Rangkuman Sejarah Kerajaan Pajajaran, Sumber, Letak, Raja, Sampai Masa Keruntuhanya
Sejarah kerajaan Pajajaran dimulai pada 932 Masehi di Tatar Pasundan, wilayah barat Pulau Jawa. Yuk baca pembahasan lengkap mengenai sejarah kerajaan Pajajaran dalam artikel ini.
Kemudian, sang raja memiliki putri yang bernama Dewi Manasih yang menikah dengan Tarusbawa dan Sobakancana menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
Sejarah Kerajaan Pajajaran dimulai ketika Sri Maharaja liggawarman menyerahkan kekuasaan Tarumanegara kepada menantunya bernama Tarusbawa.
Kondisi tersebut menyebabkan penguasa Galuh, yaitu Wretikandayun marah dan memberontak. Hingga akhirnya Wretikandrayun mendirikan kerajaan Galuh secara mandiri pada tahun 612 masehi.
Kemudian, sebagai penerus kerajaan Tarumanegara, Tarusbawa memindahkan kekuasaannya ke Sunda. Tarusbawa memindahkan kerajaan tersebut ke hulu Sungai Cipakancilan yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane.
Nah, kondisi sungai yang berjejer dan berdekatan tersebutlah yang menyebabkan Tarusbawa menamai kerajaan tersebut dengan nama Kerajaan Pajajaran.
Penobatan Tarusbawa sebagai raja sekaligus pendiri Kerajaan Pajajaran dilakukan pada tahun 519 saka atau sekitar 18 Mei 669 Masehi. Momen ini juag secara tidak langsung menjadikan kerajaan Pajajaran resmi berpisah dengan Kerajaan Galuh.
Kerajaan Pajajaran menganut sistem pemerintahan feudal, dimana pemimpin kerajaan adalah prabu atau raja. Selama masa berdirinya Pajajaran, kerajaan ini dipimpin oleh 6 raja, di antaranya adalah:
- Sri Baduga Maharaja/Prabu Siliwangi (1482 – 1521)
- Surawisesa (1521–1535)
- Ratu Dewata (1535–1543)
- Ratu Sakti (1543–1551)
- Ratu Nilakendra (1551–1567)
Kelimanya adalah para raja yang menduduki Kerajaan Pajajaran di daerah Pakuan.
Pada masa pemerintah Ratu Nilakendra, kerajaan Pajajaran yang berpusat di Pakuan diserang oleh Sultan Hasanuddin dan anaknya, Maulana Yusuf.
Akhirnya, kerajaan Pajajaran memindahkan pusat pemerintahannya ke daerah Pandeglang. Saatu itu, raja Pajajaran di daerah Pandeglang adalah Raga Mulya (1567–1579) atau Prabu Surya Kencana.
Masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran
Masa kejayaan kerajaan Pajajaran dimulai pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau dikenal sebagai Prabu Siliwangi yang memerintah pada 1482-1521 Masehi.
Pada masa pemerintahannya, kerajaan Pajajaran dapat mencapai kehidupan yang makmur, tentram dan teratur.
Bahkan, Prabu Siliwangi pernah membebaskan rakyatnya dari kewajiban membayar empat macam pajak.
Prabu Silingawi turut menghadirkan pembangunan fisik dengan baik untuk memudahkan kehidupan rakyat dan negara.
Sang raja membangun jalan menuju ibukota Pakuan dan Wanagiri, telaga besar, tempat hiburan dan kapuntren.
Tak hanya dikenal baik hati, Prabu Silingawi juga disebut menjadi pemimpin yang memegang teguh asas kesetaraan dalam kehidupan sosial.
Oleh karena itu, kehidupan pada masyarakat di sekitar Kerajaan Pajajaran sangat tentram di masa pemerintahannya.
Bahkan, Prabu Silingawi memperkuat masa pemerintahannya dengan membentuk angkatan militer yang tangguh.
Menurut sumber Portugis, Kerajaan Pajajaran diperkirakan memiliki 100.000 prajurit dan 40 ekor pasukan gajah.
Prabu Silingawi juga begitu mencurahkan perhatian pada pembinaan agama.
Terdapat Desa Perdikan yang dapat digunakan untuk pendeta dalam menghadirkan kegiatan keagamaan sebagai penuntun kehidupan rakyat yang lebih baik.
Halaman:

