Advertisement
Source : unsplash.com/stak59

Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Singkat dan Sinopsisnya

Cerita Bawang Merah Bawang Putih merupakan cerita yang sangat dikenal di masyarakat. Berikut contohnya apabila berbentuk naskah drama.

22 Januari 2026 Bella Carla

Bawang Putih: “Baiklah bu, akan saya laksanakan.”

Bawang Merah: “Putih, jangan lupa juga kau mesti mencucikan bajuku dan membersihkan barang-barangku hari ini!”

Bawang Putih: “Baiklah kak, akan saya kerjakan.”

Contoh Naskah Drama 6 Orang tentang Perjuangan Meraih Cita-cita

Pada suatu hari, sang ayah pun mengalami sakit keras hingga akhirnya meninggal dunia.

Bawang Putih pun menjadi seorang yatim piatu. Semenjak sang ayah sudah tiada, sang ibu tiri dan Bawang Merah semakin bertindak keterlaluan terhadap Bawang Putih.

Ibu Bawang Merah: “Hai Bawang Putih, kamu setiap hari harus bangun pagi-pagi. Jangan lupa untuk menyiapkan makanan, beres-beres rumah dan lain-lain. Paham kan kau?”

Bawang Putih: “Iya ibu, saya mengetahuinya. Akan saya lakukan.”

Nestapa Bawang Putih

Meskipun selalu diperlakukan seenaknya, Bawang Putih tidak pernah membenci ibu dan saudara tirinya. Dia selalu bersikap baik dan mematuhi segala perintah mereka.

Hingga suatu, Bawang Putih menghadapi masalah besar karena menghanyutkan salah satu baju milik ibu tirinya ketika sedang mencuci pakaian di pinggir sungai.

Bawang Putih pun menyusuri setiap sisi sungai untuk menemukan keberadaan baju ibu tirinya itu. Ia sangat takut, jika ia tidak menemukannya, ibu tirinya pasti akan sangat marah.

Namun, Bawang Putih tidak berhasil menemukan baju sang ibu. Dengan putus asa, ia pun kembali kerumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.

Bawang Putih: “Bu, maafkan Putih karena baju ibu hanyut terbawa arus ketika Putih sedang mencucinya.”

Ibu: “Apa? Dasar ceroboh! Ibu tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu dan jangan berani pulang ke rumah kalau kamu belum menemukannya, mengerti?

Dengan bersedih, Bawang Putih pun terpaksa menuruti perintah ibu tirinya. Dia kembal menyusuri sungai tempat ia mencuci tadi.

Matahari pun mulai meninggi, namun Bawang Putih tak kunjung menemukan baju milik sang ibu.

Dia pun memasang matanya dengan teliti, diperiksanya setiap juliuran akar pohon yang menjorok ke sungai dan berharap menemukan baju sang ibu tersangkut di sana.

Namun, pencarian Bawang Putih tersebut pun belum berhasil. Setelah matahari sudah mulai terbenam, ia melihat seorang ibu yang hendak pergi ke pasar.

Bawang Putih: “Permisi, bi.”

Bibi: “Ya nak, ada yang bisa bibi bantu?”

Bawang Putih: “Bibi, apakah bibi melihat ada baju berwarna merah yang hanyut lewat sini? Baju ibu saya terbawa arus sungai, saya harus menemukannya dan membawanya pulang.”

Bibi: “Oh baju berwarna merah ya nak? Iya nak, tadi bibi ada lihat. Coba kamu telusuri sungai ini hingga menemukan sebuah gubuk, di sana ada seorang nenek. Pasti baju yang kamu cari sudah sampai di ujung sungai tepat di mana gubuk nenek itu berdiri. Mungkin sang nenek yang ada menemukan baju yang kamu cari nak.”

Bawang Putih: “Baiklah bibi, saya akan kesana. Terimakasih!”

Bibi: “Sama-sama, nak.”

7+ Contoh Naskah Drama 5 Orang tentang Belajar Kelompok, Kesombongan, Kejujuran dan Perbedaan Agama

Pertolongan untuk Bawang Putih

Hari pun sudah mulai gelap, Bawang putih pun sudah mulai merasa putus asa karena tak kunjung menemukan baju sang ibu. Ia pun terus menyusuri sungai tersebut mengikuti saran Bibi yang ia temui.

Hingga akhirnya, ia melihat cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di dekat tepian ujung sungai.

Bawang Putih pun segera menghampiri gubuk itu dan mengetuknya.

Bawang Putih: “Permisi.” (tampak berbicara dengan seorang nenek yang sedang duduk di depan gubuknya)

Nenek: “Iya nak, siapa kamu?”

Bawang Putih: “Saya Bawang Putih, nek. Saya datang kemari ingin menanyakan, apakah nenek ada melihat baju ibu saya yang hanyut di sungai?”

Nenek: “Baju berwarna merah ya nak? Iya, tadi nenek melihat baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku sangat menyukai baju itu. Tapi, baiklah aku akan mengembalikannya kepadamu dengan syarat kamu harus menemeniku disini selama beberapa hari. Aku sudah lama aku tidak ngobrol dengan siapapun dan butuh ditemani. Bagaimana?”                                                                                                         

Bawang Putih: “Baiklah nek, saya akan menemani nenek dan tinggal disini selama beberapa hari asalkan nenek tidak bosan saja dengan saya.” (berbicara dengan nada bercanda)

Halaman:

Advertisement