Advertisement
Source : freepik.com/dcstudio

4 Jenis Sifat Koligatif Larutan beserta Rumus dan Contoh Soal Lengkap

Sifat koligatif larutan salah satu konsep penting kimia yang perlu kamu ketahui. Terdapat empat jenis sifat koligatif larutan pada pembahasan ini. Simak penjelasannya di sini!

17 September 2024 Asrul A

Penurunan Titik Beku (∆Tf)

Sifat koligatif selanjutnya yaitu penurunan titik beku dengan lambing (∆Tf). Penurunan titik beku terjadi ketika suatu zat terlarut kemudian dimasukkan ke dalam pelarut, maka titik beku larutan tersebut akan menurun.

Hal ini karena zat terlarut dapat mengganggu pembentukan struktur kristal padat dari pelarut. Serta akan mengakibatkan penurun suhu sehingga larutan tersebut bisa membeku.

Penurunan titik beku ini diukur sebagai selisih antara suhu titik beku larutan dan suhu titik beku pelarut murni. Semakin banyak zat terlarut yang ditambahkan, maka semakin besar penurunan titik beku yang terjadi. Rumus untuk mengetahui penurunan titik beku yaitu :

∆Tf = Kf . m

Keterangan :

∆Tf = penurunan titik beku (0C)

Kf = tetapan penurunan titik beku (0C/m)

m = molalitas larutan (m)

Tekanan Osmosis (∏)

Sifat selanjutnya, yaitu tekanan osmotik, yaitu gaya yang diperlukan agar dapat menahan pergerakan dari zat terlarut melalui membran semipermeabel dari dua jenis larutan dengan konsentrasi yang berbeda.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan zat dalam larutan, seperti larutan yang lebih encer ke larutan dengan yang lebih pekat.

Pada rumus  Van’t Hoff, tekanan osmotik (Π) larutan dapat dihitung dengan rumus:

∏ = M . R . T

Keterangan:

∏ = tekanan osmosis larutan (atm)

M = molaritas (M)

R = tetapan gas (0,082 L.atm.mol-1.K-1)

T = suhu mutlak (K)

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada larutan elektrolit memiliki konsentrasi yang sama, sifat koligatif pada larutan elektrolit memiliki nilai yang lebih besar jika dibandingkan dengan sifat koligatif larutan non elektrolit. Perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit selalu dikalikan dengan faktor Van’t Hoff sebagai berikut:

i =1 + (n-1)a

dimana i merupakan faktor Van’t Hoff, n merupakan jumlah koefisien kation, dan a merupakan derajat ionisasi.

Penurunan Tekanan Uap Jenuh

∆P = p0 X terlarut i

Keterangan:

∆P = Penurunan tekanan uap jenuh

p0 = Tekanan uap pelarut murni

X terlarut = Fraksi mol zat terlarut

i = Faktor Van’t Hoff

Kenaikan Titik Didih

∆Tb = kb m i

Keterangan:

∆Tb = Kenaikan titik didih

kb = Tetapan kenaikan titik didih molal 

m = Molalitas larutan

i = Faktor Van’t Hoff

Halaman:

Advertisement