh manusia.
Bakteri Fakultatif Anaerob
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri fakultatif anaerob dapat tumbuh baik dalam keberadaan oksigen (aerobik) maupun dalam kondisi yang tidak mengandung oksigen (anaerobik).
Mereka memiliki kemampuan untuk menggunakan oksigen jika ada, tetapi juga dapat bertahan hidup dalam kondisi tanpa oksigen.
Ciri-ciri
- Memiliki kemampuan untuk mengalami fermentasi atau respirasi aerobik tergantung pada ketersediaan oksigen.
- Dapat memanfaatkan oksigen untuk mendapatkan energi secara lebih efisien daripada fermentasi.
4. Jenis Bakteri Berdasarkan Fungsi dan Peran Ekologisnya
Berdasarkan fungsi dan peran ekologisnya, bakteri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yang mewakili berbagai peran penting dalam ekosistem.
Berikut adalah beberapa kelompok bakteri berdasarkan fungsi dan peran ekologisnya:
Bakteri Fototrofik
Jenis bakteri fototrofik menggunakan energi cahaya matahari untuk mensintesis makanan mereka sendiri melalui proses fotosintesis, misalnya Cyanobacteria (juga dikenal sebagai alga biru-hijau).
Cyanobacteria merupakan produsen utama dalam berbagai ekosistem akuatik dan mampu menghasilkan oksigen melalui fotosintesis.
Ciri-ciri Bakteri Fototrofik
- Memiliki pigmen fotosintesis seperti klorofil.
- Mampu menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan makanan organik.
- Dapat ditemukan di berbagai lingkungan yang terkena sinar matahari, termasuk air tawar, laut, dan tanah.
Bakteri Kemoautotrofik
Bakteri kemoautotrofik mendapatkan energi dari oksidasi senyawa anorganik seperti sulfida hidrogen atau besi.
Jenis bakteri yang satu ini menggunakan energi ini untuk mensintesis makanan organik.
Contohnya adalah Nitrosomonas spp yang memainkan peran penting dalam siklus biogeokimia.
Selain itu bakteri tersebut memperoleh dan memproses unsur-unsur penting seperti nitrogen, belerang, dan besi.
Ciri-ciri Bakteri Kemoautotrofik
- Memiliki enzim-enzim khusus untuk mengoksidasi senyawa anorganik.
- Tidak memerlukan cahaya sebagai sumber energi, tetapi menggunakan energi yang dihasilkan dari reaksi oksidasi.
- Sering ditemukan di lingkungan ekstrem seperti mata air panas, lautan dalam, dan tanah yang kaya belerang.
Bakteri Heterotrofik
Selanjutnya, kelompok bakteri heterotrofik mendapatkan energi dengan mengurai senyawa organik kompleks, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, yang berasal dari organisme lain atau sisa-sisa organik.
Escherichia coli dan Bacillus subtilis yang memiliki peran penting dalam dekomposisi materi organik dan daur ulang unsur-unsur penting dalam ekosistem.
Ciri-ciri
- Tidak mampu melakukan fotosintesis atau menghasilkan makanan mereka sendiri.
- Bergantung pada senyawa organik kompleks sebagai sumber energi dan karbon.
- Dapat ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk tanah, air, dan dalam tubuh organisme lain.
Bakteri Fiksasi Nitrogen
Merupakan bakteri yang memiliki kemampuan untuk mengubah nitrogen atmosfer menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh organisme lain, seperti amonia atau nitrat.
Bakteri fiksasi nitrogen membantu menyediakan sumber nitrogen yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan pemeliharaan kesuburan tanah, seperti Rhizobium spp.
Ciri-cirinya
- Memiliki enzim nitrogenase yang memungkinkan mereka mengubah nitrogen atmosfer menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan.
- Sering hidup dalam hubungan simbiotik dengan tanaman atau organisme lain, atau dapat ditemukan sebagai bakteri bebas di tanah.
- Berperan penting dalam menyediakan sumber nitrogen yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan produktivitas ekosistem.
Bakteri Pengurai
Bakteri pengurai atau juga dikenal sebagai saprofit mendekomposisi materi organik yang mati menjadi bentuk yang lebih sederhana. Dekomposisi tersebut yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh organisme lain.
Bakteri pengurai membantu dalam proses daur ulang materi organik, menjaga keseimbangan ekosistem, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.
Contohnya seperti Pseudomonas putida atau Clostridium spp.
Ciri-ciri Bakteri Pengurai
- Memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim-enzim yang dapat mengurai materi organik kompleks.
- Aktif dalam proses dekomposisi dan daur ulang bahan organik.
- Ditemukan di berbagai lingkungan tempat terdapat materi organik yang terdekomposisi, seperti tanah, air limbah, dan kompos.
5. Jenis Bakteri Berdasarkan Inangnya
Terakhir, jenis bakteri juga dapat diklasifikasikan berdasarkan hubungan mereka dengan inangnya, yaitu apakah mereka bersifat parasit, simbiotik, atau komensal.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing kategori:
Bakteri Parasit
Jenis bakteri parasit adalah bakteri yang hidup pada atau di dalam organisme lain dan mendapatkan nutrisi dari tuan rumah mereka yang sering kali merugikan tuan rumah tersebut.
Contohnya seperti Chlamydia trachomatis yang merupakan penyebab infeksi saluran kelamin, atau Mycobacterium tuberculosis penyebab tuberkulosis.
Ciri-ciri
- Tergantung sepenuhnya pada tuan rumah mereka untuk sumber nutrisi dan tempat hidup.
- Dapat menyebabkan penyakit atau gangguan pada tuan rumah mereka.
Bakteri Simbiotik
Bakteri simbiotik adalah bakteri yang hidup dalam hubungan simbiosis dengan organisme lain, di mana keduanya saling menguntungkan satu sama lain.
Mislanya Rhizobium spp. Yang hidup dalam nodul akar tanaman legum dan bakteri dalam sistem pencernaan hewan yang membantu dalam pencernaan makanan.
Ciri-ciri
- Memberikan manfaat bagi tuan rumah mereka, seperti menyediakan nutrisi atau membantu dalam proses fisiologis tertentu.
- Dapat hidup dalam hubungan mutualisme, di mana keduanya saling menguntungkan atau dalam hubungan komensalisme, di mana satu pihak diuntungkan tanpa merugikan pihak lain.
Bakteri Komensal
Jenis bakteri berdasarkan inang selanjutnya adalah bakteri komensal yang hidup bersama dengan organisme lain tanpa memberikan efek yang signifikan pada tuan rumahnya.
Contohnya adalah Staphylococcus epidermidis yang ditemukan pada kulit manusia dan beberapa bakteri yang ditemukan di saluran pencernaan manusia.
Ciri-ciri
- Hidup di atau di atas tuan rumah mereka tanpa menyebabkan penyakit atau mendatangkan manfaat yang signifikan.
- Biasanya tidak memicu respons kekebalan tubuh dari tuan rumah mereka.
Penutup
Demikian penjelasan Mamikos mengenai berbagai jenis bakteri dan ciri-cirinya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu mengenai jenis bakteri.
Apabila kamu masih ingin membaca dan belajar tentang materi Biologi lainnya, pastikan untuk membuka blog Mamikos, ya.
FAQ
Bakteri dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk, respons terhadap pewarna Gram, berdasarkan sifatnya pada oksigen, berdasarkan fungsi dan peran ekologis, serta berdasar inangnya.
Bakteri memiliki peran penting dalam ekosistem sebagai pengurai bahan organik, fiksator nitrogen, serta penyedia nutrisi bagi organisme lain dalam rantai makanan.
Bakteri patogen merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, sementara bakteri non-patogen tidak memiliki kemampuan menyebabkan penyakit.
Bakteri aerob memerlukan oksigen untuk melakukan proses metabolisme mereka. Sedangkan bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen dan bahkan bisa mati jika terpapar oksigen.
Perbedaan antara bakteri gram positif dan gram negatif terletak pada struktur dinding sel mereka dan respons terhadap pewarnaan Gram.
Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan menahan pewarnaan, sementara bakteri gram negatif memiliki dinding sel yang tipis dan tidak menahan pewarnaan.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




