Contoh Naskah Drama Bawang Merah Bawang Putih Singkat dan Sinopsisnya
Cerita Bawang Merah Bawang Putih merupakan cerita yang sangat dikenal di masyarakat. Berikut contohnya apabila berbentuk naskah drama.
Tinggal Bersama Nenek
Akhirnya, Bawang Putih pun tinggal bersama dengan nenek itu selama seminggu lamanya. Setiap hari, Bawang Putih selalu membantu berbagai pekerjaan rumah nenek.
Tentu saja si nenek merasa sangat senang. Hingga akhirnya sudah genap seminggu, dan sang nenek pun memanggil Bawang Putih.
Nenek: “Nak, kini sudah genap seminggu kamu tinggal disini. Aku merasa sangat senang karena kamu sangat baik hati dan berbakti kepada orangtua. Untuk itu sesuai janjiku, kau boleh membawa kembali baju ini pulang ke rumah. Dan satu lagi, kamu juga boleh memilih salah satu dari labu kuning ini sebagai hadiah!” (menunjukkan dua buah labu)
Bawang Putih: “Tidak usah repot-repot, nek!”
Nenek: “Ayolah, Bawang Putih. Tidak apa-apa.”
Bawang Putih: “Yasudah nek, Putih memilih yang kecil saja ya.”
Nenek: “Mengapa kamu memilih buah yang kecil, nak?”
Bawang Putih: “Tidak apa-apa nek. Saya takut tidak kuat jika harus membawa yang besar, nek.”
Nenek: (tersenyum)
Bawang Putih pun pulang ke rumah sambil membawa baju dan buah labu kuning. Sesampainya di rumah, Bawang Putih langsung menyerahkan baju merah milik ibu tirinya.
Bawang Putih: “Ibu, maaf saya baru kembali. Saya baru berhasil menemukan baju ibu. Ini Bajunya.”
Bawang Merah: “Heh gembel, apa itu yang kamu bawa?” (menunjuk buah labu kuning)
Ibu: “Iya, apa itu yang kamu bawa?” (dengan nada membentak)
Bawang putih: “Ini buah labu, bu. Tadi aku diberikan oleh nenek-nenek yang menemukan baju ibu.”
Bawang Merah: “Sini, berikan labunya.” (merah pun membanting labu itu)
Bawang Putih: “Merah, jangan!”
Labu kuning tersebut pun jatuh terbanting oleh Bawang Merah hingga akhirnya terbelah. Bawang Merah dan sang ibu pun langsung berteriak kegirangan karena melihat isi dari buah labu tersebut.
Bawang Merah: “Heh gembel! Kamu dapat dari mana labu berisi emas dan permata ini?”
Ibu: “Iya, dari mana kamu mendapatkan buah ajaib ini?”
Bawang Putih: “Aku mendapatkan labu ini dari …..” (hening sejenak)
Bawang Merah: “Dari mana Putih? Jawab!”
Bawang Putih: “Ketika aku mencari baju ibu yang hanyut terbawa arus sungai, hari sudah gelap sehingga aku harus menginap di sebuah rumah milik seorang nenek di pinggir sungai. Aku pun diminta oleh nenek itu untuk menemaninhya selama seminggu. Setelah genap seminggu dan ketika ingin pamit pulang, aku diberi hadiah ini.”
Rencana Licik
Setelah mendengar cerita Bawang Putih, Bawang Merah pun berencana untuk melakukan hal yang sama agar bisa mendapatkan hadiah seperti itu.
Ibu: “Bawang Merah kamu harus melakukan apa yang dilakukan oleh anak sialan itu”
Bawang Merah: “Baiklah ibu!”
Ibu: “Kalau begitu, besok pagi kamu harus pergi ke sungai.”
Bawang Merah: “Baik bu!”
Keesokan harinya Bawang Merah pun menghanyutkan bajunya ke sungai, hingga akhirnya ia tiba di gubuk nenek yang diceritakan oleh Bawang Putih.
Bawang Merah: “Nek, apakah nenek ada melihat bajuku bewarna merah yang hanyut di sungai ini?”
Nenek: “Nenek tahu, tapi kamu harus menginap disini selama seminggu kalau ingin nenek mengembalikannya.”
Bawang Merah: “Baiklah, nek! Akan kutemani nenek selama seminggu.”
Selama seminggu Bawang Merah menginap di rumah sang nenek hanya dengan bermalas-malasan. Jikalau pun ada yang ia kerjakan, pasti berujung dengan hasil yang tidak bagus karena dikerjakan secara asal-asalan.
Akhirnya setelah seminggu lamanya, sang nenek membolehkan Bawang Merah pulang.
Bawang Merah: “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?”
Nenek: “Ya, sudah silahkan kamu memilih salah satu dari labu ini!”
Bawang Merah: (mengambil yang besar, langsung pergi)
Sesampainya di rumah, Bawang Merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut Bawang Putih meminta bagian, mereka menyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai selagi mereka membuka labu tersebut.
Ibu: “Putih sana pergi ke sungai cuci baju-baju yang kotor.”
Bawang Putih: “Baiklah, bu ! “
Setelah Bawang Putih pergi, mereka pun membelah buah labu tersebut. Namun ternyata, buah labu tersebut tidak menyimpan emas namun puluhan ular berbisa.
Binatang tersebut pun langsung menyerang Bawang Merah dan Ibunya hingga akhirnya keduanya tewas.
Nah, itulah contoh sinopsis dan naskah drama Bawang Merah dan Bawang Putih singkat yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kamu ya!
Jika kamu ingin mencari informasi menarik dan bermanfaat lainnya, kamu tinggal kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasi lengkapnya di sana.
Halaman:

