<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/computational-thinking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/computational-thinking/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 09:20:37 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/computational-thinking/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>15 Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari Lengkap</title>
            <category>Informatika</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-pljr/</link>
            <pubDate>Sun, 12 Oct 2025 04:22:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Bella Carla</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Istilah berpikir komputasional atau computational thinking (CT) adalah sebuah metode pendekatan dalam proses pembelajaran. Baca contohnya dalam artikel ini.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-pljr/">15 Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari Lengkap</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>15 Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari Lengkap – Ada banyak masalah dan rintangan yang tentunya perlu dipecahkan dan dicari solusinya dalam keseharian kita. </p>



<p>Untuk itu, kamu pun wajib mengetahui cara berpikir yang tepat agar dapat memecahkan masalah. </p>



<p>Salah satunya adalah dengan menerapkan cara berpikir berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4bb.png" alt="💻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f914.png" alt="🤔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berikut Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-1024x683.jpg" alt="Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari" class="wp-image-136740" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-1024x683.jpg 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-600x400.jpg 600w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">unsplash.com/magnetme</figcaption></figure></div>


<p>Di zaman globalisasi seperti sekarang ini, kita harus bisa berpikir cepat memikirkan apa yang harus dilakukan kedepannya. </p>



<p>Sudah menjadi hal yang umum jika sekarang hampir semua kegiatan yang dilakukan sehari-hari selalu erat kaitannya dengan teknologi. </p>



<p>Bahkan, tak jarang jika sebagian masalah yang sedang dihadapi pun terkadang dapat diselesaikan dengan teknologi yang ada saat ini.</p>



<p>Untuk itu, sudah semestinya kamu juga bisa menerapkan cara berpikir layaknya teknik ilmu komputer (informatika). </p>



<p>Pola berpikir seperti ini kini dikenal dengan istilah “berpikir komputasional”. Dengan menerapkan cara berpikir berpikir komputasional, kamu pun akan mudah untuk berpikir kreatif dan kritis. </p>



<p>Lantas, apa sebenarnya cara berpikir berpikir komputasional? Serta, bagaimana contoh cara berpikir berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari?<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4bb.png" alt="💻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f914.png" alt="🤔" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-berpikir-kritis-dan-cara-melatihnya-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-berpikir-kritis-dan-cara-melatihnya-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/Cara-Berpikir-Kritis-dan-Cara-Melatihnya-Ketahui-Ini-Loh-Manfaatnya-500x333.jpg" alt="Cara Berpikir Kritis dan Cara Melatihnya, Ketahui Ini Loh Manfaatnya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Berpikir Kritis dan Cara Melatihnya, Ketahui Ini Loh Manfaatnya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa
Itu Berpikir Komputasional?</strong></h2>



<p>Dalam buku berjudul Riset dan Seminar Sumber Daya Manusia yang disusun oleh Edison Siregar dijelaskan bahwa di dalam kehidupan yang kita jalani, baik itu menggunakan komputer atau tidak, kita harus tetap berpikir seperti komputer yang mampu memahami suatu hal atau masalah dengan cepat. </p>



<p>Sehingga, kita bisa menemukan solusi dari suatu permasalahan dengan cepat. Pola berpikir seperti inilah yang akhirnya dikenal dengan istilah berpikir <a href="https://mamikos.com/info/apa-itu-berpikir-komputasional-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">berpikir komputasional</a>.</p>



<p>Istilah berpikir komputasional atau computational thinking (CT) adalah sebuah metode pendekatan dalam proses pembelajaran. </p>



<p>Berpikir komputasional sendiri merupakan metode berpikir yang digunakan programmer ketika menulis sebuah program.</p>



<p>Diketahui, berpikir komputasional dijalankan melalui tahapan proses yang runtut serta mengutamakan logika. </p>



<p>Cara berpikir ini tidak hanya terbatas dalam pengembangan ilmu komputer saja, melainkan juga berlaku dalam semua disiplin ilmu.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-berfikir-diakronik-dan-sinkronik-mempelajari-sejarah-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-berfikir-diakronik-dan-sinkronik-mempelajari-sejarah-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/08/Contoh-Cara-Berfikir-Diakronik-dan-Sinkronik-Dalam-Mempelajari-Sejarah-500x334.jpg" alt="9 Contoh Cara Berfikir Diakronik dan Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">9 Contoh Cara Berfikir Diakronik dan Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Karakteristik
Berpikir Komputasional</strong></h2>



<p>Mengutip
dari laman UKWMS, berpikir komputasional memiliki beberapa karakteristik,
antara lain:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1.
Berdasarkan konsep, bukan pemrograman</strong></h4>



<p>Artinya,
berpikir dalam komputer-sains berarti lebih dari sekedar pemrogaman komputer
karena dibutuhkan berpikir pada beberapa tingkat abstraksi.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2.
Mendasar</strong></h4>



<p>Bukan menghafal karena menghafal berarti rutinitas mekanikal. Sedangkan kemampuan dasar yaitu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang di zaman sekarang.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3.
Cara manusia berpikir, bukan cara komputer berpikir</strong></h4>



<p>Karena
manusia adalah makhluk yang cerdas dan imajinatif. Untuk itu, komputer
seharusnya dikendalikan oleh manusia untuk menemukan suatu pemecahan masalah,
bukan sebaliknya. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4.
Saling melengkapi </strong></h4>



<p>Berpikir
komputasional berarti saling melengkapi dan mengkombinasikan antara pemikiran
matematis dan pemikiran teknik. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5.
Merupakan ide</strong></h4>



<p>Berpikir komputasional bukan benda, hal ini bukan sekedar software atau hardware yang secara fisik ada dikehidupan kita. </p>



<p>Namun lebih kepada konsep-konsep komputasional yang digunakan untuk mendekati dan memecahkan masalah, mengatur kehidupan sehari-hari, dan interaksi dengan orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara
Menerapkan Berpikir Komputasional</strong></h2>



<p>Untuk
menerapkan berpikir komputasional dalam penyelesaian masalah, kamu bisa menerapkan
langkah-langkah berikut ini:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1.
Perincian masalah</strong></h4>



<p>Ketika kamu sedang dilanda masalah, langkah pertama yang dapat kamu lakukan adalah analisis dan menjabarkan permasalahan dengan benar dan tepat. </p>



<p>Setelah itu, kamu bisa tetapkan kriteria solusi penyelesaian terhadap masalah tersebut.</p>



<p>Proses analisis dan penjabaran masalah bisa kamu lakukan dengan membagi masalah yang kompleks menjadi masalah yang lebih kecil agar mudah dikelola dan dianalisis. </p>



<p>Setelah itu, silahkan buat beberapa hipotesis mengenai penjabaran kemungkinan solusi.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2.
Menentukan algoritma yang sistematis</strong></h4>



<p>Langkah berpikir komputasional selanjutnya adalah dengan menentukan atau mencari algoritma yang tepat. </p>



<p>Dalam hal ini, algoritma diartikan sebagai langkah-langkah untuk memecahkan masalah berdasarkan data atau informasi yang didapat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3.
Implementasi, solusi, dan evaluasi</strong></h4>



<p>Langkah selanjutnya dalam berpikir komputasional adalah membuat solusi yang aktual, melakukan evaluasi sistematis dan menguji kebenaran hipotesis. </p>



<p>Setelah itu, kamu bisa melakukan evaluasi kembali dan memodifikasi terhadap hipotesis hingga benar. </p>



<p>Pada tahap ini, seseorang bisa melihat apakah solusi yang dibuatnya bisa digeneralisasikan dengan proses otomatisasi.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-logika-induktif-dan-deduktif-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-logika-induktif-dan-deduktif-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/10/5-Contoh-Logika-Induktif-dan-Deduktif-Dilengkapi-Pengertian-dan-Perbedaan-500x334.jpg" alt="5 Contoh Logika Induktif dan Deduktif Dilengkapi Pengertian dan Perbedaan" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">5 Contoh Logika Induktif dan Deduktif Dilengkapi Pengertian dan Perbedaan</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Contoh
Berpikir Komputasional dalam Kehidupan Sehari-hari</strong></h2>



<p>Di bawah ini ada beberapa contoh berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh 1: Memasak Bubur Ayam</strong></h3>



<p>Dekomposisi:
pada tahap awal bubur ayam, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk
memecahkan masalah dengan menyiapkan ½ kg beras, air, kaldu ayam secukupnya,
dan ¼ daging ayam tempat nasi hingga pemasak nasi atau rice cooker.</p>



<p>Pengenalan
pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses memasak bubur ayam dari
memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin pemasak nasi tersebut.</p>



<p>Abstraksi:
sebuah pandangan berapa banyak beras yang dibutuhkan dalam memasak bubur ayam,
masukan beras di rice cooker beserta airnya dan nyalakan.</p>



<p>Algoritma:
sudah memahami polanya dari di atas, masukan beras secukupnya, air secukupnya,
kaldu ayam dan potongan ayam hingga nyalakan mesin pemasak nasi.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh 2: Mencuci Pakaian Putih</strong></h3>



<p>Dekomposisi:
pada tahap awal kumpulkan pakaian putih yang akan di cuci, menyiapkan alat cuci,
ember dan memahami proses pencucian.</p>



<p>Pengenalan
pola: mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih
dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan
dibutuhkan untuk mencuci pakaian.</p>



<p>Abstraksi:
setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan
dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam
ember hingga mencucinya dan menjemurnya.</p>



<p>Algoritma: setelah mengetahui langkah di atas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan deterjen, alat mencuci, mencuci hingga menjemur.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-kritis-dalam-pekerjaan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-kritis-dalam-pekerjaan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/06/Contoh-Berpikir-Kritis-Dalam-Pekerjaan-500x334.jpg" alt="Contoh Berpikir Kritis dalam Pekerjaan dan Seberapa Penting? [Critical Thinking]" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Berpikir Kritis dalam Pekerjaan dan Seberapa Penting? [Critical Thinking]</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh 3: Membuat Nasi Uduk</strong></h3>



<p>Dekomposisi:
pada tahap awal membuat nasi uduk, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk
memecahkan masalah dengan menyiapkan 3 cup beras, 5 cup air santan, 2 serai
yang sudah dipotong, 4 daun pandan, 4 daun salam, 1sdt jinten bubuk, garam secukupnya,
dan tempat nasi hingga pemasak nasi atau rice cooker.</p>



<p>Pengenalan
pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat nasi uduk dari
memasak air dulu, memasak beras dan mencampurkan bahan menjadi satu di dalam
tempat nasi hingga menyalakan mesin pemasak nasi tersebut.</p>



<p>Abstraksi:
sebuah pandangan berapa banyak beras yang dibutuhkan dalam membuat nasi uduk,
masukan beras di rice cooker beserta airnya dan nyalakan.</p>



<p>Algoritma:
sudah memahami polanya dari di atas, masukan 3 cup beras, 5 cup air santan, 2
serai yang sudah dipotong, 4 daun pandan, 4 daun salam, 1sdt jinten bubuk,
garam secukupnya, hingga nyalakan mesin pemasak nasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Contoh 4: Membuat Jus Apel</strong></h3>



<p>Dekomposisi:
pada tahap awal membuat jus apel, mari kita menyiapkan langkah-langkah untuk
memecahkan masalah dengan menyiapkan air, es batu, apel hingga blender atau
juicer.</p>



<p>Pengenalan
pola: pengenalan pola dengan memahami dalam proses membuat jus apel dari memasukan
air dulu, memotong-motong buah apel, memasukkan bahan menjadi satu di dalam
blender/juicer hingga menyalakan blender/juicer tersebut.</p>



<p>Abstraksi:
sebuah pandangan beberapa apel yang dibutuhkan dalam membuat jus apel, masukan apel
di blender/juicer beserta air secukupnya dan nyalakan.</p>



<p>Algoritma: sudah memahami polanya dari di atas, masukan apel secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan blender/juicer.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 5: Menata Meja Belajar</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Langkah awalnya adalah memecah kegiatan menata meja belajar menjadi beberapa bagian: mengelompokkan buku, alat tulis, dan barang-barang pribadi, lalu menentukan posisi terbaik untuk tiap benda.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali adalah setiap kali meja berantakan, penyebab utamanya karena tidak adanya tempat khusus untuk setiap barang. Dengan mengenali pola tersebut, kita tahu pentingnya organisasi ruang.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa inti dari kegiatan ini adalah menjaga keteraturan agar meja selalu rapi dan memudahkan kegiatan belajar.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Kumpulkan semua barang di atas meja.</li>



<li>Pisahkan berdasarkan kategori (buku, alat tulis, dekorasi).</li>



<li>Tentukan posisi penyimpanan setiap kelompok.</li>



<li>Letakkan barang sesuai kategori.</li>



<li>Bersihkan meja dan pastikan tidak ada barang yang tidak perlu.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 6: Menyusun Jadwal Harian</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan kegiatan harian menjadi kelompok: sekolah, pekerjaan rumah, waktu istirahat, dan aktivitas pribadi.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali adalah jam produktif biasanya terjadi di pagi hari, sementara sore cocok untuk kegiatan santai.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan fokus pada tujuan utama: mengatur waktu agar semua kegiatan terlaksana dengan efisien.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Catat semua aktivitas penting dalam sehari.</li>



<li>Urutkan berdasarkan prioritas dan waktu.</li>



<li>Tentukan durasi setiap kegiatan.</li>



<li>Buat jadwal di kertas atau aplikasi kalender.</li>



<li>Jalankan jadwal dan evaluasi setiap malam.<br></li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 7: Menyapu dan Mengepel Lantai</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan kegiatan menjadi beberapa tahap: menyapu debu, membuang kotoran, mencampur cairan pembersih, lalu mengepel.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: debu cenderung menumpuk di sudut ruangan dan di bawah perabot.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan menekankan tujuan akhir, yaitu menciptakan ruangan bersih tanpa sisa debu.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Angkat barang dari lantai.</li>



<li>Sapu lantai mulai dari ujung ruangan ke arah pintu.</li>



<li>Campurkan cairan pembersih dengan air.</li>



<li>Pel lantai secara menyeluruh.</li>



<li>Biarkan kering dan tata kembali barang.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 8: Membuat Telur Dadar</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan tahapannya: menyiapkan bahan (telur, garam, minyak), mengocok telur, dan menggoreng.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali adalah semakin rata kocokan telur dan campurannya, semakin lembut hasil akhirnya.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa inti kegiatan ini adalah mencampur bahan dengan proporsi dan teknik yang tepat.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Pecahkan telur ke dalam mangkuk.</li>



<li>Tambahkan bumbu seperti garam dan lada.</li>



<li>Kocok hingga rata.</li>



<li>Panaskan minyak di wajan.</li>



<li>Tuang telur, goreng hingga matang merata.<br></li>
</ol>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 9: Mengirim Email Resmi</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan langkah-langkahnya: menulis subjek, menyusun isi pesan, memeriksa tata bahasa, dan mengirim.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali adalah email resmi selalu memiliki struktur pembuka, isi, dan penutup yang sopan.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan menekankan pentingnya kejelasan dan kesopanan komunikasi profesional.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Buka aplikasi email.</li>



<li>Ketik alamat penerima.</li>



<li>Tuliskan subjek email.</li>



<li>Susun isi pesan dengan kalimat formal.</li>



<li>Periksa ulang dan tekan “Kirim”.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 10: Menanam Bunga di Pot</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Tahapan dibagi menjadi: memilih pot, menyiapkan tanah, menanam bibit, dan menyiram.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: tanaman tumbuh lebih baik jika disiram secara teratur dan mendapat cukup cahaya matahari.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa pertumbuhan tanaman bergantung pada keseimbangan air, cahaya, dan nutrisi tanah.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Pilih pot dan tanah yang sesuai.</li>



<li>Masukkan tanah ke pot.</li>



<li>Tanam bibit bunga di tengah pot.</li>



<li>Siram secara rutin.</li>



<li>Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 11: Menyiapkan Bekal Sekolah</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Langkah awal: menentukan menu, menyiapkan bahan, memasak, dan mengemas.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: makanan bergizi biasanya terdiri dari karbohidrat, protein, dan sayur.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan menekankan keseimbangan gizi dan kemudahan makan di luar rumah.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Tentukan menu harian.</li>



<li>Siapkan bahan dan alat masak.</li>



<li>Masak sesuai urutan.</li>



<li>Dinginkan sebentar.</li>



<li>Masukkan ke kotak bekal dan tutup rapat.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 12: Mengatur Keuangan Bulanan</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan pengeluaran menjadi beberapa kategori: kebutuhan pokok, transportasi, hiburan, dan tabungan.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali adalah pengeluaran cenderung meningkat di awal bulan dan menurun di akhir bulan.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa inti kegiatan ini adalah menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Catat semua pemasukan.</li>



<li>Bagi ke dalam kategori pengeluaran.</li>



<li>Tetapkan batas untuk tiap kategori.</li>



<li>Catat setiap transaksi harian.</li>



<li>Evaluasi di akhir bulan.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 13: Mengatur Playlist Musik</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Langkah awal adalah mengumpulkan lagu, menyortir berdasarkan genre, lalu membuat daftar putar sesuai suasana.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: lagu-lagu dengan tempo cepat cocok untuk aktivitas, sedangkan yang lambat cocok untuk relaksasi.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami bahwa musik bisa disusun berdasarkan mood atau kegiatan.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Kumpulkan semua lagu.</li>



<li>Kelompokkan berdasarkan genre atau tempo.</li>



<li>Buat beberapa playlist (belajar, olahraga, santai).</li>



<li>Tambahkan lagu sesuai suasana hati.</li>



<li>Dengarkan dan sesuaikan urutannya.<br></li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 14: Memasak Mie Instan</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan kegiatan menjadi menyiapkan air, merebus mie, menambahkan bumbu, dan menyajikan.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: mie matang sempurna jika direbus 3–4 menit dalam air mendidih.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan fokus pada langkah efisien agar mie tidak terlalu lembek atau keras.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Didihkan air di panci.</li>



<li>Masukkan mie dan rebus hingga matang.</li>



<li>Tiriskan air jika perlu.</li>



<li>Tambahkan bumbu ke dalam mangkuk.</li>



<li>Aduk rata dan sajikan.</li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 15: Merapikan File di Laptop</h3>



<p>Dekomposisi:<br>Pisahkan kegiatan menjadi mencari file acak, membuat folder, dan mengelompokkan file sesuai jenisnya.</p>



<p>Pengenalan pola:<br>Pola yang dikenali: file yang tidak dikategorikan menyebabkan pencarian menjadi lama.</p>



<p>Abstraksi:<br>Abstraksi dilakukan dengan memahami pentingnya sistem penyimpanan teratur untuk efisiensi kerja.</p>



<p>Algoritma:</p>



<ol>
<li>Buka direktori file.</li>



<li>Buat folder sesuai kategori (dokumen, foto, video).</li>



<li>Pindahkan file ke folder masing-masing.</li>



<li>Hapus file duplikat.</li>



<li>Lakukan pengecekan rutin setiap minggu.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nah, itulah informasi yang bisa Mamikos share kepada kalian terkait contoh berpikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari. </p>



<p>Diketahui, berpikir komputasional atau <a href="https://mamikos.com/info/ringkasan-materi-berpikir-komputasional-sma-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">computational thinking</a> (CT) adalah sebuah metode pendekatan dalam proses pembelajaran. </p>



<p>Jika kamu membutuhkan informasi edukatif dan menarik lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan cari informasi yang kamu butuhkan di sana. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-pljr/">15 Contoh Berpikir Komputasional Kehidupan Sehari-hari Lengkap</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari.jpg" length="212409" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Berpikir-Komputasional-Kehidupan-Sehari-hari-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya</title>
            <category>Informatika</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-pljr/</link>
            <pubDate>Mon, 28 Nov 2022 02:30:58 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Uyo Yahya</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Untuk kemajuan lebih cepat generasi bangsa, kini berpikir komputasional sudah diajarkan di sekolah. </p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-pljr/">Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya &#8211; <a rel="noreferrer noopener" aria-label="Komputer (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/contoh-teknologi-komputer-pljr/" target="_blank">Komputer</a> sudah menjadi kebutuhan bagi dunia modern sekarang ini. </p>



<p>Cara berpikir komputasional pun ternyata bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Apa saja contoh berpikir komputasional berbagai bidang? Baca artikel ini untuk mendapatkan jawabannya!<br></p>



<h2 class="wp-block-heading">Ini Contoh Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang.jpg" alt="Contoh berpikir komputasional berbagai bidang" class="wp-image-136754" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>https://pexels.com/@StartupStockPhotos</figcaption></figure></div>



<p>Berpikir komputasional atau <em>Computational thinking</em> merupakan sebuah kerangka atau proses berpikir penting yang membantu individu untuk memahami satu masalah dengan cara memformulasikannya guna mencari solusi serta langkah eksekusinya. </p>



<p>Berpikir komputasional bisa membantu setiap orang untuk memecahkan masalah hingga pada detail kecil.</p>



<p>Dalam kurikulum Merdeka, berpikir komputasional hadir dan terintegrasi dalam beberapa mata pelajaran. </p>



<p>Hal ini dimaksudkan agar sejak dini, semua individu penerus bangsa bisa dengan mudah memahami masalah, mencari solusi, dan mengeksekusi solusi yang telah ditemukan.</p>



<p>Dengan menguasai cara berpikir komputasional, masalah tidak hanya dipikirkan namun juga diselesaikan. </p>



<p><em>Computational thinking</em> akan membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah atau problem solving individu maupun kelompok.</p>



<p>Lalu, apa tujuan dan manfaat dari berpikir komputasional? Baca di bagian selanjutnya, ya!<br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/susunan-upacara-bendera-hari-senin-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/susunan-upacara-bendera-hari-senin-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/susunan-Upacara-Bendera-Hari-Senin-di-Sekolah-500x375.jpg" alt="20 Susunan Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah SD, SMP, SMA / SMK" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">20 Susunan Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah SD, SMP, SMA / SMK</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Tujuan dan Manfaat Berpikir Komputasional</h2>



<p>Satu penemuan diciptakan tentunya karena memiliki tujuan yang ingin dicapai dan juga karena ada manfaatnya. Berikut beberapa hal yang menjadi tujuan dan manfaat dari berpikir komputasional:&nbsp;</p>



<ol><li><em>Computational thinking</em> bisa meringankan individu untuk menyelesaikan sebuah masalah yang sulit sekalipun melalui cara yang efektif dan efisien.</li><li>Berpikir komputasional juga mempermudah manusia dalam hal melakukan pengamatan masalah dan dalam penemuan solusi dari masalah tersebut.</li><li><em>Computational thinking</em> bisa juga dipakai sebagai media untuk melatih otak dalam hal pengaksesan berbagai informasi secara logis, terstruktur, terpola, matematis, dan tentunya secara kreatif.</li><li>Dengan berpikir komputasional, pembelajaran tidak lagi membosankan karena akan membuat kegiatan di kelas menarik karena jadi lebih kreatif sehingga lebih bermakna bagi semua siswa.</li><li><em>Computational thinking</em> mampu meningkatkan keahlian problem solving berbagai masalah yang ditemui di kehidupan sehari-hari maupun masalah yang lebih kompleks.</li><li>Dengan belajar keahlian berpikir komputasional, diharapkan murid bisa terdorong dalam meningkatkan prestasi akademik karena memang <em>computational thinking</em> diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran.</li><li><em>Computational thinking</em> menjadi alat agar siswa mampu berpikir secara terstruktur, logis, sistematis, dan logis dalam menganalisa masalah dan menemukan solusinya.</li></ol>



<!--nextpage-->



<p>Demikianlah beberapa tujuan dan manfaat yang ingin dicapai dengan adanya berpikir komputasional pada kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Mendikbud. </p>



<p>Intinya, memang <em>computational thinking</em> akan bermanfaat bagi siswa dalam menjalankan kewajibannya belajar dan juga untuk di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4 Pondasi Berpikir Komputasional</h2>



<p>Sebelum melihat apa saja contoh berpikir komputasional berbagai bidang, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu 4 pondasi <em>computational thinking</em>. </p>



<p>Berikut ini penjelasan dari masing-masing tahapan berpikir komputasional:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Dekomposisi</h3>



<p>Langkah pertama pondasi berpikir komputasional adalah dekomposisi. Dalam dekomposisi, satu masalah diperinci menjadi bagian-bagian kecil sehingga nantinya akan lebih mudah diatur.</p>



<p>Langkah pembagian masalah ke dalam unit-unit kecil spesifik ini akan mampu membuat pengelolaan selanjutnya lebih mudah. </p>



<p>Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengamati, lalu mengidentifikasi masalah, memisahkan unsur pembentuknya, membuat rencana eksekusi, dan mengeksekusi masing-masing unit kecil dengan solusi yang sudah ada.</p>



<p>Contoh dari dekomposisi misalnya adalah sebuah perusahaan kesusahan dalam melakukan penggajian secara adil. Ada yang sering telat tapi mendapat upah tinggi dan ada yang rajin namun upah rendah. </p>



<p>Maka dari itu, masalah akan diperinci dari mulai apa jabatannya, berapa menit telatnya, hari apa saja telatnya, penghambat telat, kondisi keluarga, dan masih banyak lagi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Pengenalan Pola</h3>



<p>Tahap kedua dari berpikir komputasional adalah pengenalan pola. Pada tahapan ini individu mencari apa persamaan dan perbedaan dari berbagai pola. Dua hal ini bisa diaplikasikan pada data dan dilihat efeknya.</p>



<p>Efek dari pengaplikasian pola pada data bisa berupa sebuah prediksi, regulasi, dan memungkinkan untuk menjadi solusi bagi masalah serupa. </p>



<p>Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara observasi, melihat kecocokan situasi dengan pola dan data yang ada. Bila satu pola cocok dengan satu kondisi, maka selanjutnya bisa dilakukan pengaplikasian.</p>



<p>Contoh dari tahapan pengenalan pola misalnya adalah waktu pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir. Perlu diketahui bahwa susu formula hanya bisa bertahan selama 3 jam dari penyeduhannya.&nbsp;</p>



<p>Maka dari itu perlu dilihat terlebih dulu bagaimana pola tidur si bayi. Dengan demikian Ibu bisa menyiapkan beberapa botol yang disesuaikan dengan jadwal tidur sang bayi.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">3. Abstraksi</h3>



<p>Tahapan ketiga dari berpikir komputasional adalah abstraksi. Tahapan ini pada dasarnya adalah mempertahankan berbagai komponen yang berkaitan erat dengan masalah dan menghilangkan yang tidak penting.</p>



<p>Dengan demikian, individu bisa fokus hanya pada komponen penting yang akan membuat penyelesaian masalah lebih efektif. Komponen yang dipilih adalah yang benar-benar dibutuhkan atau solusi yang paling tepat.</p>



<p>Misal, sebuah perusahaan penjualan tiket pesawat ingin mulai masuk ke dunia digital marketing. </p>



<p>Dengan luasnya dunia digital marketing, maka fokusnya bisa dipersempit disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan dana yang tersedia, ketersediaan staff, dan juga infrastruktur yang mendukung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Algoritma</h3>



<p>Langkah terakhir dalam <em>computational thinking</em> adalah algoritma. Pada tahapan ini individu menuliskan solusi langkah demi langkah dalam menyelesaikan masalah.</p>



<p>Dalam praktiknya, algoritma dimulai dari menemukan definisi masalah, mengembangkan model masalah, menuliskan spesifikasi detail, menyusun algoritma, melakukan pengujian, dan terakhir analisis.</p>



<p>Contoh sederhana langkah algoritma adalah pembuatan program monitoring lahan parkir. </p>



<p>Programnya bisa dimulai dari kendaraan masuk pintu lahan parkir, mendapatkan tiket, masuk dan parkir, kendaraan keluar lahan parkir, dan terakhir membayar tiket.</p>



<p>Itulah empat pondasi langkah berpikir komputasional berikut contohnya di berbagai bidang yang sederhana. </p>



<p>Bila belum puas dengan contoh berpikir komputasional berbagai bidang tersebut, kamu bisa lanjut baca ke bagian berikutnya, ya!<br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-program-kegiatan-literasi-sekolah-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-program-kegiatan-literasi-sekolah-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-Program-Kegiatan-Literasi-Sekolah-SD-SMP-SMA-Lengkap-500x333.jpg" alt="6 Contoh Program Kegiatan Literasi Sekolah SD SMP SMA Lengkap" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">6 Contoh Program Kegiatan Literasi Sekolah SD SMP SMA Lengkap</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang</h2>



<p>Untuk lebih bisa memahami satu hal, maka contoh selalu bisa membantu. Berikut ini beberapa contoh berpikir komputasional berbagai bidang:</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Bidang Ekonomi</h2>



<p>Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang pertama adalah pada ranah ekonomi. </p>



<p>Misal, sebuah perusahaan telah berkembang sehingga memiliki karyawan yang banyak namun kapasitas gedung sudah terlalu pas.</p>



<p>Dekomposisi: Dilakukan pencarian jumlah semua karyawan, prediksi penambahan karyawan dalam beberapa bulan ke depan, divisi apa yang bisa dilakukan perampingan, cari data divisi yang sering pergantian staf, dll.</p>



<p>Pengenalan pola: Melihat berbagai solusi dari kasus nyata perusahaan yang berkembang, melihat apakah pindah ke kantor lebih besar adalah solusi, melihat apakah pengadaan shift bisa jadi solusi, dll.</p>



<!--nextpage-->



<p>Abstraksi: Memilih solusi paling tepat yang bisa menjawab kebutuhan dari masalah yaitu pindah ke gedung kantor yang baru.</p>



<p>Algoritma: perusahaan mencari gedung kantor baru, melakukan survey, mengecek berbagai fasilitasnya, melihat kecocokan kantor dengan kebutuhan, perusahaan membuat jadwal pindahan bagi karyawan, karyawan melakukan packing, pindahan dilakukan, setting ulang ruangan di kantor baru, selesai.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Bidang Teknologi</h2>



<p>Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang pertama adalah bidang teknologi. Misal, sebuah perusahaan mengalami serangan virus pada komputer para stafnya.</p>



<p>Dekomposisi: File disembunyikan, kapasitas harddisk tiba-tiba penuh, karyawan tidak bisa login ke komputer, ada penggandaan file, dll.</p>



<p>Pengenalan pola: komputer yang tersambung dengan internet secara langsung terkena oleh serangan virus.</p>



<p>Abstraksi: mengisolasi komputer yang terkena virus, melakukan pemindaian virus, update anti virus.</p>



<p>Algoritma: Komputer yang terkena diisolasi, memutuskan koneksi internet dari komputer tersebut, diinstall antivirus terbaru, diupdate antivirusnya, dilakukan pemindaian, pemindaian selesai, dan komputer bisa bergabung ke jaringan lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Bidang Kreatif</h2>



<p>Contoh <em>computational thinking</em> dalam bidang kreatif, misalnya seorang pencipta lagu tidak bisa bermain alat musik.</p>



<p>Dekomposisi: pencipta lagu tak pandai alat musik, pencipta lagu tak tahu nada, pencipta lagu perlu bantuan produser, pencipta lagu tak bisa bernyanyi dengan baik, pencipta lagu menulis dari lirik, pencipta lagu sulit mengerti tempo.</p>



<p>Pengenalan pola: penulis lagu akan lebih mudah menciptakan lagu bila bisa bermain minimal satu alat musik, pencipta lagu bisa menciptakan melodi dari imajinasinya, pencipta lagu bisa mengawali penciptaan dari lirik lalu ke melodi.</p>



<p>Abstraksi: pencipta lagu belajar satu alat musik populer, pencipta lagu bekerja dengan produser</p>



<p>Algoritma: pencipta lagu memilih satu alat musik, pencipta lagu belajar memainkan alat musik, pencipta lagu mengenal kunci-kunci dan nada, pencipta lagu mulai mengenal nada, pencipta lagu mulai menulis lagu dari nada terlebih dahulu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Bidang Pendidikan</h2>



<p>Contoh berpikir komputasional berbagai bidang yang keempat adalah bidang pendidikan. Misalnya, perpustakaan di satu sekolah grafik pengunjungnya tidak stabil.</p>



<p>Dekomposisi: koleksi buku sedikit, koleksi buku kurang update, petugas perpustakaan kurang ramah, pengkategorian buku tidak rapih, banyak buku yang hilang, tidak ada denda untuk kehilangan buku, peminjaman tanpa aturan batas waktu.</p>



<!--nextpage-->



<p>Pengenalan pola: pengunjung sebuah perpustakaan bertambah dengan koleksi buku baru, pengunjung sebuah perpustakaan bertambah dengan kegiatan menarik terjadwal di perpustakaan, pengunjung perpustakaan bertambah dengan desain yang estetik.</p>



<p>Abstraksi: grafik pengunjung stabil dengan diadakannya kegiatan menarik terjadwal di perpustakaan.</p>



<p>Algoritma: petugas membuat daftar kegiatan di perpustakaan, petugas membuat jadwalnya, petugas menempel jadwal kegiatan di depan perpustakaan, petugas menyiapkan kegiatan pertama, kegiatan pertama berlangsung, petugas melakukan evaluasi dari kegiatan pertama, petugas bersiap untuk kegiatan selanjutnya.</p>



<p>Itulah berbagai contoh dari pengimplementasian berpikir komputasional di berbagai bidang.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/manfaat-kewirausahaan-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/manfaat-kewirausahaan-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Manfaat-Kewirausahaan-Untuk-Diri-Sendiri-500x333.jpg" alt="5 Manfaat Kewirausahaan Untuk Diri Sendiri yang Wajib Kamu Tahu" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">5 Manfaat Kewirausahaan Untuk Diri Sendiri yang Wajib Kamu Tahu</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri dan Karakteristik Berpikir Komputasional</h2>



<p><em>Computational thinking</em> merupakan sebuah keahlian. Orang yang memiliki atau sudah mampu berpikir dengan proses komputasional akan memiliki ciri-ciri dan karakteristik seperti di bawah ini:</p>



<ol><li>Tidak hanya mampu mendapatkan informasi, namun juga mahir mengelompokkan informasi. Selain itu juga ahli melakukan analisa data yang telah didapat dengan tepat.</li><li>Memiliki kemampuan dalam melakukan presentasi data dengan metode abstrak, memberikan model, demo atau simulasi.</li><li>Mampu memformulasikan atau merumuskan masalah dan menyelesaikannya dengan bantuan berbagai perangkat digital seperti komputer, gadget, maupun telepon genggam.</li><li>Individu dengan keahlian berpikir komputasional akan mampu melakukan generalisasi solusi masalah untuk berbagai masalah lain yang berbeda.</li><li>Mampu melakukan penyusunan dan analisa dari solusi untuk suatu masalah mendetail hingga ke langkah atau prosedur yang tepat, efisien, dan efektif.</li></ol>



<p>Demikianlah beberapa ciri-ciri dan karakteristik dari individu yang telah mampu menerapkan keahlian berpikir komputasional. </p>



<p>Bagi mereka satu masalah selalu bisa diselesaikan dengan berbagai metode, langkah terstruktur, dan solusi yang tepat.<br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/memahami-sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia-kelas-11-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/memahami-sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia-kelas-11-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Memahami-Sistem-Pencernaan-Makanan-pada-Manusia-Kelas-11-beserta-Penjelasan-Fungsinya-500x333.jpg" alt="Memahami Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia Kelas 11 beserta Penjelasan Fungsinya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Memahami Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia Kelas 11 beserta Penjelasan Fungsinya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Itulah beberapa contoh berpikir komputasional berbagai bidang. Ternyata memang benar adanya bahwa ilmu berpikir dari bidang <a href="https://mamikos.com/info/jurusan-kuliah-komputer-dan-prospek-kerjanya-mhs/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="komputerisasi (opens in a new tab)">komputerisasi</a> bisa diimplementasikan dalam berbagai bidang.&nbsp;</p>



<p>Penerapan berpikir komputasional sungguh bisa merubah mental para pelajar dalam menghadapi berbagai masalah baik dalam pelajaran di kelas maupun nanti di masa depan. </p>



<p>Semoga ulasan contoh berpikir komputasional berbagai bidang ini memberikanmu ilmu baru, ya!</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-pljr/">Contoh-Contoh Berpikir Komputasional Berbagai Bidang beserta Tujuan dan Manfaatnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang.jpg" length="99775" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/11/Contoh-berpikir-komputasional-berbagai-bidang-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>