Advertisement
Source : Getty Images/bopav

55 Contoh Majas Metafora beserta Penjelasannya, Pengertian dan Ciri-cirinya Lengkap

Berbagai jenis majas yang digunakan memiliki tujuan penggunaan dalam kalimat masing-masing.

29 September 2024 Mamikos

e. Lintah darat itu mendatangi rumah Bu Surya hampir setiap hari. 

Lintah darat dalam kalimat tersebut memiliki arti rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi. 

f. Ayah membawa buah tangan saat baru pulang dari perjalanan dinas. 

Ungkapan buah tangan memiliki arti oleh-oleh baik berupa makanan atau cinderamata. 

g. Pak Andi menjadi tangan kanan bos di tempat kerjanya. 

Tangan kanan adalah sebuah kiasan yang memiliki arti orang yang sangat dipercaya. 

h. Firman anak yang kutu buku sehingga dikenal sangat pintar

Kutu buku mempunyai arti senang membaca berbagai jenis buku. 

Fungsi dari penggunaan majas jenis metafora ada beberapa. Diantaranya adalah untuk memberikan kesenangan dengan daya imajinatif yang tinggi pada sebuah karya sastra.

Contoh Kalimat Majas Metafora 2

  • Kota ini adalah rimba beton, di mana manusia bersaing untuk bertahan hidup.
  • Wajahnya adalah cermin dari masa lalu, memancarkan kenangan yang tak terlupakan.
  • Harapan itu seperti pelita di ujung lorong, selalu memberikan cahaya dalam kegelapan.
  • Hatinya adalah lautan, luas dan dalam, menyimpan banyak rahasia.
  • Kata-katanya adalah pisau tajam, melukai tanpa harus disentuh.
  • Dia adalah cahaya senja, lembut dan tenang namun menyimpan pesona yang dalam.
  • Waktu adalah sungai, mengalir tanpa pernah berhenti, membawa kita ke tujuan tak diketahui.
  • Pikiranmu adalah hutan belantara, penuh dengan teka-teki yang sulit dipecahkan.
  • Mimpi itu adalah jembatan menuju bintang, menghubungkan realita dengan imajinasi.
  • Dia adalah api yang tak pernah padam, terus menyala meskipun ditiup angin.
  • Pekerjaan ini adalah gunung yang harus didaki, penuh tantangan tetapi memberikan kepuasan di puncaknya.
  • Kehidupannya adalah roda yang terus berputar, kadang di atas, kadang di bawah.
  • Keputusan itu adalah pisau bermata dua, bisa melukai atau menyelamatkan.
  • Hidup adalah sebuah labirin, penuh belokan dan jalan buntu, tapi selalu ada jalan keluar.
  • Rindunya adalah awan yang tak pernah hilang, selalu menghiasi langit hatinya.
80 Contoh Kalimat Majas Litotes beserta Penjelasannya yang Benar

Contoh Kalimat Majas Metafora 3

  • Pengkhianatan itu adalah racun, perlahan tapi pasti menghancurkan segalanya.
  • Cintanya adalah bunga yang layu, dulu indah, kini tak lagi berbunga.
  • Senyumnya adalah mentari pagi, menghangatkan dan membangkitkan semangat.
  • Kehadirannya adalah hujan di musim kemarau, menyejukkan dan memberikan harapan baru.
  • Kemarahan itu adalah badai, menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.
  • Kesabarannya adalah tembok baja, kuat dan tak mudah digoyahkan.
  • Dia adalah bintang yang jatuh, menyilaukan sesaat, kemudian menghilang dalam kegelapan.
  • Mimpinya adalah angin, tak terlihat tapi terasa menggerakkan.
  • Ambisinya adalah api yang berkobar, tak mudah padam sebelum mencapai tujuannya.
  • Kelelahan itu adalah gunung es, apa yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil dari keseluruhannya.
  • Dia adalah awan mendung, selalu membawa suasana suram ke mana pun dia pergi.
  • Ketakutannya adalah bayang-bayang, selalu mengejarnya, bahkan di siang hari.
  • Penghargaan itu adalah mahkota emas, berkilauan dan penuh kebanggaan.
  • Keberanian adalah pedang di medan perang, tak gentar menghadapi musuh seberat apa pun.
  • Pengalamannya adalah peta harta karun, menunjukkan jalan yang harus ditempuh untuk meraih kesuksesan.
  • Kebaikannya adalah air di tengah padang pasir, langka, tapi sangat berharga.
  • Cinta pertama adalah mawar berduri, indah namun penuh dengan bahaya tersembunyi.
  • Waktunya adalah pasir dalam jam pasir, perlahan menipis, tetapi tak bisa dihentikan.
  • Suasana di ruang itu adalah bom waktu, tinggal menunggu ledakan emosi yang tak terelakkan.
  • Kenangan itu adalah bayangan yang setia, selalu mengikuti, bahkan ketika kita mencoba melupakannya.

Halaman:

Advertisement