Materi Kimia Hijau Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka beserta Penjelasannya Lengkap
Kimia hijau adalah cabang ilmu kimia yang berfokus pada proses kimia dan desain produk yang mengurangi penggunaan bahan berbahaya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
2. Ekonomi Atom (Atom Economy)
Desain sintesis kimia harus menggabungkan semua bahan yang digunakan dalam proses menjadi produk akhir secara maksimal untuk mengurangi limbah.
3. Sintesis yang Kurang Berbahaya (Less Hazardous Chemical Syntheses)
Proses sintesis harus menggunakan dan menghasilkan bahan yang sedikit atau tidak beracun bagi manusia dan lingkungan.
4. Desain Bahan Kimia yang Lebih Aman (Designing Safer Chemicals)
Bahan kimia harus memiliki efektivitas yang diinginkan dengan kadar toksik yang minim.
5. Pelarut dan Kondisi Reaksi yang Lebih Aman (Safer Solvents and Auxiliaries)
Penggunaan pelarut dan bahan pembantu lain harus dihindari atau diminimalkan jika memungkinkan, dan bahan yang digunakan harus tidak berbahaya.
6. Desain untuk Efisiensi Energi (Design for Energy Efficiency)
Agar tujuan mengurangi kebutuhan energi terpenuhi, maka proses kimia harus dilakukan pada suhu dan tekanan lingkungan.
7. Penggunaan Bahan Baku Terbarukan (Use of Renewable Feedstocks)
Bahan baku yang digunakan harus dapat diperbarui daripada bahan baku yang tidak dapat diperbarui.
8. Mengurangi Derivatisasi (Reduce Derivatives)
Hindari atau minimalkan penggunaan derivatisasi yang tidak perlu (perlindungan/deproteksi, modifikasi sementara proses) karena hal ini memerlukan reagen tambahan dan menghasilkan limbah.
9. Katalisis (Catalysis)
Gunakan katalis yang selektif dan efisien daripada reagen stoikiometrik untuk meningkatkan efisiensi reaksi dan mengurangi limbah.
10. Desain untuk Dekomposisi yang Lebih Aman (Design for Degradation)
Produk kimia harus dirancang agar, ketika berakhir fungsinya, dapat terurai menjadi produk yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan polusi lingkungan.
11. Analisis Secara Real-Time untuk Mencegah Polusi (Real-time Analysis for Pollution Prevention)
Secara berkala, diperlukan adanya pengembangan metode analisis untuk memantau dan mengendalikan proses kimia. Metode tersebut dibutuhkan untuk mencegah pembentukan produk sampingan atau bahan berbahaya.
12. Kimia yang Lebih Aman untuk Mencegah Kecelakaan (Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention)
Bahan kimia dan bentuk fisiknya harus dipilih untuk meminimalkan potensi kecelakaan kimia, seperti ledakan, kebakaran, dan pelepasan zat beracun.
Penerapan Prinsip Kimia Hijau dalam Industri
Dari prinsip kimia hijau di atas yang sudah Mamikos bahas, di bagian ini akan dijelaskan tentang contoh penerapan prinsip kimia hijau dalam industri.
Seperti tujuan utama kimia hijau, maka penerapan prinsipnya dalam praktik industri diterapkan ke dalam desain, produksi, dan pengembangan produk.
Apa saja contoh penerapan prinsip kimia hijau dalam praktik industri? Simak penjelasan selanjutnya, ya.
1. Mencegah Limbah (Prevention)
Mengembangkan proses produksi yang menghindari pembentukan limbah dengan merancang proses sintesis yang lebih efisien, seperti menggunakan teknologi yang memungkinkan reaksi langsung antara bahan baku tanpa menghasilkan limbah tambahan.
Halaman:

