Rangkuman Sejarah Kerajaan Pajajaran, Sumber, Letak, Raja, Sampai Masa Keruntuhanya
Sejarah kerajaan Pajajaran dimulai pada 932 Masehi di Tatar Pasundan, wilayah barat Pulau Jawa. Yuk baca pembahasan lengkap mengenai sejarah kerajaan Pajajaran dalam artikel ini.
Runtuhnya Kerajaan Pajajaran
Sayangnya, masa kejayaan kerajaan Pajajaran tidak bisa bertahan hingga akhir. Pasca serangan Cirebon, kekuatan Pajajaran mulai melemah dan hanya tersisa 1000 pasukan yang setia pada Surawisesa.
Kehadiran kerajaan baru di wilayah Sunda yang berbasis Islam, yaitu Kesultanan Banten membuat Pajajaran terpontang-panting.
Kerajaan Pajajaran runtuh pada 1579 akibat serangan dari kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.
Runtuhnya kerajaan Pajajaran ditandai dengan dibawanya singgasana raja, yakni Palangka Sriman Sriwacana dari Pakuan ke Surasowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.
Batu berukuran 200 x 160 x 20 cm itu diboyong karena tradisi politik agar di Pakuan tidak lagi menobatkan raja baru.
Hal ini juga menandai bahwa Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Pajajaran yang sah karena buyut perempuannya adalah putri Sri Baduga Maharaja.
Setelah kerajaan Pajajaran runtuh, diperkirakan terdapat sejumlah punggawa istana yang meninggalkan keraton lalu menetap di daerah Lebak.
Mereka menetapkan tata cara kehidupan lama yang ketat dan sekarang dikenal sebagai orang Baduy.
Fakta Keruntuhan Kerajaan Pajajaran dan Penyebabnya
Runtuhnya kerajaan Pajajaran terjadi karena beberapa hal. Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai keruntuhan kerajaan Pajajaran
1. Penyebab Utama
Penyebab utama dari keruntuhan Kerajaan Pajajaran adalah mundurnya Prabu Siliwangi dari posisi raja. Mundurnya Prabu Siliwangi membuat kekuatan kerajaan menjadi goyah.
Di samping itu, raja penggantinya yaitu Surawisesa menghadapi tantangan besar dengan hadirnya dua kerajaan Islam dari Cirebon dan Demak untuk memperebutkan kekuasaan.
2. Kekalahan Perang Melawan Kerajaan Islam
Akibat dari perebutan kekuasaan dengan Kesultanan Cirebon dan Demam, terjadilah perang yang mengakibatkan Raja Surawisesa memberikan sebagian kekuasaannya di Pantai Jawa bagian utara.
3. Terambilnya Wilayah Kekuasaan Pajajaran
Pada akhirnya, mulai tahun 1528 M kerajaan Cirebon yang dibantu Demak mampu memperoleh satu per satu dari kekuasaan Pajajaran. Mulai dari Citarum, Sumedang, hingga Galuh.
Meskipun Kerajaan Cirebon cenderung lemah, kekuatan yang diberikan oleh Demak membantu kerajaan tersebut bangkit secara perlahan-lahan.
4. Terjadinya Pelantikan Pangeran Santri
Wilayah Sumedang resmi dikuasai oleh Cirebon dengan dilantiknya Pangeran Santri, buyut dari kakak ipar raja Cirebon, yaitu Syarif Hidayatullah. Pangeran Santri menjadi Bupati Sumedang pada tahun 1530.
Halaman:

