Advertisement
Source : freepik.com/dcstudio

4 Jenis Sifat Koligatif Larutan beserta Rumus dan Contoh Soal Lengkap

Sifat koligatif larutan salah satu konsep penting kimia yang perlu kamu ketahui. Terdapat empat jenis sifat koligatif larutan pada pembahasan ini. Simak penjelasannya di sini!

17 September 2024 Asrul A

Jenis Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit 

Ada empat sifat koligatif larutan yang perlu kamu ketahui, masing-masing sifat tersebut memiliki efek yang terjadi ketika zat terlarut ditambahkan ke dalam pelarut. Setiap jenisnya ini dapat pula menunjukkan perubahan dan karakteristik larutan akibat jumlah partikel dari zat terlarut. Berikut sifat koligatif larutan :

Penurunan Tekanan Uap Larutan Jenuh (∆P) 

Penurunan tekanan uap terjadi dalam larutan ketika adanya penambahan zat terlarut ke pelarut. Ketika zat terlarut dicampurkan, maka molekul-molekul pelarut akan menjadi lebih sedikit kesempatan untuk menguap karena terhalang oleh partikel zat terlarut.

Akibatnya tekanan uap larutan akan menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan pelarut.

Penurunan ini juga bergantung pada jumlah partikel zat pelarut, bukan jenisnya. Fraksi mol zat terlarut urus dengan penurunan tekanan uap. Semakin banyak zat terlarut yang ada, semakin besar penurunan tekanan uap yang terjadi.

Sebagai gambaran, jika kamu melarutkan garam ke dalam air, maka garam akan menghalangi sebagian molekul air untuk menguap. Karena itu, air yang sudah bercampur garam akan memiliki tekanan uap lebih rendah daripada air murni.

Adapun rumus penurunan tekanan uap: 

∆P = P0 – P

∆P = P0 . XA

P = P0 . XB

Keterangan: 

∆P = Penurunan tekanan uap jenuh (mmHg)

P0 = Tekanan uap pelarut murni (mmHg)

P = Tekanan uap larutan (mmHg)

XA = Fraksi mol zat terlarut

XB = Fraksi mol pelarut

8 Contoh Reaksi Redoks dalam Kehidupan Sehari-hari dan Manfaatnya

Kenaikan Titik Didih (∆Tb)

Ketika zat terlarut ditambahkan ke dalam pelarut, titik didih larutan akan meningkat. Ini terjadi karena penambahan zat terlarut menyebabkan penurunan tekanan uap. Akibatnya, suhu yang diperlukan untuk mencapai tekanan uap yang sama dengan tekanan atmosfer menjadi lebih tinggi.

Dengan kata lain, efek dari penambahan zat terlarut ini membuat larutan memerlukan suhu yang lebih tinggi untuk mendidih dibandingkan dengan pelarut murni. Hal ini merupakan hasil dari penurunan tekanan uap yang terjadi karena adanya zat terlarut. Adapun rumus dari kenaikan titik didih yaitu :

∆Tb = Kb . m

Keterangan:

∆Tb = kenaikan titik didih (0C)

Kb = tetapan kenaikan titik didih (0C/m)

m = molalitas larutan (m)

Halaman:

Advertisement