Portofolio – Pengertian, Cara Membuat, Format Dan Contoh Portofolio

 Bella Carla | Rab, 27 Mei 2020

Contoh Portofolio – Ketika ingin melamar pekerjaan, kamu perlu membuat portofolio agar kualitas diri kamu dapat dilirik oleh HRD. Zaman sekarang, portofolio bisa dibuat dengan mudah secara offline maupun online, lho. Nah, sudahkah kamu mengetahui apa itu portofolio? Jika belum, di bawah ini Mamikos sudah rangkumkan informasi terkait pengertian, format hingga cara membuat dan contoh portofolio untuk kamu.

Berikut Pengertian Hingga Contoh Portofolio

Contoh Portofolio
unsplash.com

Bagi beberapa profesi, memiliki portofolio dan menyertakannya ke dalam surat lamaran merupakan hal yang penting sebagai bukti hasil kerja. Tak hanya para pencari kerja saja yang memerlukan portofolio, mahasiswa juga perlu membuat portofolio jika ingin mencari beasiswa kuliah. Namun sayangnya, tidak sedikit yang masih merasa kesulitan bahkan tidak tahu cara membuat portofolio yang benar. Agar tidak salah langkah, berikut ini Mamikos berikan lengkap terkait pengertian hingga contoh portofolio yang perlu kamu perhatikan baik-baik.

Apa Itu Portofolio?

Secara umum, portofolio diartikan sebagai kumpulan dokumen dari seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, dan sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun, istilah ini tentunya berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya. Misalkan saja pada bidang seni, portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan hasil karya terbaik dari seorang seniman yang sengaja diadakan untuk keperluan pameran. Sedangkan dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru.

Berbeda lagi dalam dunia politik, portofolio dapat diartikan sebagai kewajiban dan pilar pemerintahan para menteri kabinet dan juga para pejabat pimpinan departemen yang ada di dalam institusi pemerintah. Jadi, arti portofolio itu bisa dilihat tergantung dari konteksnya sedang membicarakan apa. Intinya, portofolio memiliki arti yang berbeda tapi hampir sama di setiap bidang yakni sebagai dokumentasi pencapaian seseorang.

Apa Manfaat Memiliki Portofolio?

Ada beberapa manfaat memiliki portofolio, kira-kira apa saja manfaat tersebut? Berikut adalah manfaat memiliki portofolio:

  • Portofolio akan menceritakan kepiawaian kamu dalam bekerja
    Portofolio yang terus diperbarui akan menampilkan perkembangan karir kamu dari waktu ke waktu. Klien atau calon atasan akan mudah menilai perkembangan kinerja, bidang yang digemari, kontribusi dalam sebuah proyek, atau bahkan memperkirakan potensi yang sebelumnya tidak terpikirkan. Kekuatan, keahlian, pendidikan, pengalaman, kegemaran kamu akan terlihat dari portofolio tersebut.
  • Dinilai lebih terpercaya
    Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa portofolio adalah kumpulan dari hasil kerja. Hal yang paling dirasakan jika memiliki portofolio adalah menaikan level kredibilitas. Portofolio bisa menjadi bukti dari semua yang kita ucapkan pada klien, kolega atau calon atasan. Keahlian dan potensi yang ada dalam portofolio akan terangkum dan akan membantu mereka mencari bagian yang tepat untuk diisi oleh keahlianmu.
  • Sebagai pengingat akan pencapaian
    Semua proyek, tugas, atau pekerjaan yang berhasil dikerjakan, serta pencapaian target, penghargaan, atau prestasi lain akan tersimpan dengan baik dalam portofolio. Akan ada kalanya kita harus memulai kembali pekerjaan lain yang memiliki tingkat kesulitan lebih. Portofolio yang terus diperbarui akan mengingat semua pencapaian terbaik yang pernah dicapai. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk terus melakukan hal-hal paling sulit sekalipun.
  • Membantu calon klien merasakan bagaimana bekerja dengan kamu
    Memiliki portofolio yang terus diperbarui akan menarik orang-orang yang berpotensi, menjadi partner atau mitra kerja kamu. Portofolio yang menarik akan membuat calon mitra kerja membayangkan bagaimana keseruan bekerja bersamamu. Tak hanya itu saja, calon mitra kerja juga dapat merasakan bagaimana seorang yang kreatif dan profesional menyelesaikan berbagai tantangan, kemudian menikmati hasil yang akan diperoleh bersama-sama.
  • Meningkatkan kesempatan memperoleh lebih banyak klien
    Beberapa calon klien cenderung tidak ingin repot memikirkan sendiri berapa lama waktu produksi atau berapa biaya yang harus disisihkan. Dengan melihat portofolio, calon klien akan mengidentifikasi sekilas tentang jasa atau produk yang ditawarkan. Calon klien akan lebih setia dengan produk atau jasa yang pernah mereka gunakan, maka membangun relasi juga merupakan poin penting. Kedekatan hubungan akan membantu konsumen dalam memberi keputusan.
  • Menjadi pembeda dengan pesaing
    Portofolio yang tersedia secara online akan membedakan kamu dengan pesaing lain, yang mungkin memiliki jenis usaha, bisnis, atau bidang pekerjaan yang sama. Portofolio online dinilai efektif untuk kamu yang sedang aktif maupun pasif dalam mencari pekerjaan. Mengingat tren dalam mencari pekerjaan saat ini, dimana perusahaan lah yang lebih aktif mencari kandidat untuk perusahaannya, dan bukan lagi para pencari kerja yang menyebar CV ke berbagai perusahaan, portofolio online adalah jawaban yang tepat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan bagaimana cara membuat online portfolio yang baik dan benar.
  • Memberi kesempatan untuk memperlihatkan kreativitasmu
    Portofolio yang dinilai indah dan menarik memiliki daya pikat tersendiri. Portofolio sedemikian rupa dengan berbagai informasi yang dalam namun tetap indah dipandang, adalah sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang untuk menunjukan sisi kreatif dan profesional dibidangnya. Kamu juga bisa, dengan memadukan banyak media seperti foto, ilustrasi, video, atau podcast. Tidak ada batasan untuk mengekspresikan kreativitasmu, justru itu yang akan membuat portofolio terlihat berbeda dari pesaing lainnya.
  • Menunjang kemampuan verbal
    Tidak semua orang memiliki keahlian dalam berbicara atau mengungkapkan ekspresi. Namun, dalam pekerjaan atau pada saat wawancara kerja, kamu sering diminta untuk menjelaskan kepribadianmu atau presentasi mengenai pencapaian selama ini. Dengan menunjukan portofolio, pewawancara akan melihat dan memahami apa yang sedang kamu jelaskan. Maka wawancara akan menjadi sebuah diskusi yang menarik.
  • Menunjukan konsistensi
    Kejelasan informasi adalah hal penting lainnya ketika kita sedang berusaha membangun brand, baik untuk kepentingan pribadi atau korporasi. Portofolio yang diperbarui akan membantu menunjukkan kekonsistenan dalam melakukan bisnis tersebut, karena apa yang dijelaskan juga akan tampak pada portofolio. Ketika pesan yang disampaikan sejalan dengan apa yang diperlihatkan, kamu akan memiliki nilai yang berbeda dengan yang lain.

Jenis-jenis Portofolio

Untuk lebih memahami mengenai istilah tersebut, berikut ini adalah dua jenis portofolio yang wajib kamu ketahui.

  1. Portofolio Lamaran Kerja
    Ketika Bersinggungan dengan lamaran kerja, portofolio adalah salah satu yang banyak dilampirkan dalam proses seleksi lamaran kerja. Perusahaan akan meminta portofolio kamu untuk menambah penilaian perusahaan akan skill kamu. Portofolio lamaran kerja, umumnya berisikan data diri secara singkat, pendidikan, penghargaan, pengalaman kerja dan tujuan kamu melamar ke perusahaan. Untuk beberapa bidang, kamu ingin melamar kerja sebagai seoran penulis, maka dalam portofolio, kamu bisa menuliskan beberapa contoh tulisan kamu yang paling membanggakan atau mendapat penghargaan, pujian dan lain sebagainya.
  2. Portofolio Desain
    Dalam portofolio desain, kamu bisa menambahkan lampiran desain yang pernah kamu buat. Portofolio desain juga tidak memiliki aturan penulisan yang baku dan lebih kepada bentuk kreatif kamu. Portofolio desain umumnya digunakan bagi kamu yang melamar pekerjaan di bidang seni seperti desain grafis atau animator. Dalam portofolio yang kamu buat, hasil desain yang pernah dipublish atau menjadi kebanggaan dalam perjalanan karir kamu, bisa ditampilkan dalam portofolio kamu.

Format Portofolio

Berikut ini adalah bagian-bagian yang wajib ada di dalam portofolio kamu:

  1. Daftar Isi
    Portofolio tak ubahnya seperti dokumen yang berisikan pencapaian dan prestasi yang pernah kamu raih. Maka dari itu, dalam membuat daftar isi portofolio, kamu perlu mempermudah perusahaan secara sistematis dalam melihat karya-karya yang pernah kamu buat. Daftar isi akan memudahkan perusahaan dalam medapatkan informasi kamu dengan mudah.
  2. CV atau Resume
    Meskipun merupakan sebuah hal yang berbeda, namun jika kamu diminta untuk melampirkan portofolio, maka kamu perlu mencantukan daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) dalam portofolio kamu. Hal ini dilakukan agar perekrut dapat lebih mudah melihat resume kamu sembari melihat hasil karya yang pernah kamu buat.
  3. Motivasi, Tujuan dan Pencapaian
    Salah satu hal terpenting dalam pembuatan portofolio adalah dengan menuliskan tujuan dan pencapaian. Tujuan dan pencapaian sangat penting agar perusahaan mengetahui visi dan misi karyawannya kedepan. Dalam penulisan tujuan, akan dibagi dua yakni tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.
  4. Keterampilan dan Pengalaman
    Keterampilan dan pengalaman adalah hal yang teramat penting karena dari apa yang kamu tulis perusahaan bisa mempertimbangkan apakah kamu merupakan kandidat yang sesuai dan cocok untuk perusahaan atau tidak. Dalam menuliskan keterampilan dan pengalaman, kamu dapat menambahkan keunggulan kamu dalam pekerjaan untuk lebih meyakinkan perusahaan. Misalkan keahlian desain apa saja yang kamu miliki.
  5. Hasil Karya, Pencapaian dan Penghargaan
    Dalam portofolio hasil karya yang kamu cantumkan adlaah hasil karya yang menurut kamu merupakan yang terbaik selama kamu menjalani karir. Selain itu, tuliskan pencapaian kamu selama bekerja sebelumnya ataupun penghargaan yang kamu dapatkan karena prestasi kamu.

Cara Membuat Portofolio

Agar tidak salah langkah, berikut ini adalah beberapa cara membuat portofolio yang perlu kamu perhatikan baik-baik.

  1. Menyeleksi karya terbaik untuk ditunjukkan
    Ketika ingin membuat portofolio, kamu wajib untuk mengumpulkan karya-karya yang telah kamu buat, kemudian pilihlah karya yang terbaik. Jika kamu bingung dalam memilihnya, kamu bisa gunakan ulasan dari para klien atau rekanmu, pilihlah mana yang mendapatkan komentar terbaik. Dengan menampilkan karya terbaik, maka kamu akan terlihat lebih kompeten dan memperbesar peluang untuk dilirik perusahaan. Idealnya, karya yang bisa kamu masukkan kedalam portofolio adalah 5 – 10 karya.
  2. Menentukan desain portofolio
    Setelah selesai mengumpulkan karya yang ingin ditampilkan, langkah selanjutnya adalah menentukan desain portofolio. Pada langkah ini, pastikan desain yang kamu pilih merupakan desain yang sederhana, nyaman dilihat, dan to the point. Fokuskan pada karya-karya kamu, bukan yang lain.
  3. Menyiapkan isi teks portofolio
    Dalam menyusun portofolio, kamu tentu perlu sedikit teks pendukung sebagai pengantar atau sebagai deskripsi dari karya yang kamu buat. Siapkan teks-teks ini terlebih dahulu, kemudian kelompokkan sesuai dengan karya-karya yang ingin kamu tampilkan. Jika sudah disiapkan, maka akan mempermudah kamu dalam menyusun portofolio pada langkah berikutnya.
  4. Menentukan media portofolio
    Di zaman sekarang ini, banyak hal yang bisa diakses melalui internet. Kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat portofolio secara online. Dengan demikian, orang-orang bisa mengakses portofoliomu kapan pun dan dimana pun. Kamu juga bisa dengan leluasa menambah atau mengedit portofoliomu. Namun, jika kamu tidak ingin menampilkannya secara online, kamu juga masih bisa membuat portofolio dengan cara mencetaknya.
  5. Menyiapkan alat dan bahan
    Jika kamu memutuskan untuk membuat portofolio cetak, maka kamu perlu menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Tidak perlu menggunakan peralatan dan bahan yang mahal, kamu bisa menyusun portofolio yang menarik dengan alat dan bahan yang sederhana selama kamu kreatif. Contohnya, kamu bisa menggunakan loose-leaf binder dengan cover yang transparan.
    Dengan menggunakan loose-leaf binder, maka kamu bisa dengan mudah menambah atau mengganti karya yang kamu tampilkan di portofoliomu. Atau, jika kamu tidak mau menggunakan loose-leaf binder, kamu bisa menggunakan kertas dengan ukuran 8.5 x 11 inchi, 11 x 14 inchi atau 14 x 17 inchi. Menarik bukan?
  6. Menyiapkan platform
    Jika kamu memutuskan untuk menyajikan portofolio secara online, maka kamu harus menentukan platform yang ingin kamu gunakan. Gampangnya, kamu bisa menggunakan 2 tipe platform gratis berikut ini:

    • Website
      Jika kamu ingin menggunakan website, kamu bisa menggunakan beberapa situs penyedia platform web gratis seperti Blogger, WordPress, atau Wix. Agar terlihat profesional, masing-masing situs tersebut juga menyediakan fitur custom domain yang bisa kamu gunakan.
    • Social media
      Jika kamu tidak ingin repot-repot membuat website, kamu juga bisa menggunakan beberapa platform social media yang populer dan tentunya gratis. Salah satu contohnya, kamu bisa menggunakan Instagram untuk memamerkan hasil karya-karya kamu. Apapun jenis karyanya, kamu bisa memajangnya di profil instagram kamu, tentunya harus dilengkapi dengan gambar yang menarik.
  7. Menyusun layout portofolio
    Setelah langkah-langkah di atas kamu lakukan, langkah berikutnya adalah mengeksekusinya dengan menyusun layout portofolio kamu. Susun sesuai dengan desain yang sudah kamu tentukan di awal. Pastikan tata letaknya terlihat rapi serta buatlah portofoliomu sebagus dan semenarik mungkin.
  8. Menampilkan ulasan (jika ada)
    Ulasan atau testimoni dari orang lain juga bisa kamu tambahkan di setiap karya yang ada di portofolio kamu. Dengan adanya ulasan, tentu akan menambah daya tarik dan meningkatkan kepercayaan orang yang melihat portofolio kamu. Namun, jika memang tidak ada ulasan, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menambahkannya.
  9. Melakukan review hasil
    Setelah portofolio selesai dibuat, langkah berikutnya adalah melakukan review. Lihat kembali seluruh bagian portofoliomu, pastikan tidak ada kesalahan tulisan atau ejaan. Dan jika ada bagian yang terasa kurang, segera perbaiki agar tidak mengurangi tingkat kemenarikan portofolio kamu.

Contoh Portofolio

Agar kamu dapat membuat portofolio yang baik dan benar, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa contoh portofolio di bawah ini.

1. Contoh Portofolio Artwork

idseducation.com

2. Contoh Portofolio Desain Grafis

educenter.id

3. Contoh Portofolio Fotografer

res.cloudinary.com

4. Contoh Portofolio Ilustrator

format-magazine-production-res.cloudinary.com

5. Contoh Portofolio Writer

media.journoportfolio.com

Tips Membuat Portofolio

Banyaknya pelamar kerja yang mengirimkan CV mereka untuk melamar pekerjaan menjadi hal yang biasa dilihat oleh HRS sehari-hari. Jika ingin mendapatkan perhatian HRD, kamu perlu membuat sentuhan desain yang unik. Selain desain berikan contoh portofolio yang kamu miliki juga tidak kalah penting. Berikut Mamikos berikan beberapa tips membuat portofolio untuk kamu:

  1. Perhatikan apa yang kamu sajikan untuk portofolio
    Dalam memberikan informasi untuk portofolio, pastikan kamu memberikan informasi yang terbaik. Hindari memberikan informasi yang bertujuan hanya untuk menaikkan diri kamu namun itu tidak benar adanya. Berikan informasi atau hasil portofolio yang dapat kamu banggakan, sampaikan juga beberapa foto dan judul yang menarik hasil kinerja kamu sendiri dalam contoh portofolio kamu. Khususkan portofolio kamu dengan posisi pekerjaan yang akan kamu lamar.
  2. Gunakan website untuk membuat kumpulan portofolio
    Kamu dapat membuat portofolio menarik di beberapa web yang memberikan layanan gratis untuk membuat portofolio. Adapun web tersebut telah memberikan banyak desain sebagai contoh untuk membuat portofolio. Banyak situs-situs yang menyediakan pembuatan portofolio yang di dalamnya juga terdapat perusahaan-perusahaan tertentu. Semakin menarik hasil portofolio kamu maka, akan menarik perhatian dari perusahaan tertentu.
  3. Buatlah portofolio yang simpel
    Membuat portofolio dengan sedikit sentuhan desain cukup menarik perhatian, namun usahakan desain portofolio kamu tidak terkesan berantakan. Perpadukan desain yang simpel dan terlihat elegant. Pastikan desain yang kamu buat disesuaikan dengan penyampaian isi dari portofolio kamu. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit. Sampaikan pencapaian kerja kamu atau prestasi kamu dengan bahasa yang tepat.
    Jangan lupa untuk menambahkan beberapa kata yang menunjukkan kemampuan kamu pada bidang yang kamu lamar. Ceritakan mengapa harus kamu yang dipilih perusahaan dibandingkan dengan pelamar lainnya. Jangan sampai penggunaan kata terkesan sombong dan terlalu berlebihan.
  4. Perhatikan lamanya waktu penyajian untuk portofolio kamu
    Maksimalkan waktu untuk penyajian portofolio kamu tidak lebih dari 3 tahun. Portofolio yang terlalu lama meninggalkan kesan kamu tidak mengikuti perubahan tren yang ada. Setiap tahun banyak terjadi perusahaan seperti jaman analog ke jaman digital. Usahakan portofolio yang kamu buat menampilkan hasil kerja kamu yang terbaru agar terlihat kamu orang yang trendi.
  5. Buat desain portofolio yang menginspirasi
    Selain memberikan contoh portofolio yang menarik dan simpel pikirkan bagaimana cara menyajikan portofolio yang dapat menginspirasi. Kamu boleh terinspirasi dari hasil portofolio orang lain, namun usahakan membuat desain dan tema portofolio yang berbeda dengan yang sudah ada. Bentuk portofolio yang dapat menginsipirasi orang lain memberikan kesan bahwa kamu adalah orang yang kreatif dan memiliki kemampuan untuk tampil beda. Hal-hal seperti ini sangat penting untuk dimiliki seseorang yang ingin bekerja di industri kreatif.
  6. Berikan portofoli yang bervariasi
    Saat ini banyak lulusan dari lulusan hukum bekerja sebagai penulis atau lulusan ekonomi bekerja sebagai penulis. Jangan heran karena kemampuan atau bakat seseorang tidak ada yang tahu. Berdasarkan pada ungkapan tersebut jika kamu memiliki waktu luang, gunakan waktu luang itu untuk menambah pengalaman kerja kamu. Hasil pekerjaan yang bervariasi di portofolio kamu ini meninggalkan kesan bahwa kamu orang yang mau belajar dan berkembang.

Itulah informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait pengertian hingga contoh portofolio. Pada intinya, portofolio digunakan untuk mendukung lamaran kerjamu dengan menunjukkan bukti bahwa kamu kompeten di bidang yang kamu lamar. Semoga informasi di atas cukup bermanfaat ya untuk kamu. Untuk mendapatkan informasi menarik lainnya, kamu bisa kunjungi situs Mamikos ya!

Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu: