<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/sitasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/sitasi/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 09:49:32 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/sitasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>﻿Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote</title>
            <category>Karya Ilmiah</category>
            <link>https://mamikos.com/info/perbedaan-sitasi-daftar-pustaka-kutipan-footnote-mhs/</link>
            <pubDate>Sun, 31 Mar 2024 09:03:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Mamikos</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/perbedaan-sitasi-daftar-pustaka-kutipan-footnote-mhs/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Baik sitasi, daftar pustaka, kutipan, maupun footnote, semuanya berisi sebuah ungkapan dari sumber referensi lain. Tujuannya untuk memberikan keabsahan karya tulis ilmiah yang bersumber kuat. </p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/perbedaan-sitasi-daftar-pustaka-kutipan-footnote-mhs/">﻿Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote &#8211; Dalam dunia literasi atau kepenulisan, Anda pasti sudah mengenal dengan istilah seperti sitasi, <a rel="noreferrer noopener" aria-label="daftar pustaka (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/cara-penulisan-daftar-pustaka/" target="_blank">daftar pustaka</a> dan lain-lain yang berkaitan dengan pengutipan. </p>



<p>Lantas, tahukah Anda apa perbedaan Sitasi, daftar pustaka, kutipan, dan footnote? Istilah-istilah tersebut ternyata berbeda, meski terlihat sama.&nbsp;</p>



<p>Baik sitasi, daftar pustaka, kutipan, maupun footnote, semuanya berisi sebuah ungkapan dari sumber referensi lain. Tujuannya untuk memberikan keabsahan karya tulis ilmiah yang bersumber kuat. Berbagai pengutipan tersebut juga sama-sama dicantumkan pada bagian karya tulis.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Komponen Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote.jpg" alt="Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote" class="wp-image-231467" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Canva/@africa-images</figcaption></figure></div>


<p>Seperti dikatakan sekilas di atas, antara sitasi, daftar pustaka, kutipan, dan footnote sebenarnya punya makna dasar yang sama. Namun, keempatnya punya banyak perbedaan saat ditelisik satu persatu.&nbsp;</p>



<p>Ada beberapa komponen perbedaan di antara istilah-istilah tersebut. Berikut ini perbedaan Sitasi, daftar pustaka, kutipan, dan footnote, beserta penjelasannya:&nbsp;</p>






<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Pengertian</strong></h2>



<p>Dilihat dari pengertiannya, mari kita pelajari apa perbedaan istilah-istilah penulisan sumber referensi tersebut:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Daftar Pustaka</strong></h4>



<p><a href="https://mamikos.com/info/contoh-cara-menulis-daftar-pustaka/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Daftar pustaka</a> punya istilah atau nama lain yang biasa disebut bibliografi. Arti daftar pustaka adalah pencantuman beberapa daftar sumber referensi yang terikat erat dengan sebuah karya tulis yang mencantumkan referensi tersebut.&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Footnote</strong></h4>



<p><a href="https://mamikos.com/info/contoh-cara-membuat-catatan-kaki-footnote-yang-benar/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Footnote</a> atau catatan kaki merupakan sebuah catatan penjelasan terkait sumber referensi, yang ada di badan paragraf pada halaman tersebut. Sesuai namanya, catatan kaki ini diletakkan di baris paling bawah dalam halaman tertentu.&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kutipan</strong></h4>



<p><a href="https://mamikos.com/info/cara-menulis-kutipan-dan-jenisnya-mhs/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kutipan</a> atau yang biasa disebut dengan quote, merupakan sebuah ungkapan dari sumber tertentu. Biasanya kutipan ini ditulis secara langsung, penulisan kalimatnya juga sama persis dengan ungkapan sumber.&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Sitasi</strong></h4>



<p><a href="https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sitasi</a> mungkin juga dikenal sebagai kutipan. Namun, sitasi biasanya ditulis dengan kalimat sendiri dan ide utamanya dari sumber referensi orang lain. Dengan kata lain, pengutipan tidak menggunakan ungkapan langsung si sumber referensi.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-penulisan-daftar-pustaka/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-penulisan-daftar-pustaka/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/02/Cara-Penulisan-Daftar-Pustaka-yang-Baik-dan-Benar-Sesuai-EYD-500x333.png" alt="Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar Sesuai EYD" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar Sesuai EYD</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Letak Penulisan</strong></h2>



<p>Selain pengertian, letak penulisan empat hal tersebut juga berbeda. Daftar pustaka diletakkan di halaman terakhir karya tulis yang sedang digarap.&nbsp;</p>



<p>Kutipan dan sitasi peletakannya berada di badan buku, atau ada dalam paragraf halaman tertentu. Keterangan sumber pada sitasi juga bisa di awal kalimat atau diakhir kalimat. </p>



<p>Sedangkan, footnote letaknya ada di baris paling bawah suatu halaman buku karya tulis. Biasanya ditandai dengan nomor atau kode yang sesuai dengan kode pada badan paragraf.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, footnote juga bisa secara langsung ditulis di bawah paragraf yang terdapat kode footnotenya.&nbsp;</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Aturan Penulisan</strong></h2>



<p>Hal paling utama yang menjadi perbedaan sitasi, daftar pustaka, kutipan, dan footnote adalah pada bagian aturan penulisan. Berikut ini penjelasan perbedaannya beserta contohnya:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Daftar Pustaka</strong></h3>



<p>Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan NATAJUKOPEN (Nama, Tahun, Judul, Kota, Penerbit) yang merupakan urutan penulisan. Formatnya nama penulis harus dibalik, nama belakang ada di depan diikuti tanda koma.&nbsp;</p>



<p>Kemudian baru ditulis kata nama belakang dan diakhiri dengan tanda titik. Setelah tanda titik yang mengakhiri nama penulis, selanjutnya adalah tahun terbit buku. Tahun ditulis biasa dan diakhiri tanda baca titik.</p>



<p>Setelah tahun, judul ditulis dengan cetak miring dan diakhiri juga dengan tanda baca titik. Baru kemudian kota terbitnya buku yang ditulis biasa namun diakhiri tanda baca titik dua. Terakhir harus ditulis penerbit dan diakhiri tanda titik.&nbsp;</p>



<p>Agar lebih paham, contoh penulisan daftar pustaka adalah:</p>



<p class="has-very-light-gray-background-color has-background">Rahayu, Putri. 2004. <em>Indahnya Surga. </em>Jakarta: Media Kita.&nbsp;<br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-membuat-proposal-skripsi-mhs/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-membuat-proposal-skripsi-mhs/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/proposal-1-500x281.jpg" alt="Cara Membuat Proposal Skripsi yang Baik dan Benar Serta Tips Membuatnya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Membuat Proposal Skripsi yang Baik dan Benar Serta Tips Membuatnya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Footnote</strong></h3>



<p>Penulisan kode footnote menggunakan angka Arab (1,2,3, dan seterusnya). Kode ini diletakkan di akhir kalimat dengan posisi sedikit ke atas, seperti angka pangkat dalam matematika. Pastikan tidak ada tanda baca yang mengakhiri kode ini.&nbsp;</p>



<p>Kemudian keterangan kode footnote ditulis dengan format nama penulisnya terlebih dulu, lalu diikuti dengan tanda baca koma dan ditulis judul buku referensi. Setelah penyebutan judul, dilanjutkan dengan tanda baca kurung.</p>



<p>Dalam tanda baca kurung ada kota penerbit, diikuti tanda titik dua. Kemudian tulis penerbit buku referensi dan diakhiri tanda baca koma. Setelahnya ada tahun terbit dan ditutup dengan tanda kurung lagi.&nbsp;</p>



<p>Berikut di bawah ini contoh penggunaan footnote:</p>



<p class="has-very-light-gray-background-color has-background">Pidato punya tujuan menarik perhatian pendengar <sup>1</sup><br><br><sup>1 Purnomo, Berpidato Dengan Baik (Jakarta: Media Indo, 2007)</sup></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-cara-membuat-catatan-kaki-footnote-yang-benar/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-cara-membuat-catatan-kaki-footnote-yang-benar/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/06/9-Contoh-dan-Cara-Membuat-Catatan-Kaki-Footnote-Yang-Benar-1-500x333.jpg" alt="9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Sitasi</strong></h3>



<p>Aturan penulisan sitasi ini bergantung pada peletakannya. Jika peletakan di awal kalimat maka ditulis nama belakang diikuti nama depan, kemudian diikuti tanda baca kurung yang berisi tahun buku kutipan.&nbsp;</p>



<p>Sedangkan jika penulisan di akhir kalimat, maka nama dan tahun ditulis dalam satu tanda kurung setelah kutipan ide referensi. Nama dan tahun dipisahkan dengan tanda baca koma. Sebagai contohnya bisa Anda simak berikut ini:&nbsp;</p>



<p class="has-very-light-gray-background-color has-background">Amanda (2008) mengatakan bahwa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br><br>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (Herry, 2013)<br></p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kutipan</strong></h3>



<p>Sebenarnya kutipan ini aturan penulisannya tidak jauh berbeda dengan penulisan sitasi. Hanya saja, kutipan ditulis dengan bahasa yang sesuai atau sama persis dengan ungkapan sumber referensi.&nbsp;</p>



<p>Kutipan juga diletakkan dengan tanda baca petik dua. Sebagai contohnya adalah di bawah ini:</p>



<p class="has-very-light-gray-background-color has-background">“Kita semua &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.” (Amanda, 2007).&nbsp;<br></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>4. Fungsi Penulisan</strong></h2>



<p>Selain tiga aspek di atas, fungsi utama penulisan pada keempat hal tersebut juga punya perbedaan. Berikut di bawah ini perbedaan fungsinya:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Daftar Pustaka</strong></h3>



<p>Daftar pustaka punya fungsi untuk memberikan deskripsi umum secara keseluruhan pada sumber buku, majalah, atau sumber lain yang digunakan untuk penulisan.&nbsp;</p>



<p>Adanya daftar pustaka memungkinkan pembaca untuk mencari buku atau sumber serupa yang memiliki tema sama. Namun, tentu saja penulisan daftar pustaka ini tidak spesifik. Karenanya hanya memberikan informasi terkait sumber secara garis besar.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Footnote</strong></h3>



<p>Berbeda dengan daftar pustaka, footnote difungsikan untuk menunjukkan sumber ungkapan yang digunakan secara tepat. Pengaplikasiannya mencantumkan halaman dan deskripsi kutipan yang jelas.&nbsp;</p>



<p>Selain itu, deskripsi dari buku itu sendiri juga disebutkan secara rinci. Sehingga nantinya pembaca bisa mencari kutipan dalam buku sumber yang sudah ada pada footnote.</p>



<p>Dengan istilah lain, footnote ini juga berfungsi untuk menjabarkan penjelasan kutipan yang kurang relevan untuk diletakkan pada teks badan paragraf.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Kutipan</strong></h3>



<p>Seperti yang sudah Anda ketahui, kutipan merupakan ungkapan seseorang yang diambil alih, lantas dimasukkan dalam teks badan paragraf sebuah karya tulis. Kutipan ini punya fungsi untuk menguatkan sebuah argumen melalui ungkapan orang lain.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/aplikasi-mendeley-membuat-daftar-pustaka-kutipan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/aplikasi-mendeley-membuat-daftar-pustaka-kutipan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/07/Aplikasi-Mendeley-untuk-Membuat-Daftar-Pustaka-500x281.jpg" alt="Cara Menggunakan Mendeley untuk Membuat Daftar Pustaka atau Kutipan, Mudah dan Cepat" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Menggunakan Mendeley untuk Membuat Daftar Pustaka atau Kutipan, Mudah dan Cepat</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Fungsi Sitasi</strong></h3>



<p>Sebenarnya, sitasi ini hampir sama dengan kutipan. Hanya saja dalam sitasi disebutkan dengan jelas terkait sumber kutipan yang ada. Dalam sitasi juga kerap kali kutipan tidak ditulis dalam kalimat ungkapan langsung.&nbsp;</p>



<p>Sitasi punya fungsi yang juga hampir sama dengan kutipan, yakni memperkuat argumen dalam karya tulis. Selain itu, sitasi juga berfungsi menunjukkan informasi sumber ungkapan yang dipakai dalam buku tersebut.&nbsp;</p>



<p>Dengan begitu, pembaca jadi bisa membandingkan dan melihat secara langsung kutipan dalam buku sumber yang digunakan.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-karya-ilmiah/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-karya-ilmiah/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/04/Contoh-Karya-Ilmiah-Lengkap-Beserta-Jenisnya-500x334.jpg" alt="Kumpulan Contoh Karya Tulis Ilmiah (KTI) Lengkap dan Singkat Bahasa Indonesia" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Kumpulan Contoh Karya Tulis Ilmiah (KTI) Lengkap dan Singkat Bahasa Indonesia</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Berbagai penjelasan perbedaan sitasi, daftar pustaka, kutipan dan footnote di atas, maka dapat diketahui bahwa keempat hal tersebut punya aspek-aspek khusus yang membedakannya. Meskipun begitu, keempat hal tersebut sama-sama punya peran penting dalam menguatkan karya tulis.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">FAQ</h3>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1713771614819"><strong class="schema-faq-question">Apa beda sitasi dan footnote?</strong> <p class="schema-faq-answer">Sitasi adalah pengutipan yang tidak menggunakan ungkapan langsung si sumber referensi, sedangkan footnote adalah catatan penjelasan terkait sumber referensi, terletak di bagian bawah suatu halaman.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1713771687616"><strong class="schema-faq-question">Apa perbedaan kutipan catatan kaki dan daftar pustaka?</strong> <p class="schema-faq-answer">Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis dengan lengkap dan tidak mengalami perubahan, sedangkan nama pengarang dalam daftar pustaka harus disusun berdasarkan abjad huruf awal nama belakangnya. Selain itu, peletakannya juga berbeda. Catatan kaki terdapat di bagian bawah suatu halaman, sedangkan daftar pustaka memiliki halaman khusus sendiri setelah bagian penutup suatu karya ilmiah.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1713771769475"><strong class="schema-faq-question">Sitasi dan daftar pustaka apa bedanya?</strong> <p class="schema-faq-answer">Sitasi adalah pengutipan yang tidak menggunakan ungkapan langsung sumber referensi, sedangkan daftar pustaka adalah pencantuman beberapa daftar sumber referensi yang terikat erat dengan sebuah karya tulis yang mencantumkan referensi tersebut.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1713772017328"><strong class="schema-faq-question">Apa yang dimaksud dengan footnote?</strong> <p class="schema-faq-answer">Footnote atau catatan kaki adalah catatan untuk menuliskan sumber referensi suatu artikel yang terletak di bagian bawah halaman.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1713772114972"><strong class="schema-faq-question">Model sitasi apa saja?</strong> <p class="schema-faq-answer">Berikut ini beberapa model sitasi:<br/>1. APA Style (American Psychological Association.)<br/>2. MLA Style (Modern Language Association.)<br/>3. CHICAGO dan TURABIAN Style.<br/>4. AMA Style (American Medical Association.)<br/>5. IEEE Style (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Citation.</p> </div> </div>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-36485" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-370x68.png 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-760x140.png 760w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/perbedaan-sitasi-daftar-pustaka-kutipan-footnote-mhs/">﻿Perbedaan Sitasi, Daftar Pustaka, Kutipan, dan Footnote</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote.jpg" length="50745" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/Perbedaan-Sitasi-Daftar-Pustaka-Kutipan-dan-Footnote-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>Pengertian Sitasi beserta Cara Membuat, Aturan, dan Contohnya</title>
            <category>Mahasiswa</category>
            <link>https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/</link>
            <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 13:30:02 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Anang</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Mengenal apa itu sitasi, bagaimana cara membuat dan bagaimana tata cara penulisannya ? dapatkan penjelasannya dibawah ini....</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/">Pengertian Sitasi beserta Cara Membuat, Aturan, dan Contohnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Pengertian Sitasi &#8211; Pernahkah Anda mendengar istilah sitasi? Sebelum membahas <strong>pengertian sitasi</strong>, Anda pasti pernah menjumpai sebuah buku yang dalam paragrafnya terdapat kutipan. </p>



<p>Kutipan tersebut biasanya mencantumkan nama orang yang mengutip sekaligus ada tahunnya. </p>



<p>Istilah sitasi ini sangat erat kaitannya dengan penulisan <a rel="noreferrer noopener" aria-label="karya tulis ilmiah (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/karya-tulis-ilmiah-cara-penulisan-struktur-dan-metode-penelitian/" target="_blank">karya tulis ilmiah</a>. Pasalnya, saat tidak ada sitasi, maka sebuah karya bahkan bisa dikatakan plagiat. </p>



<p>Maka sitasi ini punya peran yang sangat penting bagi setiap penulis karya tulis ilmiah atau jurnal sejenis. </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian Sitasi Secara Umum</strong></h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="640" height="512" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/Pengertian-Sitasi-Cara-Membuat-dan-Contohnya.jpg" alt="Pengertian Sitasi Secara Umum" class="wp-image-82309" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/Pengertian-Sitasi-Cara-Membuat-dan-Contohnya.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/Pengertian-Sitasi-Cara-Membuat-dan-Contohnya-500x400.jpg 500w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>unsplash.com</figcaption></figure>



<p>Sebelumnya telah sekilas digambarkan tentang peran sitasi. Maka kali ini penting bagi Anda untuk tahu <strong>pengertian sitasi </strong>itu sendiri. </p>



<p>Sitasi merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah kutipan ucapan seseorang, baik itu kutipan yang sudah tercetak dalam buku maupun tidak tercetak. </p>



<p>Secara tidak langsung, adanya sitasi akan memberikan ruang bagi penulis untuk memberitahu pembaca bahwa tulisannya punya dasar. </p>



<p>Dasar yang dipakai juga bisa dicek dengan bukti sitasi yang tertulis di sana. Adapun sitasi ini tentu punya perbedaan dengan <a rel="noreferrer noopener" aria-label="daftar pustaka (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/cara-penulisan-daftar-pustaka/" target="_blank">daftar pustaka</a>. </p>



<p>Penulisan sitasi secara langsung diletakkan di halaman yang berisi pokok bahasan. Sedangkan daftar pustaka diletakkan di halaman terakhir sebuah buku. Cara penulisan sitasi juga berbeda dengan penulisan daftar pustaka.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-cara-membuat-catatan-kaki-footnote-yang-benar/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-cara-membuat-catatan-kaki-footnote-yang-benar/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/06/9-Contoh-dan-Cara-Membuat-Catatan-Kaki-Footnote-Yang-Benar-1-500x333.jpg" alt="9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">9 Contoh dan Cara Membuat Catatan Kaki (Footnote) yang Benar</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Penulisan sitasi pada karya tulis ilmiah ini bukan tanpa alasan. Ada tujuan-tujuan yang dimaksudkan dengan adanya sitasi ini. Apa saja tujuan tersebut? Berikut ini beberapa tujuan sitasi:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Membangun Kejujuran</strong></h4>



<p>Dengan adanya aturan penulisan sitasi dalam karya tulis ilmiah, maka hal tersebut akan membantu pembangunan mental kejujuran.&nbsp;<br></p>



<p>Penulis akan memberikan keterangan sejujur-jujurnya terkait kutipan yang dicantumkan dalam bukunya. Dengan begitu, karya tulis tersebut juga akan terhindar dari adanya penilaian plagiarisme.&nbsp;<br></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Mengaitkan Ide Dengan Sumber yang Benar</strong></h4>



<p>Kadang kala ide yang muncul dari seseorang tidak bisa dipercaya dengan mudah oleh khalayak umum. </p>



<p>Dalam hal ini, peran sitasi cukup penting. Sitasi dapat memberikan kaitan sumber yang akan membuat ide <a rel="noreferrer noopener" aria-label="karya tulis (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/contoh-karya-ilmiah/" target="_blank">karya tulis</a> diterima oleh khalayak atau pembaca. <br></p>



<p>Hal ini karena sumber sitasi juga dapat dicek kembali, sehingga membuat pembaca bisa mendapatkan bukti kebenaran.&nbsp;<br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/penulisan-daftar-pustaka-mhs/">
        <a href="https://mamikos.com/info/penulisan-daftar-pustaka-mhs/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/daftar-pustaka-500x331.jpg" alt="﻿Penulisan Daftar Pustaka, Urutan, dan Contoh Menulis Daftar Pustaka yang Benar" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">﻿Penulisan Daftar Pustaka, Urutan, dan Contoh Menulis Daftar Pustaka yang Benar</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Mendukung Penilaian dari Pembaca</strong></h4>



<p>Sitasi memungkinkan seseorang menentukan sendiri apakah argumen penulis sudah sesuai dengan sumber yang digunakan. </p>



<p>Selain itu, pembaca juga jadi bisa menilai kevalidan pendapat yang dikemukakan penulis berdasarkan sumber yang digunakan. <br></p>



<p>Semakin kuat kebenaran sumber sitasi yang Anda buat, akan semakin membuat pembaca menilai karya Anda dengan baik. </p>



<p>Bahkan jika mungkin, pembaca bisa saja menilai bahwa argumen Anda jauh lebih bagus dari sumber yang tercantum. <br></p>



<p>Sehingga sitasi menjadi bahan untuk mempertimbangkan dan membandingkan penilaian pada karya tulis yang sama <a href="https://mamikos.com/info/cara-cepat-menemukan-ide-pokok-dalam-paragraf/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="ide pokoknya (opens in a new tab)">ide pokoknya</a>.&nbsp;<br></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Pembuktian Penelitian</strong></h4>



<p>Pembaca yang bijak tentu tidak akan mudah percaya bahwa Anda telah melakukan penelitian untuk sebuah karya tulis. </p>



<p>Karenanya saat mencantumkan sitasi, pembaca jadi tahu bahwa Anda benar-benar melakukan penelitian untuk karya tulis tersebut. <br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/karya-tulis-ilmiah-cara-penulisan-struktur-dan-metode-penelitian/">
        <a href="https://mamikos.com/info/karya-tulis-ilmiah-cara-penulisan-struktur-dan-metode-penelitian/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Karya-Tulis-Ilmiah-Cara-Penulisan-Struktur-dan-Metode-Penelitian-2-500x333.jpg" alt="Karya Tulis Ilmiah: Cara Penulisan, Struktur dan Metode Penelitian" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Karya Tulis Ilmiah: Cara Penulisan, Struktur dan Metode Penelitian</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5. Memperkuat Argumen</strong></h4>



<p>Seringkali argumen yang Anda sampaikan dalam karya tulis, sulit dipercaya oleh pembaca. </p>



<p>Untuk menguatkan argumen yang sudah Anda sampaikan, sitasi punya peran yang sangat membantu. <br></p>



<p>Ide-ide senada yang sebelumnya telah ada pada sumber, akan menjadi penguat argumen atau ide yang Anda sampaikan. Pembaca pun jadi lebih percaya dan menilai baik tulisan Anda.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Aturan Dalam Penulisan Sitasi</strong></h2>



<p>Setelah belajar <strong>pengertian sitasi </strong>dan sebelum lanjut ke cara pembuatannya, penting untuk Anda ketahui aturan-aturan tetap pada penulisan sitasi ini. </p>



<p>Ada beberapa aturan yang harus dipenuhi. Apa saja itu? </p>



<ol><li>Sitasi bisa ditulis di bagian awal teks maupun belakang teks/ kalimat.</li><li>Nama penulis kutipan memakai teknis berbalik. Nama belakang terlebih dulu yang ditulis, kemudian nama depan, diikuti tahun sumber dicetak dengan pemisah tanda baca koma atau dalam tanda kurung.&nbsp;</li><li>Penggunaan ‘dan’ untuk sumber yang ditulis oleh dua orang, harus memakai tanda atau simbol &#8216;&amp;&#8217;. Tidak diperkenankan memakai kata ‘dan’ secara langsung. Hal ini juga berlaku jika sumber yang Anda kemukakan adalah buku bahasa asing, tidak boleh menggunakan kata ‘and’.&nbsp;</li></ol>



<p>Namun, jika karya ilmiah yang Anda tulis adalah keseluruhan berbahasa Inggris, maka Anda baru bisa gunakan kata ‘and’.&nbsp;<br></p>



<ol><li>Selain menggunakan kode et al, Anda bisa gunakan istilah ‘dkk’ untuk sumber yang penulisnya lebih dari dua orang.&nbsp;</li><li>Apabila Anda menggunakan sumber referensi buku terjemahan, maka penulisan nama pemilik kutipan tetaplah penulis aslinya dan bukan penerjemahnya. Begitu pula dengan penulisan tahun adalah tahun terbit buku aslinya.&nbsp;</li></ol>



<p>Aturan ini berlaku untuk sumber berbentuk buku atau artikel. Lantas, apakah <a href="https://mamikos.com/info/aplikasi-translate-android-terbaik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="penerjemah (opens in a new tab)">penerjemah</a> buku tidak dicantumkan dalam karya tulis tersebut? Sedangkan Anda menggunakan buku terjemahan.&nbsp;<br></p>



<p>Tentu saja penerjemah juga harus disebutkan, namun penyebutannya adalah dalam daftar pustaka dan bukan di bagian sitasi.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/pengertian-jenis-dan-tujuan-karya-tulis-ilmiah/">
        <a href="https://mamikos.com/info/pengertian-jenis-dan-tujuan-karya-tulis-ilmiah/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/07/books-4305459_1280-500x333.jpg" alt="Pengertian, Jenis, dan Tujuan Karya Tulis Ilmiah" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Pengertian, Jenis, dan Tujuan Karya Tulis Ilmiah</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Membuat Sitasi dengan Benar</strong></h2>



<p>Cara membuat atau menulis sitasi, ada beberapa cara. Hal ini bergantung dari sumber itu sendiri dan juga metode penulisan yang dipakai. </p>



<p>Ada yang penulisannya di awal teks, ada juga yang di akhir teks dan beberapa ketentuan lainnya. Berikut ini beberapa cara membuat atau menulis sitasi yang benar:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Penulisan di Awal Teks</strong></h4>



<p>Aturan penulisan yang pertama adalah sitasi di awal teks. Penulisan sitasi di awal teks ini juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada jumlah penulis kutipan yang dicantumkan:</p>



<p class="has-medium-font-size"><strong>• Satu Penulis</strong></p>



<p>Ketika kutipan dari buku referensi hanya ditulis oleh satu orang penulis, maka Anda bisa tuliskan namanya langsung. Kemudian setelahnya tulis tanda kurung yang berisi tahun kutipan tersebut dibuat, atau tahun buku kutipan referensi diterbitkan.&nbsp;<br></p>



<p>Ada juga yang sekaligus menyertakan halaman buku kutipan referensi yang dimaksud. Maka contohnya adalah seperti ini:&nbsp;</p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Hendrianto (2013) mengatakan bahwa&#8230;..<br>Menurut pendapat Irawan (2017:75)&#8230;&#8230;&#8230;<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Dua Penulis</strong></p>



<p>Tidak menutup kemungkinan jika satu buku ditulis atau dikarang oleh dua orang sekaligus.&nbsp;<br></p>



<p>Maka jika Anda ingin menuliskan kutipan sitasinya adalah dengan menambahkan kata dan atau simbol &#8216;&amp;&#8217;, kemudian tuliskan tahun buku kutipan dalam tanda kurung. Contohnya seperti di bawah ini:<br></p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Irwan &amp; Amel (2017) mengatakan&#8230;&#8230;.<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Penulis Lebih dari Dua Orang</strong></p>



<p>Jika buku referensi yang Anda gunakan ditulis oleh lebih dari dua orang, maka Anda bisa gunakan singkatan ‘et al’. Sehingga Anda tidak perlu menyebutkan satu persatu nama penulisnya.&nbsp;<br></p>



<p>Adapun setelah kode ‘et al’ Anda perlu menambahkan tanda baca titik kemudian koma. Contohnya bisa Anda lihat di bawah ini:<br></p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Irawan et al., (2013) mengatakan bahwa&#8230;&#8230;.<br></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Penulisan Sitasi di Akhir Teks atau Kalimat</strong></h4>



<p>Selanjutnya, penulisan sitasi juga bisa diletakkan di akhir kalimat atau teks. Sama halnya dengan penulisan di awal teks, pada penulisan ini juga dibagi tiga bagian dilihat dari jumlah penulisnya. Aturannya sedikit berbeda dengan penulisan di awal teks.&nbsp;<br></p>



<p class="has-medium-font-size">•  <strong>Satu Penulis</strong></p>



<p>Untuk penulisan dengan satu penulis di akhir teks atau kalimat, sebutkan dahulu kutipan yang dicantumkan dalam karya tulis Anda. Kemudian setelah tanda baca titik pada kalimat, gunakan tanda kurung dan tulis nama pemilik kutipan.&nbsp;<br></p>



<p>Nama pemilik kutipan dipisah dengan tanda baca koma kemudian batu ditulis tahun dari buku kutipan referensi. Jika terdapat halaman, Anda tetap harus menggunakan tanda baca titik dua untuk menyebut halaman buku kutipan.&nbsp; Contohnya:</p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (Hermawan, 2003)<br> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (Hermawan, 2003:35)<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Dua Penulis</strong></p>



<p>Sama halnya dengan aturan penulisan di awal teks, jika penulis ada dua orang maka Anda bisa tambahkan simbol &#8216;&amp;&#8217;. Kemudian tambahkan tanda baca koma untuk memisah nama dengan tahun terbit buku yang dikutip.&nbsp;<br></p>



<p>Namun, saat ada halaman buku kutipan yang harus dicantumkan, maka Anda tidak perlu mencantumkan tahun buku yang dikutip melainkan halaman saja. Contohnya:</p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (Irwan &amp; Amel, 2003)<br>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. (Irwan &amp; Amel, 76)<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Penulisan untuk Lebih dari Dua Penulis</strong></p>



<p>Aturan penulisan dari buku kutipan yang ditulis oleh lebih dari dua orang, ditulis dengan satu nama dan kode et al. Kemudian diberi pemisah tanda baca koma, barulah menulis tahun buku yang dikutip. Contohnya seperti di bawah ini:<br></p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. (Irawan et al, 2004)<br></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Penulisan Sitasi Lebih dari Satu Referensi</strong></h4>



<p>Dalam mengambil kutipan untuk sebuah karya tulis ilmiah, memang tidak menutup kemungkinan diambil dari beberapa referensi. Penulisan sitasi untuk sumber yang lebih dari satu ini tentu punya perbedaan dengan penulisan satu sumber saja.&nbsp;<br></p>



<p>Hal ini berlaku jika penulis adalah satu orang sama namun berbeda buku, maupun bagi kutipan yang diambil dari penulis berbeda dan buku yang berbeda. Lantas, bagaimana aturan penulisannya? Berikut ini contoh dan penjelasannya:&nbsp;<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Nama Penulis Sama, Tahun Berbeda</strong></p>



<p>Penulisan untuk kondisi sitasi seperti ini, maka Anda harus menuliskan nama penulis lebih dulu. Kemudian beri tanda kurung untuk menulis tahun buku. Dia tahun berbeda ini dipisahkan dengan tanda baca koma dalam satu kurung yang sama. Contohnya:<br></p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Amel (2013, 2017)<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Nama Penulis Sama, Tahun Sama</strong></p>



<p>Tidak menutup kemungkinan seorang penulis karya ilmiah menerbitkan lebih dari satu buku dalam satu tahun yang sama. Dengan begitu, Anda bisa mengutip kedua buku yang berbeda dengan tahun yang sama tersebut.&nbsp;<br></p>



<p>Aturan penulisannya sama seperti buku dengan tahun berbeda. Hanya saja, Anda perlu memberikan kode (a) dan (b) dan seterusnya. Meskipun tahunnya sama, tidak diperkenankan hanya menyebutkan satu kode tahun saja. Contohnya seperti:<br></p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Hendrawan (2013a, 2013b)<br></p>



<p class="has-medium-font-size">• <strong>Penulisan dari Berbagai Sumber Berbeda</strong></p>



<p>Berbeda dari penulisan dua jenis di atas, penulisan untuk berbagai sumber yang berbeda pun punya aturannya sendiri. Semua sumber diletakkan dalam satu kurung yang sama.&nbsp;<br></p>



<p>Nama dan tahun sumber dipisahkan dengan tanda koma. Sedangkan tiap sumber berbeda dipisahkan dengan tanda titik koma. Contohnya bisa dilihat di bawah ini:</p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">(Herawan, 2013; Ameliya, 2009; Irawan, 2001)<br>(Andrea, 2002; Dinda &amp; Zulia, 2010; Hendra et al., 2007)<br></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Penulisan Sitasi Tanpa Nama Penulis</strong></h4>



<p>Ada kalanya Anda menemukan kutipan referensi yang tidak tercantum nama penulis. Hal ini masih wajar terjadi karena ada beberapa buku yang diterbitkan bukan atas nama perorangan, melainkan atas nama lembaga atau badan kepentingan.&nbsp;<br></p>



<p>Untuk itu, tentu Anda pun tidak bisa menuliskan nama penulis dari kutipan yang diambil. Agar tetap bisa mencantumkannya dalam karya tulis Anda, maka penulisan nama penulis bisa diganti dengan nama lembaga atau badan yang tertera dalam buku referensi. Contohnya:</p>



<p class="has-background has-very-light-gray-background-color">Ikatan Dokter Indonesia (2005) mengatakan bahwa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; (Lembaga Kesehatan Masyarakat, 2013: 45) <br></p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-proposal-karya-ilmiah-yang-baik/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-proposal-karya-ilmiah-yang-baik/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/Contoh-Rumusan-Masalah-Makalah-Skripsi-Proposal-Karya-Ilmiah-yang-Baik-500x333.jpg" alt="5 Contoh Rumusan Masalah Makalah, Skripsi, Proposal Karya Ilmiah yang Baik" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">5 Contoh Rumusan Masalah Makalah, Skripsi, Proposal Karya Ilmiah yang Baik</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Dari penjelasan di atas mulai dari <a rel="noreferrer noopener" aria-label="pengertian sitasi (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/" target="_blank">pengertian sitasi</a> hingga cara penulisannya, bisa menjadi wawasan baru untuk Anda yang sedang menulis sebuah karya tulis ilmiah. Hal ini juga mengingat pentingnya mencantumkan sitasi dalam buku ilmiah.&nbsp;<br></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat mu:</strong></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a><br></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/pengertian-sitasi-mhs/">Pengertian Sitasi beserta Cara Membuat, Aturan, dan Contohnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/Pengertian-Sitasi-Cara-Membuat-dan-Contohnya.jpg" length="34385" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/08/Pengertian-Sitasi-Cara-Membuat-dan-Contohnya-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>