Advertisement
Source : unsplash.com/enginakyurt

Ringkasan Materi Fisika Kelas 12 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Untuk mempermudah kamu dalam memahami materi-materi fisika kelas 12, kamu bisa simak rangkuman materi singkatnya dalam artikel ini.

5 Maret 2024 Bella Carla

Ringkasan Materi Fisika Kelas 12 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka – Ketika duduk di bangku kelas 12, kamu akan mempelajari berbagai mata pelajaran. Salah satunya saja adalah pelajaran fisika.

Materi fisika umumnya berisi antara teori dan hitungan. Meskipun tak banyak orang yang menyukai pelajaran fisika, namun pelajaran satu ini sebenarnya menarik untuk dipelajari.

Setelah memahami rumus dan cara perhitungan pada setiap materinya, maka dijamin proses menghitung akan menjadi lebih mudah. Bagi kamu yang duduk di bangku kelas 12, berikut Mamikos sudah rangkumkan materi fisika kurikulum merdeka untuk semester 1 dan 2.

Berikut Ringkasan Materi Fisika Kelas 12 Semester 1 dan 2

Ringkasan Materi Fisika Kelas 12 Semester 1 dan 2
unsplash.com/enginakyurt

Fisika merupakan ilmu yang membahas serta mempelajari mengenai zat dan energi, yaitu mencakup energi cahaya, panas, serta bunyi.

Nah, ilmu fisika sendiri juga dapat diartikan sebagai salah satu ilmu yang paling dasar dari segala ilmu pengetahuan.

Sehingga, ilmu fisika menjadi ilmu dasar yang berguna untuk dapat memahami, mempelajari, serta mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya dari berbagai bidang.

Mempelajari fisika tentu bukan hal yang mudah. Rangkuman materi dapat diajukan sebagai acuan untuk pembelajaran yang efektif. Untuk itu, yuk perhatikan dengan seksama rangkuman materi fisika kelas 12 berikut ini!

Ringkasan Materi Listrik Arus Searah SMA Kelas 12 dan Penjelasannya

Rangkuman Materi Listrik Arus Searah Fisika Kelas 12

Arus listrik searah termasuk salah satu materi yang akan dipelajari dalam pelajaran fisika kelas 12. Lantas, apa itu rangkaian listrik arus searah?

Pengertian Arus Listrik

Arus listrik merupakan banyaknya muatan listrik yang mengalir pada penghantar setiap sekon. Aliran muatan itu disebabkan oleh adanya beda potensial di antara dua ujung penghantar.

Secara matematis, banyak sedikitnya arus yang mengalir itu menghasilkan suatu besaran yang disebut kuat arus listrik, dan kuat arus listrik dirumuskan sebagai berikut.

Mengenal Jenis Arus Listrik AC dan DC beserta Contoh dan Penjelasannya

Hukum Ohm

Dikarenakan pada rangkaian listrik arus searah polaritasnya tetap, maka berlaku hukum Ohm.

Seorang ilmuwan asal Jerman, George Simon Ohm, berhasil merumuskan hubungan antara tegangan, kuat arus, dan hambatan pada suatu rangkaian.

Menurut Ohm, besarnya tegangan pada suatu rangkaian berbanding lurus dengan kuat arus yang ditimbulkan. Semakin besar tegangan, semakin besar kuat arusnya.

Secara matematis, hukum Ohm dinyatakan sebagai berikut.

l=\frac{V}{R}

Keterangan:

I= kuat arus listrik (A);

V = tegangan listrik (V); dan

R = hambatan listrik (Ohm).

Hukum Kirchhoff

Hukum Kirchhoff dirumuskan oleh seorang ilmuwan asal Jerman, yaitu Gustav Khirchhoff.  Secara umum, hukum Kirchhoff dibagi menjadi dua, yaitu Hukum Kirchhoff I dan Hukum Kirchhoff II.

Hukum Kirchhoff I menyatakan bahwa jumlah kuat arus yang masuk rangkaian sama dengan jumlah kuat arus yang keluar rangkaian.

Sementara, Hukum Kirchhoff II menyatakan bahwa di dalam rangkaian tertutup, tidak terjadi perubahan beda potensial. Artinya, perubahan beda potensialnya sama dengan nol.

Rangkaian Hambatan Listrik

Jika memperhatikan persamaan hukum Ohm, besarnya kuat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangannya dan berbanding terbalik dengan hambatan listriknya.

Artinya, besarnya hambatan listrik bisa menghambat arus listrik. Semakin besar hambatan listrik, semakin kecil kuat arusnya. Hambatan listrik bisa dirangkai secara seri maupun paralel.

Rangkuman Materi Listrik Statis Fisika Kelas 12

Listrik statis juga merupakan salah satu materi yang akan kamu temui ketika mempelajari fisika di bangku kelas 12.

Apa yang Dimaksud dengan Listrik Statis? Contoh Gejala & Manfaatnya

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis merupakan suatu fenomena listrik yang ditimbulkan ketika partikel bermuatan ditransfer dari satu benda ke benda lain.

Perpindahan muatan ini dapat terjadi karena adanya dua buah benda yang saling bergesekan.

Seperti debu yang terbang bersama udara bergesek dengan permukaan layar TV. Dari gesekan tersebutlah dapat terjadi perpindahan muatan elektron.

Nah, ketika muatan elektron berpindah, tentu kedua benda dapat mengalami kelebihan elektron sehingga bermuatan negatif dan juga kekurangan elektron sehingga bermuatan positif.

Karena ada perbedaan sifat muatan inilah, kedua benda dapat berujung saling tarik-menarik.

Pengertian Listrik Statis dan Listrik Dinamis Beserta Perbedaannya

Penyebab Listrik Statis

Fenomena listrik statis bisa terjadi baik pada isolator maupun konduktor. Listrik statis dapat terjadi setelah adanya materi yang berubah menjadi bermuatan akibat dari gesekan (gosokan).  

Hal ini kerap disebut sebagai charging by friction, atau menjadi bermuatan karena gesekan.

Listrik statis disebabkan oleh gesekan atau gosokan antara dua materi yang mampu menghasilkan electron.

Hal ini terjadi karena memindahkan atom dari satu materi ke materi lain dan memungkinkan kedua materi jadi bermuatan.

Materi yang melepaskan elektronnya jadi bermuatan positif. Sedangkan materi yang menyerap elektron akan bermuatan negatif.

Pada hakikatnya, fenomena listrik statis terjadi sebagai upaya pelepasan muatan (discharge) dari materi yang sudah bermuatan listrik untuk menjadi materi bermuatan netral.

Muatan Listrik Statis

Setiap materi akan mengandung muatan positif dan muatan negatif.

Materi bisa mengandung muatan dikarenakan terbentuk atas atom dimana pada dalam bagian inti atom mengandung partikel bermuatan positif (proton), negatif (elektron), dan netral (neutron).

Suatu materi dapat dikatakan bermuatan positif saat jumlah proton lebih besar dibandingkan elektronnya. Ketika jumlah proton sama dengan jumlah electron, maka benda tersebut tidak bermuatan atau netral.

Kedua muatan listrik yang ada di dalam materi ini dapat saling berinteraksi satu sama lain.

Muatan bisa saja berpindah ketika digosokkan dan mengubah komposisi muatan dalam suatu materi. Misalkan, materi yang awalnya netral dapat bermuatan negatif atau positif.

Dua muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negatif dapat menimbulkan gaya tarik-menarik atau bahkan tolak-menolak.

Kedua gaya tersebut diteliti lebih lanjut oleh Charles Augustin de Coulomb. Alat yang digunakan Coulomb untuk mengukur gaya tarik dan gaya tolak antar dua muatan listrik disebut dengan neraca Torsi.

Contoh-contoh Gejala Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari dan Penjelasannya Lengkap

Rumus Listrik Statis

Di dalam listrik statis, ada beberapa rumus yang biasanya digunakan antara lain:

1. Gaya Coulomb

F=k\frac{q1.q2}{^{^{r2}}}

Keterangan:

F = gaya coulomb (N)

k = koefisien (9 x 109 Nm2/C2)

r = jarak antar muatan (m)

q1 dan q2 = muatan masing-masing partikel (C)

2. Medan Listrik

E=k\frac{Q}{^{r2}}

atau

E=\frac{F}{q}

Keterangan:

E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya coulomb (N)
r = jarak muatan uji terhadap muatan sumber (m)
Q = besar muatan sumber (C)
q = besar muatan uji (C)

6 Contoh Listrik Statis dan Dinamis dalam Kehidupan Sehari-hari

3. Potensial Listrik

V=k\frac{Q}{r}

Keterangan:

V = potensial listrik ( volt)

Q = muatan sumber (C)

k = koefisien (9 x 109 Nm2/C2)

r = jarak terhadap sumber muatan (m)

4. Energi Potensial Listrik

Ep=k\frac{q1.q1}{r}

Keterangan:
Ep = energi potensial muatan uji
k = koefisien (9 x 109 Nm2/C2)
r = jarak terhadap sumber muatan (m)
q1dan q2 = muatan masing-masing partikel (C)

Nah, ketika suatu muatan pindah dari satu titik ke titik lainnya, maka usahanya dapat dihitung menggunakan rumus usaha di bawah ini:

w=q\Delta V

Keterangan:

\Delta = beda potensial (volt)

W = usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan q

5. Kapasitor

C=\frac{\varepsilon_{0}A}{d}

Keterangan:

C = kapasitas kapasitor (Farad atau f)

q = muatan antara dua keping (C)

V = beda potensial antara dua keping (volt)

A = luas penampang keping (m2)

𝜀 = permitivitas dielektrik bahan

Rangkuman Materi Medan Magnet Fisika Kelas 12

Materi yang mempelajari tentang magnet sebenarnya sudah diajarkan sejak kamu duduk di bangku Sekolah Dasar.

Meskipun sudah mengetahui sedikit tentang materi medan magnet, tentu kamu masih perlu mendalaminya saat menginjak kelas 12 SMA, tepatnya di mata pelajaran Fisika.

Ringkasan Materi Medan Magnet SMA Kelas 12 dan Penjelasannya

Pengertian Medan Magnet

Medan magnet merupakan wilayah di sekitar magnet yang masih memengaruhi benda dengan sifat-sifat magnetik.

Hampir sama dengan gaya listrik, mungkin kamu menganggap bahwa gaya magnetik disebabkan oleh keberadaan sesuatu, yaitu medan magnet.

Saat muatan bergerak, medan magnet terbentuk sebagai hasilnya, dan medan ini selanjutnya memberikan gaya pada muatan bergerak lainnya.

Garis medan magnet adalah garis-garis imajiner yang digunakan untuk menggambarkan arah dan intensitas medan magnet di sekitar sebuah magnet atau benda dengan sifat-sifat magnetik.

Garis medan magnet ini digambarkan sebagai garis yang mengarah dari kutub utara menuju kutub selatan magnet, membentuk pola medan magnet yang khas.

Garis medan magnet ini membantu dalam memvisualisasikan bagaimana medan magnet bekerja dan bagaimana benda-benda lain akan berinteraksi dengan medan tersebut.

Sifat-Sifat Magnet Beserta Penjelasannya, Siswa Wajib Tahu!

Sifat Medan Magnet

Terdapat beberapa sifat medan magnet, yaitu:

  • Medan magnet dapat menarik benda-benda yang memiliki sifat-sifat magnetik, seperti logam.
  • Setiap magnet memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan, yang selalu berpasangan.
  • Garis medan magnet selalu mengarah dari kutub utara menuju kutub selatan.
  • Medan magnet membentuk pola lingkaran di sekitar magnet, yang semakin kuat mendekati kutub.
  • Medan magnet menjadi lebih lemah seiring jaraknya dari sumber magnet.
  • Medan magnet dapat menginduksi arus listrik dalam benda konduktor yang bergerak melintasi medan tersebut.
  • Medan magnet dapat meresap dalam materi, seperti besi, dan membuatnya menjadi magnet sementara.
  • Gaya magnetik dapat bekerja melalui jarak, tanpa kontak fisik langsung.
  • Bumi memiliki medan magnet alami yang membantu kompas menunjukkan arah utara-selatan.
  • Sifat medan magnet dan medan listrik dalam gelombang elektromagnetik adalah selalu tegak lurus terhadap medan listriknya. Medan magnet ini dihasilkan oleh perubahan medan listrik.
  • Sifat medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir di kawat lurus adalah berupa medan magnet melingkari kawat tersebut.

Penerapan Medan Magnet

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya sudah sering kamu temui. Berikut adalah beberapa penerapannya yang perlu kamu ketahui.

1. Elektromagnet

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah penggunaan bel rumah. Saat kamu menekan bel, elektromagnet akan menggerakkan striker untuk membuat bel berbunyi.

Contoh lainnya adalah speaker.

Saat kamu sedang bernyanyi atau mengeluarkan suara apapun di perangkat yang dihubungkan ke speaker lewat bluetooth, maka elektromagnet akan menerima irama tersebut dan penghantarnya akan menerima irama dan mengeluarkannya kembali di speaker.

6 Jenis-jenis Magnet dan Contohnya Berdasarkan Bentuknya Dilengkapi Gambar

2. Motor

Penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari dalam motor menggunakan medan magnet agar dapat memutar poros.

Karena arus listrik yang mengalir ke motor bervariasi, mereka bekerja sama untuk membentuk medan magnet yang naik-turun untuk mendorong inti motor di sekitarnya.

3. Levitasi Magnetik

Levitasi magnetic atau Maglev merupakan penerapan medan magnet dalam kehidupan sehari-hari pada kereta listrik agar kereta bisa melaju sangat cepat.

Hal ini juga yang digunakan oleh kereta listrik di Jepang, yaitu Shinkansen.

Jika kereta api dapat naik tepat di atas rel, pada medan magnet, gesekan akan sangat kecil dan akan mudah untuk memindahkan kereta dan membuatnya bergerak cepat.

Rumus Medan Magnet

B=\mu _{0}.n.l

Keterangan:

B = medan magnet (dalam tesla, T)

\mu _{0} = permeabilitas vakum (konstanta magnetik dalam H/m) dengan nilai sekitar 4\pi x10^{-7}Tm/A

n =  jumlah lilitan per satuan panjang (jumlah lilitan per meter)

l = arus listrik yang mengalir melalui solenoida (dalam ampere, A)

Materi Induksi Elektromagnetik Kelas 12 beserta Penjelasannya Lengkap

Nah, itulah rangkuman singkat materi fisika kelas 12 kurikulum merdeka yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu.

Semoga informasi ini bisa membantu kamu untuk memahami konsep atau materi fisika kelas 12 dengan lebih baik lagi.

Bagi kamu yang ingin mengulik lebih banyak lagi materi mata pelajaran lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement