Advertisement
Source : jogja.suara.com

4 Tokoh Pendiri Perhimpunan Indonesia beserta Asas atau Tujuannya

Perhimpunan Indonesia adalah wadah organisasi bagi mahasiswa Indonesia yang pernah bersekolah atau berkuliah di Belanda. Cari tahu siapa saja 4 tokoh pendirinya di sini.

4 Januari 2024 Fajar Laksana

Noto Soeroto memperjuangkan gagasan “politik asosiasi,” yaitu konsep yang menyatakan bahwa orang Belanda dan Indonesia diharapkan menggabungkan sifat-sifat terbaik dari kedua budaya – rasionalisme Barat dan esensi Timur – untuk mencapai kesuksesan terbaik baik dalam nilai-nilai material maupun spiritual. 

Pada 1910, ayahnya mengirimnya ke Belanda untuk belajar Ilmu Hukum di Leiden.

Dia juga menjadi salah satu pendiri Perhimpunan Hindia dan menjabat sebagai pemimpinnya antara tahun 1911 hingga 1914.

Bersama Louis Petit, pada tahun 1920, dia mendirikan perusahaan penerbitan Hadi Poestaka. Di lingkungan budaya Den Haag, dia aktif dan memiliki kedekatan dengan Ben van Eysselsteijn.

3. Tjipto Mangoenkoesoemo

Tokoh Pendiri Perhimpunan Indonesia
museum.kemdikbud.go.id

Tjipto Mangoenkoesoemo adalah tokoh pendiri perhimpunan Indonesia selanjutnya. Dia seorang lulusan STOVIA yang merupakan seorang dokter dan tokoh penting dalam pergerakan nasional. 

Ia juga dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai, pendiri dari Indische Partij.

Pada tahun 1913, bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara, dia ditangkap dan diusir ke Belanda karena melakukan propaganda anti-Belanda yang dituangkan dalam artikel di harian De Express. 

Artikel tersebut menentang perayaan kemerdekaan Belanda di Indonesia. 

Keberadaan Tiga Serangkai di Belanda tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap pengaruh Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) yang mendukung pergerakan menuju kemerdekaan.

6 Biografi Tokoh Seni Rupa Indonesia Singkat beserta Fotonya

4. Soewardi Soerjaningrat

Tokoh Pendiri Perhimpunan Indonesia
id.wikipedia.org

Tokoh pendiri perhimpunan Indonesia terakhir adalah seorang ningrat darah biru bernama Soewardi Soerjaningrat, dan sama seperti R.M Noto Soeroto yang berasal dari Pakualaman.

Soewardi Soerjaningrat merupakan nama awal sebelum akhirnya mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara.

Soewardi Soerjaningrat terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat kritis, dan tak segan menyerang pemerintah Belanda saat itu.

Akibatnya, dia harus menerima hukuman pengasingan yang diberikan oleh pemerintah Belanda ke Belanda.

Beruntungnya, Soewardi mempunyai kawan-kawan seperjuangan yang setia kawan seperti Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Ketika diasingkan di Belanda, Soewardi sangat aktif dalam organisasi mahasiswa Indonesia, yaitu Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). 

Keterlibatan Soewardi Soerjaningrat dengan Perhimpunan Indonesia tak ayal makin menegaskan pengaruh Perhimpunan Indonesia di bidang pedagogik.

Pada 1913, Soewardi Soerjaningrat mendirikan Indonesisch Pers-bureau, yang merupakan “kantor berita Indonesia”. 

Pendirian Indonesisch Pers-berau menjadi penggunaan resmi pertama istilah “Indonesia”, yang awalnya diciptakan pada tahun 1850 oleh seorang ahli bahasa Inggris bernama George Windsor Earl dan seorang pakar hukum Skotlandia bernama James Richardson Logan.

Halaman:

Advertisement