Advertisement
Source : Getty Images/Red Sweater

7 Kelebihan dan Kekurangan BUMN beserta Penjelasannya Lengkap

BUMN memiliki kelebihan berupa tujuan untuk kesejahteraan masyarakat, namun BUMN juga memiliki kekurangan. Berikut ulasan lengkapnya.

28 Desember 2023 Fajar Laksana

7. Ketahanan Terhadap Krisis Global

Dalam situasi krisis global, BUMN dapat berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi negara dengan mempertahankan operasi dan ketenagakerjaan.

Kelebihan BUMN bagian ini juga dapat dikatakan sebagai wujud upaya negara dalam mempertahankan hajat hidup rakyat.

7 Kekurangan BUMN

1. Biaya Birokrasi yang Tinggi

BUMN sering terhambat oleh adanya manajemen birokrasi yang berat dan rumit, menghambat fleksibilitas dan responsibilitas dalam pengambilan keputusan. 

Faktor inilah yang membuat BUMN kurang tanggap dalam mengubah cara pelayanan atau teknis sistem menjadi lebih baik ketika muncul problem di tengah masyarakat.

2. Keterbatasan Efisiensi

Apabila dilihat dari segi efisiensi suatu perusahaan, BUMN juga dapat dikatakan sering kurang efisien dalam operasinya dibandingkan perusahaan swasta karena berbagai alasan, seperti kurangnya insentif untuk inovasi dan kurangnya tekanan pasar.

Ketika perusahaan swasta mampu bersikap responsif atas berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat, BUMN perlu menimbang-nimbang dan menyusun keputusan bersama pemerintah.

Regulasi yang bertumpuk antara BUMN dengan pemerintah itulah yang menjadi sebab munculnya keterbatasan efisiensi perusahaan yang bersifat BUMN.

3. Ketidakmampuan Bersaing

Beberapa BUMN mungkin kurang kompetitif dalam pasar yang terbuka. 

Perusahaan-perusahaan yang bersifat BUMN cenderung terlindungi oleh pemerintah, sehingga kurang terdorong untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi mereka.

Asalkan hajat hidup rakyat terpenuhi dan kondisi sosial politik berjalan stabil, maka perusahaan BUMN terkesan menghindari persaingan, bahkan meski sedang dalam kondisi terancam oleh perusahaan swasta.

4. Intervensi Politik

BUMN dapat menjadi subjek intervensi politik yang dapat mengganggu operasi mereka. 

Inilah yang mempengaruhi keputusan bisnis yang diambil dan mengurangi kemandirian perusahaan BUMN dalam pengembangan diri untuk melayani masyarakat.

Mengingat BUMN merupakan usaha milik negara, maka sudah pasti negara atau pemerintah punya kewenangan terhadap setiap kebijakan di tubuh internal BUMN.

Intervensi politik ini tidak dapat dihindarkan, oleh karenanya banyak BUMN yang kurang dapat melayani publik karena harus mengurus internal sendiri.

9 Contoh Perusahaan Manufaktur yang Ada di Sekitar Kita di Indonesia

5. Kurangnya Inovasi

Karena kurangnya tekanan persaingan, BUMN menjadi kurang menghasilkan inovasi. 

Padahal inovasi adalah syarat mutlak agar BUMN tetap dapat terus memenuhi hajat hidup rakyat.

Perusahaan-perusahaan BUMN cenderung beroperasi dalam model konvensional yang kurang responsif terhadap perubahan pasar.

Sebagian perusahaan BUMN yang cukup responsif terhadap perubahan teknologi informasi bahkan dapat dihitung jari. 

Misalnya perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di sektor ekonomi, media, perbankan, dan pariwisata.

Karena bersinggungan langsung dengan hajat hidup rakyat, maka tak mengherankan bagi BUMN di sektor-sektor tersebut berkembang menjadi makin baik.

Halaman:

Advertisement